Konten dari Pengguna

Apakah Sinusitis Bisa Sembuh? Ini Jawabannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat-obatan untuk sinusitis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat-obatan untuk sinusitis. Foto: Unsplash

Apakah sinusitis bisa sembuh? Sebetulnya, sinusitis sendiri bukan penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Bahkan dalam beberapa kasus, ada pengidap sinusitis yang bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu.

Namun, ada beberapa jenis sinusitis yang memerlukan waktu cukup lama untuk sembuh, yaitu sinusitis akut. Menurut laman Murni Teguh Hospitals, untuk mengobati sinusitis akut dibutuhkan waktu selama 12 minggu.

Waktu yang lama untuk mengobati sinusitis akut dilakukan karena ada beberapa pengobatan yang perlu diikuti, yakni dengan pemberian obat minum, seperti obat antibiotik.

Meski bisa sembuh, sinusitis bisa saja kambuh kembali tanpa bisa diprediksi. Itu sebabnya, ada beberapa hal yang perlu dicegah untuk mengurangi frekuensi kambuhnya penyakit sinusitis ini, salah satunya adalah hindari polusi karena bisa mengiritasi saluran hidung.

Ingin tahu bagaimana cara untuk mencegah sinusitis agar tidak kambuh dan cepat sembuh? Simak penjelasannya di bawah ini.

Cara Mencegah Sinusitis agar Tidak Kambuh

Ilustrasi sinusitis bisa kambuh dengan sendirinya. Foto: Unsplash

Sinusitis memang bisa sembuh, tetapi bisa saja kambuh dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, berikut beberapa cara mencegah sinusitis yang dapat dilakukan para pengidapnya agar tidak kembali kambuh, seperti yang dikutip dari laman Ciputra Hospital dan Medical News Today.

1. Mengurangi Melakukan Transportasi Jalur Udara

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi sinusitis adalah menghindari penggunaan transportasi jalur udara, yaitu pesawat terbang. Hal ini karena transportasi jalur udara dapat meningkatkan rasa sakit pada telinga dan komplikasi lainnya.

Namun, jika harus menggunakan transportasi jalur udara, disarankan untuk mencoba menutup lubang hidung, mulut, dan coba mengembuskan napas dengan pelan dan lembut.

2. Perbanyak Minum Air Putih dan Mengurangi Alkohol

Supaya tidak kambuh, pengidap sinusitis disarankan untuk tidak mengonsumsi banyak cairan alkohol, seperti wine, cocktails, hingga beer. Pasalnya cairan tersebut dapat menyebabkan sinus dan lapisan hidung membengkak.

Daripada mengonsumsi cairan alkohol, pengidap sinusitis lebih baik mengonsumsi air putih dengan jumlah liter yang sudah ditentukan setiap harinya. Dengan begitu, tubuh pun bisa terhindar dari dehidrasi.

3. Menghindari Asap Rokok

Asap rokok bisa berakibat sangat buruk untuk pengidap sinusitis, karena kandungan di dalamnya dapat membahayakan kondisi rongga hidung atau sinus.

Menyadur laman Dinas Kesehatan Surakarta, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia di antaranya berbagai zat beracun dan bersifat karsinogenik yang bisa tinggal di suatu permukaan.

Sebetulnya, tidak hanya sinusitis, asap rokok juga bisa menyebabkan risiko penyakit lainnya, seperti kanker, serangan asma, masalah paru-paru, infeksi tenggorokan, hingga mata.

4. Menjaga Kesehatan Imun

Mencegah sinusitis dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan imun tubuh, karena salah satu penyebab dari sinusitis adalah infeksi virus tertentu, seperti pilek dan flu.

Ada pun beberapa cara menjaga kesehatan imun yang bisa dilakukan, di antaranya makanan sehat, rajin olahraga, tidur cukup, hingga menerapkan gaya hidup sehat yang lainnya.

5. Berhati-hati dengan Jenis Obat Antihistamin jika Tidak Diresepkan

Obat antihistamin adalah golongan obat untuk menangani gejala akibat alergi, seperti urtikaria atau rhinitis alergi. Meski salah satu obat untuk mencegah alergi, obat antihistamin tidak bisa dikonsumsi jika tidak mendapatkan resep dari dokter ahli.

Kondisi ini karena obat antihistamin dapat membuat lendir di saluran napas menjadi kental dan sulit untuk mengalir seperti pada umumnya. Tidak hanya itu, obat antihistamin juga bisa menyebabkan mulut terasa lebih kering, mual dan muntah, hingga sakit kepala.

Baca Juga: Penanganan Sinusitis Tak Selalu Lewat Tindakan Operasi, Bagaimana Caranya?

Berbagai Penyebab Sinusitis

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami sinusitis dapat disebabka oleh berbagai faktor. Foto: Pexels

Pada kondisi normal, sel dinding sinus akan menghasilkan lendir (mukus) untuk membantu mengeluarkan alergen atau polutan dari rongga hidung.

Namun, apabila sinus mengalami peradangan atau infeksi, mukus tersebut akan terperangkap, volumenya bertambah, dan mengganggu pengeluaran cairan mukus.

Sinusitis dapat disebabkan oleh infeksi patogen tertentu maupun noninfeksi. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, berikut adalah berbagai penyebab sinusitis yang perlu diwaspadai.

1. Infeksi Virus

Infeksi virus, seperti flu atau pilek, sering kali menjadi penyebab utama sinusitis. Virus dapat menginfeksi sel-sel di dalam saluran sinus dan menyebabkan peradangan.

Sinusitis yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya akan sembuh dengan pengobatan yang tepat dalam waktu beberapa minggu.

2. Infeksi Bakteri

Selain virus, sinusitis juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri yang masuk ke dalam saluran sinus dan menyebabkan peradangan. Biasanya, sinusitis bakteri berkembang setelah infeksi virus yang tidak sembuh dalam waktu cukup lama.

Bakteri utama penyebab sinusitis adalah Streptococcus yang menginfeksi lapisan rongga hidung. Infeksi bakteri ini umumnya lebih parah dari infeksi virus dan membutuhkan perawatan medis segera.

3. Infeksi Jamur

Mengutip jurnal Allergic Aspergillus Sinusitis and Its Association with Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis oleh Chandramani Panjabi, dkk., sinusitis dapat disebabkan oleh infeksi jamur, seperti Aspergillus, yang tumbuh dan berkembang biak di dalam saluran sinus.

Sinusitis akibat infeksi jamur biasanya terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mereka yang mengidap diabetes atau mengonsumsi obat imunosupresan.

4. Alergi

Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan dapat menyebabkan peradangan pada sinus. Reaksi alergi membuat saluran sinus membengkak dan menghasilkan lendir berlebih, sehingga menghambat drainase dan aliran udara pada saluran hidung.

5. Polip Hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan lunak di dalam saluran hidung atau sinus. Polip ini dapat menyebabkan sumbatan pada saluran sinus dan mengganggu aliran udara, sehingga meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.

6. Polusi Udara

Paparan jangka panjang terhadap polusi udara, seperti asap kendaraan, asap rokok, atau polutan lainnya, dapat mengiritasi saluran sinus dan menyebabkan peradangan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko sinusitis.

7. Udara Kering

Udara kering juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran hidung dan sinus. Kondisi ini bisa mengakibatkan lendir yang melapisi saluran sinus menjadi kering dan membuat pengeluaran lendir menjadi tersumbat.

Baca Juga: Antihistamin: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Obat Sinusitis

Ilustrasi obat-obatan untuk sinusitis. Foto: Pexels

Ada berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi sinusitis, tergantung pada penyebab, gejala, dan tingkat keparahan kondisi pasien.

Dikutip dari laman American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology, berikut beberapa obat sinusitis yang umumnya diresepkan oleh dokter:

  • Obat flu yang dijual bebas di apotek, seperti Paracetamol dan Ibuprofen.

  • Obat semprot hidung yang mengandung dekongestan, seperti Xylometazoline atau Oxymetazoline untuk membantu mengurangi pembengkakan pada saluran hidung dan sinus.

  • Obat antihistamin untuk mengatasi sinusitis yang disebabkan oleh alergi. Obat ini membantu meringankan gejala seperti hidung gatal, bersin, dan hidung berair.

Jika gejala sinusitis tidak membaik setelah 10 hari, dokter mungkin meresepkan beberapa obat berikut:

  • Obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti Amoksisilin, Cefixime, dan Doksisiklin.

  • Obat dekongestan oral atau topikal (jenisnya tergantung dengan kondisi pasien).

  • Semprotan hidung steroid khusus.

Selain obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, ada beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi sinusitis, seperti:

  • Mengonsumsi cukup cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu melarutkan lendir di saluran hidung.

  • Menggunakan kompres hangat pada area wajah untuk meredakan nyeri akibat pembengkakan pada saluran sinus.

  • Menghirup uap air hangat atau menggunakan humidifier untuk meningkatkan kelembapan udara.

  • Menghindari faktor pemicu sinusitis, seperti asap rokok, polusi udara, atau alergen yang bisa memperburuk gejala.

Baca Juga: 5 Cara Menyembuhkan Sinusitis yang Efektif

(JA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Sinus disebabkan oleh apa?

chevron-down

Sinusitis merupakan penyakit yang terjadi karena peradangan di lapisan sinus atau yang dikenal sebagai rongga kosong berisi udara. Itu sebabnya, pengidap sinusitis sering mengalami pilek yang berkepanjangan hingga hidung tersumbat.

Infeksi sinus karena apa?

chevron-down

Infeksi virus, seperti flu atau pilek, sering kali menjadi penyebab utama sinusitis. Virus dapat menginfeksi sel-sel di dalam saluran sinus dan menyebabkan peradangan.

Apakah sinusitis bisa sembuh dengan sendirinya?

chevron-down

Pengidap sinusitis yang bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu.