11 Ciri-Ciri Panic Attack: Palpitasi hingga Ketakutan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
1 Juni 2022 13:51
·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi seseorang mengalami panic attack. Foto: Unsplash.com
ADVERTISEMENT
Panic attack memiliki perbedaan dengan anxiety disorder. Oleh sebab itu, ciri-ciri panic attack perlu diketahui agar bisa membedakan kedua gejala tersebut.
ADVERTISEMENT
Panic attack merupakan serangan yang tiba-tiba terjadi dan membuat penderitanya gelisah dan takut. Rasa gelisah dan takut secara berlebihan timbul tersebut membuat orang-orang sulit membedakan panic attack dan anxiety disorder.
Agar tidak salah dalam mengartikan panic attack, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Ciri-Ciri Panic Attack

Ilustrasi seseorang yang mengalami panic attack. Foto: Unsplash.com
Dikutip dari buku Crash Course Psychiatry 1e Indonesian Edition karya Katie Fm Marwic dan Steven Birrell, serangan panik (panic attack) merupakan gangguan panik yang ditandai dengan adanya serangan-serangan panik yang muncul secara tiba-tiba.
Gangguan ini bisa muncul kapan saja dan tidak terbatas pada suatu situasi tertentu (gangguan fobia) atau bahaya objektif. Serangan panik dapat sangat menyulitkan, sehingga membuat penderitanya takut jika gangguan ini tiba-tiba datang.
ADVERTISEMENT
Secara umum, panic attack memiliki ciri-ciri atau gejala tertentu. Berikut ini adalah ciri-ciri panic attack yang dikutip dari laman situs Healthline.

1. Jantung Berdetak Cepat

Ciri umum yang dimiliki oleh penderita serangan panik adalah jantung berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras dari biasanya. Kondisi ini disebut dengan palpitasi.
Palpitasi adalah sebuah sensasi ketika jantung berdegup dengan cepat. Salah satu penyebab munculnya gejala ini adalah rasa panik yang tiba-tiba muncul.

2. Sesak Napas

Sesak napas adalah salah satu ciri-ciri panic attack. Foto: Unsplash.com
Penderita serangan panik biasanya mengalami sesak napas yang diakibatkan oleh sulitnya ketika penderita menarik napas.
Sesak napas pada gangguan psikis terjadi karena sebagai bentuk tanggapan dari tubuh terhadap mekanisme hadapi-atau-lari (fight-or-flight) saat mengalami tekanan mental.

3. Merasa Tercekik dan Tersedak

Penderita sesak napas juga biasanya akan merasakan seolah-olah tercekik dan tersedak. Hal ini juga mengakibatkan penderita susah untuk bernapas.
ADVERTISEMENT

4. Pusing atau Vertigo

Saat serangan panik melanda, tubuh penderitanya biasanya akan sulit untuk menyeimbangkan tubuh. Hal ini biasanya diikuti dengan rasa pusing yang hebat.

5. Mual

Perasaan mual dan ingin muntah biasa terjadi ketika seseorang berada di bawah tekanan. Saat serangan panik datang, penderita akan merasa ingin muntah karena adanya gangguan psikis.

6. Berkeringat Dingin

Gejala atau ciri-ciri panic attack lainnya adalah mengeluarkan keringat dingin dalam jumlah yang banyak. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah gangguan psikis atau mental yang terjadi.

7. Gemetar

Penderita serangan panik juga akan merasakan gemetar yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa gelisah dan takut yang berlebihan sehingga tubuh memberikan respons berupa getaran.

8. Perubahan Kondisi Mental

Ada perubahan kondisi mental yang dialami oleh seseorang ketika terserang panic attack, munculnya seperti perasaan derealisasi (perasaan tidak nyata) atau depersonalisasi (terlepas dari diri sendiri).
ADVERTISEMENT

9. Mati Rasa dan Kesemutan

Pada umumnya, penderita serangan panik akan merasakan mati rasa dan kesemutan khususnya di daerah tangan, kaki, atau wajah.

10. Nyeri Dada

Nyeri dada merupakan salah satu ciri-ciri panic attack. Foto: Unsplash.com
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, jantung penderita serangan panik akan berdetak lebih cepat. Hal ini mengakibatkan penderita merasakan nyeri dada sehingga merasa sesak.

11. Takut Akan Mati

Saat serangan panik melanda, penderita akan memiliki rasa takut dan gelisah yang berlebihan. Penderita akan merasa bahwa ia akan segera mati dan hal ini membuat serangan panik semakin parah.

Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Disorder

Ilustrasi seseorang yang mengalami panic attack. Foto: Pexels.com
Dalam dunia medis, kondisi panic attack dan gangguan kecemasan merupakan dua hal yang berbeda, tetapi kedua hal tersebut saling berkaitan.
Serangan panik merupakan bagian dari gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan adalah payung besar melingkupi enam macam gangguan psikis.
ADVERTISEMENT
Gangguan psikis tersebut antara lain generalized anxiety disorder (GAD), serangan panik atau panic attack, obsessive-compulsive disorder (OCD), fobia, social anxiety disorder, dan post-traumatic disorder (PTSD).
Selain itu, serangan panik merupakan turunan dari serangan kecemasan. Biasanya, para ahli kesehatan jiwa mengukur perbedaan dua kondisi ini berdasarkan frekuensi dan perasaan penderita saat terkena serangan.
Jika frekuensi hanya terjadi sekali-kali dan dalam kondisi tertentu, bisa jadi seseorang mengalami serangan panik, sedangkan apabila serangan tersebut terjadi dan berkesinambungan, bisa jadi itu adalah tanda serangan kecemasan.
Itulah beberapa informasi mengenai ciri-ciri panic attack. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan dokter kesehatan jiwa atau psikiatri untuk dapat mengatasi panic attack dan mendapatkan bantuan secara medis.

Penyebab Panic Attack

Ilustrasi panic attack. Foto: Unsplash.com
Pada dasarnya, penyebab pasti panic attack masih belum diketahui. Terkadang, serangan panik dapat dipicu oleh peristiwa tertentu, tapi sebagian besar kasus terjadi tanpa alasan jelas.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Mayo Clinic, meski belum diketahui pasti penyebabnya, panic attack umumnya berkaitan dengan faktor genetis, stres, dan perubahan fungsi otak di bagian tertentu. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko panic attack, yaitu:
Karena sifatnya yang tidak dapat diprediksi, panic attack bisa secara signifikan memengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama bagi orang yang baru mengalaminya.
ADVERTISEMENT
Bahkan, beberapa orang bisa mengalami serangan panik ketika mereka dalam kondisi tidur atau beristirahat di rumah. Mereka yang pernah mengalami panic attack akan ketakutan menghadapi kemungkinan terjadi serangan lagi.

Cara Mengatasi Panic Attack

Ilustrasi salah satu cara mengatasi panic attack adalah bernapas dalam-dalam. Foto: Pexels.com
Dirangkum dari National Health Service dan Healthline, ada beberapa cara mengatasi panic attack yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang dirasakan, di antaranya:

1. Latihan Pernapasan

Ketika mengalami panic attack, Anda akan cenderung bernapas dengan cepat. Karenanya, melakukan beberapa latihan pernapasan dapat membantu meredakan gejala ini. Berikut langkah-langkahnya:
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui bahwa bagi sebagian orang, bernapas dalam-dalam dapat memperburuk serangan panik. Dalam kasus ini, orang tersebut dapat mencoba fokus melakukan sesuatu yang disukai.

2. Mengingat Segala Sesuatu Akan Berlalu

Selama mengalami panic attack, cobalah untuk mengingat bahwa perasaan panik tersebut akan segera berlalu dan tidak akan menyebabkan masalah fisik serius.
Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA), panic attack cenderung mencapai titik paling intens dalam waktu 10 menit sejak gejala awal muncul sebelum kemudian gejalanya mulai mereda

3. Mencium Aroma yang Menenangkan

Mencium aroma yang menenangkan dapat membantu penderita panic attack merasa lebih tenang. Salah satu aroma yang umumnya dikenal dapat memberikan rasa tenang adalah aroma lavender.
Jika tidak menyukai aroma lavender, Anda dapat mencoba menggantinya dengan aroma minyak esensial lain yang disukai, seperti bunga lili, chamomile, atau lemon.
ADVERTISEMENT

4. Memfokuskan Diri pada Objek Tertentu

Saat panic attack terjadi, kepala cenderung dipenuhi dengan pikiran dan perasaan cemas yang memicu stres. Oleh sebab itu, cobalah untuk fokus pada objek tertentu di lingkungan sekitar.
Menurut ADAA, ketika Anda fokus pada suatu objek tertentu, maka Anda akan mulai memikirkan bagaimana rasanya menyentuh objek tersebut. Efeknya, dapat membantu mengurangi gejala serangan panik.

5. Dukungan Orang Terdekat

Seperti halnya kondisi kejiwaan lain, penderita panic attack membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Bantuan dari lingkungan sekitar akan sangat membantu kelancaran aktivitas sehari-hari.
(SAI & SFR)