Jenis-Jenis Herpes: Simpleks hingga Varicella-Zoster

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Herpes merupakan penyakit kulit yang menyebabkan kulit gatal, luka-luka, hingga timbulnya rasa terbakar. Gejala tersebut tergantung jenis-jenis herpes yang dialami oleh pengidapnya.
Herpes memang terdiri dari beberapa jenis. Para ahli menyebutkan bahwa herpes terdiri dari delapan jenis, seperti virus herpes simpleks, virus herpes manusia, virus B, dan lainnya.
Walaupun terdiri dari berbagai jenis, pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkannya hampir sama. Menyadur dari laman Ciputra Hospital, penyakit herpes dapat sembuh dengan sendirinya.
Meskipun begitu, virus tersebut tidak langsung hilang dari dalam tubuh, bukan tidak mungkin bahwa gejalanya kembali muncul. Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk mengobati sekaligus mengantisipasinya.
Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, yaitu acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir.
Mengoleskan gel lidah buaya ke luka yang mengering agar tidak menimbulkan bekas.
Berhenti melakukan aktivitas seksual selama terinfeksi herpes.
Kompres luka karena herpes dengan es yang telah dibungkus handuk atau kain.
Menjaga kebersihan area yang terinfeksi herpes.
Jenis-Jenis Herpes
Setelah mengetahui cara pengobatan dan mengantisipasinya, berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis herpes dan perbedaannya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Virus Herpes Simpleks
Virus herpes simpleks atau yang disebut dengan HVS merupakan jenis penyakit herpes yang dibedakan menjadi dua kategori, yaitu HVS-1 dan HVS-2. Berikut perbedaannya.
a. HSV-1
Virus HSV-1 akan menyerang area mulut atau bibir. Bentuk infeksi virus HSV-1 biasanya berupa sariawan pada mulut atau luka lepuh pada bibir. Virus ini dapat menyebar ke area tubuh lain seperti leher dan alat kelamin. Penularan virus HSV-1 terjadi ketika melakukan kontak langsung dengan orang yang menderita herpes.
b. HSV-2
HSV-2 akan menyerang alat kelamin dan sekitarnya. Herpes ini dapat muncul di area vagina pada wanita, penis pada pria, dubur, dan selangkangan. Penularan virus ini berbeda dengan HSV-1. HSV-2 bisa menular melalui hubungan seksual dengan penderita herpes genital.
Tidak sampai di situ, HSV-2 juga bisa menulari dari ibu kepada anaknya pada saat proses melahirkan secara normal atau per vaginam. Para ahli menyebutkan bahwa VHS-2 rentan menyerang perempuan dibandingkan laki-laki.
2. Virus Herpes Manusia 6
Selanjutnya adalah virus herpes manusia 6 atau HHV 6. Virus ini menular dan sering menyebabkan penyakit roseola. Sebagai informasi, roseola adalah infeksi virus yang terjadi pada bayi atau anak-anak dengan gejala berupa demam serta ruam merah muda.
Menyadur laman Healthy Children, gejala roseola yang diakibatkan oleh virus herpes manusia muncul setelah tiga atau empat hari setelah demam.
Untuk mengobati penyakit ini, pastikan untuk istirahat total dan dijauhkan dari kerumunan orang guna mengantisipasi penularan.
3. Virus Herpes Manusia 7
Menyadur buku Infeksi Virus di Kulit karangan Afif Nurul Hidayati, infeksi virus herpes manusia 7 atau human herpesvirus 7 (HHV-7) merupakan infeksi virus yang kronik dan menyebabkan infeksi laten pada manusia dan mempunyai kemampuan reaktivasi.
Mirip seperti virus herpes manusia 6, virus herpes manusia 7 juga menyebabkan gejala penyakit roseola, pityriasis rosea, dan komplikasi transplantasi.
4. Virus Herpes Manusia 8
Jenis virus herpes yang lainnya adalah virus herpes manusia 8 atau yang sering disebut dengan human herpes virus 8 (HHV-8). Menurut laman Canadian Cancer Society, virus herpes manusia 8 ditemui di beberapa negara Mediterania dan tersebar cukup luas di Afrika.
Virus ini juga menyebabkan sarkoma kaposi atau kanker yang biasanya muncul pada pengidap AIDS. HHV 8 juga sudah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker langka lainnya, yaitu limfoma efusi primer.
Penyebaran virus ini melalui air liur, darah, dan hubungan seksual. Virus ini tergantung bagaimana kekebalan tubuh si pengidapnya, jika pengidapnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, orang tersebut tidak menyadari bahwa terinfeksi HHV 8.
5. Virus Varicella-Zoster
Menurut laman RSUD dr. Loekmono Hadi, herpes zoster adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Seperti namanya, virus ini menyebabkan penyakit Varicella (cacar air) dan penyakit herpes zoster.
Varicella maupun herpes zoster diawali dengan gejala awalan atau prodromal yang beratnya bervariasi. Demam dengan suhu bervariasi, rasa lemah atau lesu dan pada herpes zoster disertai juga dengan rasa tak nyaman, pegal, nyeri pada area yang di kemudian hari akan mengalami erupsi kulit.
Baca Juga: Herpes pada Bayi, Apa Penyebabnya?
(JA)
Frequently Asked Question Section
Berapa macam jenis herpes?

Berapa macam jenis herpes?
Para ahli menyebutkan bahwa herpes terdiri dari delapan jenis, seperti virus herpes simpleks, virus herpes manusia, virus B, dan lainnya.
Herpes itu gara-gara apa?

Herpes itu gara-gara apa?
Penyakit herpes umumnya disebabkan oleh virus HVS-1 dan HVS-2. Virus HSV-1 akan menyerang area mulut atau bibir, sedangkan HSV-2 akan menyerang alat kelamin dan sekitarnya.
Apa yang harus dihindari saat herpes?

Apa yang harus dihindari saat herpes?
Berhenti melakukan aktivitas seksual selama terinfeksi herpes.
