Konten dari Pengguna

Diazepam Obat Apa? Ini Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat Diazepam. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Diazepam. Foto: Pexels

Diazepam merupakan obat keras yang termasuk golongan psikotropika. Penggunaannya harus berdasarkan resep dan sesuai dengan petunjuk medis di bawah pengawasan dokter.

Diazepam termasuk dalam kelas obat yang disebut benzodiazepine. Jenis obat ini bekerja dengan cara menenangkan aktivitas berlebihan yang tidak normal di otak.

Lebih lanjut, mengutip laman Medical News Today, Diazepam akan meningkatkan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA), yaitu senyawa kimia di otak yang menghambat zat penghantar sinyal saraf di otak.

Ketika tubuh tidak memiliki kadar GABA yang cukup, Anda mungkin akan mengalami kecemasan, kejang, atau kejang otot. Diazepam dikonsumsi untuk meredakan gejala-gejala tersebut.

Biasanya, Diazepam tersedia dalam bentuk tablet, cairan, atau tabur. Bisa pula dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan. Bagi yang belum tahu Diazepam obat apa, simak manfaat, dosis, dan efek sampingnya dalam artikel di bawah ini.

Manfaat Diazepam

Ilustrasi obat Diazepam. Foto: Pexels

Diazepam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol agitasi yang disebabkan oleh penarikan alkohol. Pada beberapa kondisi, Diazepam juga mampu menenangkan otak dan membuat tubuh lebih rileks.

Dijelaskan dalam situs Medlineplus, Diazepam bisa dikonsumsi bersama obat lain untuk mengontrol kejang otot yang disebabkan gangguan neurologis tertentu, misalnya kontraksi otot yang tidak normal atau stiff man syndrome, yaitu gangguan langka yang menyebabkan kekakuan otot.

Khasiat Diazepam yang mampu membuat tubuh menjadi rileks kerap dimanfaatkan untuk anestesi sebelum operasi. Sedangkan pada anak-anak, Diazepam biasanya dikonsumsi untuk mengatasi mimpi buruk atau tidur berjalan.

Dosis Diazepam

Ilustrasi obat. Foto: Pexels

Dosis Diazepam ditentukan dokter berdasarkan usia dan keluhan. Namun, mengutip National Health Service, secara umum, dosis Diazepam untuk tablet dan cairan adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengatasi kecemasan: 2 mg, diminum 3 kali sehari.

  • Masalah tidur: 5 mg-15 mg, diminum satu kali sehari sebelum tidur.

  • Kejang otot pada orang dewasa: 2 mg-15 mg, diminum dua kali sehari.

  • Kejang otot pada anak-anak (usia 1 bulan-17 tahun): tergantung usia. Biasanya diminum dua kali sehari dengan jarak waktu 10 hingga 12 jam antara setiap dosis.

Perlu diingat lagi, Diazepam adalah obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dosis yang telah diresepkan. Jika tidak, bukannya mengobati, Diazepam malah dapat menimbulkan berbagai efek samping yang buruk bagi tubuh.

Efek Samping Diazepam

Ilustrasi Diazepam. Foto: Pexels

Jika dikonsumsi secara berlebihan, berikut efek samping Diazepam yang mungkin muncul:

  • Mudah mengantuk

  • Kebingungan

  • Sulit mengendalikan tubuh

  • Penglihatan buram

  • Lelah

  • Tangan gemetar (tremor)

  • Sulit bernapas

  • Sulit mengingat atau hilang ingatan

  • Halusinasi

  • Delusi

  • Suasana hati berubah tiba-tiba

  • Terlalu bersemangat

  • Penyakit kuning

  • Gelisah, mudah tersinggung, atau agresif

Jika efek samping di atas tidak kunjung hilang atau bahkan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Apabila tidak segera ditangani, risiko terbesar pemakaian Diazepam dapat mengancam jiwa.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Diazepam adalah obat untuk penyakit apa?

chevron-down

Diazepam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, susah tidur, hingga kejang otot.

Apakah obat Diazepam dijual bebas?

chevron-down

Penggunaannya harus berdasarkan resep dan sesuai dengan petunjuk medis di bawah pengawasan dokter.

Apakah Diazepam termasuk golongan narkoba?

chevron-down

Diazepam merupakan obat keras yang termasuk golongan psikotropika.