Konten dari Pengguna

Calcifar Obat Apa? Ini Khasiat, Dosis, dan Anjuran Penggunaannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konsumsi Calcifar. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsumsi Calcifar. Foto: Unsplash

Calcifar obat apa? Calcifar adalah salah satu sediaan obat yang dijual bebas di pasaran. Dalam istilah medis, jenis obat tersebut dikenal dengan sebutan OTC (over the counter).

Obat OTC bisa dibeli tanpa resep dokter. Jenis obat ini sudah terdaftar di Depkes RI sebagai obat yang mudah didapat secara bebas. Contoh produknya adalah minyak kayu putih, paracetamol, obat batuk hitam, tablet vitamin, dan lain-lain.

Selain itu, ada pula jenis obat OTC yang berbentuk suplemen. Salah satu yang biasa dijumpai yaitu Calcifar atau Calcifar Plus yang berkhasiat sebagai suplemen penambah kalsium.

Mengutip buku Strategi Pemasaran Bisnis Farmasi karya Mokhtar Sayyid, Calcifar termasuk obat bebas namun terbatas. Bagi yang penasaran Calcifar obat apa, berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Manfaat Obat Calcifar

Ilustrasi obat Calcifar. Foto: Pixabay

Seperti disebutkan sebelumnya, Calcifar adalah suplemen penambah kadar kalsium dalam tubuh. Obat ini dapat meningkatkan kadar kalsium yang rendah akibat pengeroposan tulang (osteoporosis), tulang lemah, dan beberapa penyakit otot lainnya (latent tetany).

Calcifar juga mengandung vitamin D yang baik untuk tubuh. Fungsi utamanya yaitu untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain itu, vitamin D juga memegang peranan vital pada kontraksi otot dan perangsangan impuls saraf.

Sehingga, jika Anda mengalami kekurangan vitamin D di dalam tubuh, maka keseimbangan kalsium akan terganggu. Akibatnya timbul kelemahan otot dan saraf yang dapat mengganggu kerja otot jantung.

Komposisi Calcifar terdiri dari 500 mg calcium. Obat ini biasa dikonsumsi oleh pasien usia lanjut yang memiliki permasalahan tulang dan gangguan hormon tiroid.

Di samping itu, obat ini juga bisa dikonsumsi oleh penderita ginjal yang mengalami penurunan kalsium dalam tubuh. Jika dikombinasikan dengan obat tertentu, Calcifar bisa mengatasi penumpukan gas dalam saluran cerna.

Cara kerja obat ini yaitu dengan menetralkan kelebihan asam lambung. Calcifar sering digunakan untuk mengobati gejala tukak lambung atau duodenum.

Jenis Calcifar

Ilustrasi suplemen Calcifar. Foto: Pexels

Calcifar merupakan suplemen berbentuk kaplet kunyah yang tersedia dalam dua varian, yaitu Calcifar dan Calcifar Plus. Berikut penjelasannya:

1. Calcifar

Calcifar adalah suplemen dengan kandungan kalsium 500 mg. Suplemen ini berfungsi untuk menunjang kebutuhan kalsium dan fosfor dalam tubuh agar terhindar dari osteoporosis dan gangguan lainnya.

2. Calcifar Plus

Calcifar Plus adalah suplemen yang komposisinya lebih lengkap dari Calcifar, yaitu mengandung kalsium 500 mg dan vitamin D3 200 IU. Kalsium berfungsi untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi, sedangkan kandungan vitamin D3 berguna untuk membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.

Selain itu, kombinasi bahan tersebut juga berperan penting untuk mendukung kerja sistem saraf, pembekuan darah, dan kontraksi otot dalam tubuh.

Dosis dan Cara Penggunaan

Ilustrasi obat calcifar. Foto: Pixabay

Sama seperti jenis obat lain, Calcifar dan Calcifar Plus juga memiliki anjuran dosis yang harus diperhatikan penggunaannya. Mengutip laman N Drugs, berikut penjelasannya:

1. Calcifar

  • Anak-anak: dosis 2 kali sehari sebanyak 1 kaplet. Suplemen dikonsumsi setelah makan.

  • Dewasa: dosis 3 kali sehari sebanyak 1 kaplet. Suplemen dikonsumsi setelah makan.

2. Calcifar Plus

  • Anak-anak: dosis 1 kali sehari sebanyak 1 kaplet. Suplemen dikonsumsi setelah makan.

  • Dewasa: dosis 1 kali sehari sebanyak 1-2 kaplet. Suplemen dikonsumsi setelah makan.

Cara Penyimpanan

Ilustrasi penyimpanan suplemen harus di tempat yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Calcifar dan Calcifar Plus pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (sebaiknya di bawah 30 derajat Celcius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan suplemen sembarangan. Simpan obat ini di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping

Ilustrasi salah satu efek samping Calcifar adalah mual. Foto: Pexels

Jika dikonsumsi dengan batas wajar dan sesuai anjuran dosis, Calcifar dan Calcifar Plus tidak memunculkan efek samping apa pun pada pasien. Namun jika berlebihan, bisa timbul efek samping berupa:

  • Mual atau muntah

  • Sembelit

  • Kehilangan nafsu makan

  • Rasa haus yang meningkat

  • Peningkatan buang air kecil

  • Perubahan mental atau suasana hati

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi Calcifar atau Calcifar Plus.

Kontraindikasi

Ilustrasi konsumsi suplemen harus sesuai dosis dan anjuran dokter. Foto: Pexels

Jangan mengonsumsi Calcifar dan Calcifar Plus jika Anda memiliki alergi terhadap kandungan dalam suplemen ini. Selain itu, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti:

  • Pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, batu ginjal, kanker prostat, penyakit jantung, sarkoidosis, atau hiperkalsiuria.

  • Pernah atau sedang menderita hiperkalsemia (kadar kalsium yang tinggi dalam tubuh).

  • Memiliki kadar fosfor yang tinggi dalam tubuh.

  • Sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.

  • Menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herbal.

Interaksi Obat

Ilustrasi obat-obatan. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Calcifar atau Calcifar Plus, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai semua jenis obat atau suplemen yang sedang digunakan.

Mengutip laman National Institutes of Health, suplemen yang mengandung kombinasi kalsium dan vitamin D dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain ketika digunakan bersamaan.

Sebagai akibat interaksi obat, suplemen tidak dapat bekerja dengan maksimal dan bisa meningkatkan risiko efek samping. Adapun jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Calcifar atau Calcifar Plus, yaitu:

  • Antasida atau suplemen kalsium lain. Penggunaan Calcifar atau Calcifar Plus bersamaan dengan antasida atau suplemen serupa dapat mengakibatkan kelebihan kalsium dalam tubuh.

  • Calcitriol atau suplemen vitamin D. Penggunaan bersamaan Calcifar atau Calcifar Plus dengan calcitriol dapat mempengaruhi keseimbangan kalsium dan vitamin D dalam tubuh.

  • Digoxin atau obat untuk mengatasi gangguan irama jantung. Penggunaan Calcifar atau Calcifar Plus akan meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh yang dapat mempengaruhi efektivitas digoxin.

  • Antibiotik tertentu, seperti tetrasiklin (doxycyclin dan minocyclin) serta antibiotik quinolon (ciprofloxacin dan levofloxacin). Kalsium dapat mengurangi penyerapan antibiotik di dalam tubuh.

Baca Juga: Calcium Lactate: Manfaat, Dosis, dan Aturan Pakai

(MSD & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa efek samping Calcifar?

chevron-down

Sembelit, kehilangan nafsu makan, rasa haus yang meningkat, peningkatan buang air kecil, dan perubahan mental/suasana hati.

Apa kegunaan obat Calcifar?

chevron-down

Calcifar adalah suplemen penambah kadar kalsium dalam tubuh.

Apa saja varian Calcifar?

chevron-down

Calcifar merupakan suplemen berbentuk kaplet kunyah yang tersedia dalam dua varian, yaitu Calcifar dan Calcifar Plus.