Diazepam Obat Apa? Ini Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diazepam merupakan obat keras yang termasuk golongan psikotropika. Penggunaannya harus berdasarkan resep dan sesuai dengan petunjuk medis di bawah pengawasan dokter.
Diazepam termasuk dalam kelas obat yang disebut benzodiazepine. Jenis obat ini bekerja dengan cara menenangkan aktivitas berlebihan yang tidak normal di otak.
Lebih lanjut, mengutip laman Medical News Today, Diazepam akan meningkatkan aktivitas asam gamma-aminobutyric (GABA), yaitu senyawa kimia di otak yang menghambat zat penghantar sinyal saraf di otak.
Ketika tubuh tidak memiliki kadar GABA yang cukup, Anda mungkin akan mengalami kecemasan, kejang, atau kejang otot. Diazepam dikonsumsi untuk meredakan gejala-gejala tersebut.
Biasanya, Diazepam tersedia dalam bentuk tablet, cairan, atau tabur. Bisa pula dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan. Bagi yang belum tahu Diazepam obat apa, simak manfaat, dosis, dan efek sampingnya dalam artikel di bawah ini.
Manfaat Diazepam
Diazepam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan mengontrol agitasi yang disebabkan oleh penarikan alkohol. Pada beberapa kondisi, Diazepam juga mampu menenangkan otak dan membuat tubuh lebih rileks.
Dijelaskan dalam situs Medlineplus, Diazepam bisa dikonsumsi bersama obat lain untuk mengontrol kejang otot yang disebabkan gangguan neurologis tertentu, misalnya kontraksi otot yang tidak normal atau stiff man syndrome, yaitu gangguan langka yang menyebabkan kekakuan otot.
Khasiat Diazepam yang mampu membuat tubuh menjadi rileks kerap dimanfaatkan untuk anestesi sebelum operasi. Sedangkan pada anak-anak, Diazepam biasanya dikonsumsi untuk mengatasi mimpi buruk atau tidur berjalan.
Dosis Diazepam
Dosis Diazepam ditentukan dokter berdasarkan usia dan keluhan. Namun, mengutip National Health Service, secara umum, dosis Diazepam untuk tablet dan cairan adalah sebagai berikut:
Untuk mengatasi kecemasan: 2 mg, diminum 3 kali sehari.
Masalah tidur: 5 mg-15 mg, diminum satu kali sehari sebelum tidur.
Kejang otot pada orang dewasa: 2 mg-15 mg, diminum dua kali sehari.
Kejang otot pada anak-anak (usia 1 bulan-17 tahun): tergantung usia. Biasanya diminum dua kali sehari dengan jarak waktu 10 hingga 12 jam antara setiap dosis.
Perlu diingat lagi, Diazepam adalah obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dosis yang telah diresepkan. Jika tidak, bukannya mengobati, Diazepam malah dapat menimbulkan berbagai efek samping yang buruk bagi tubuh.
Efek Samping Diazepam
Jika dikonsumsi secara berlebihan, berikut efek samping Diazepam yang mungkin muncul:
Mudah mengantuk
Kebingungan
Sulit mengendalikan tubuh
Penglihatan buram
Lelah
Tangan gemetar (tremor)
Sulit bernapas
Sulit mengingat atau hilang ingatan
Halusinasi
Delusi
Suasana hati berubah tiba-tiba
Terlalu bersemangat
Penyakit kuning
Gelisah, mudah tersinggung, atau agresif
Jika efek samping di atas tidak kunjung hilang atau bahkan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Apabila tidak segera ditangani, risiko terbesar pemakaian Diazepam dapat mengancam jiwa.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Diazepam adalah obat untuk penyakit apa?

Diazepam adalah obat untuk penyakit apa?
Diazepam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, susah tidur, hingga kejang otot.
Apakah obat Diazepam dijual bebas?

Apakah obat Diazepam dijual bebas?
Penggunaannya harus berdasarkan resep dan sesuai dengan petunjuk medis di bawah pengawasan dokter.
Apakah Diazepam termasuk golongan narkoba?

Apakah Diazepam termasuk golongan narkoba?
Diazepam merupakan obat keras yang termasuk golongan psikotropika.
