Mengenal Gejala Angin Duduk Berdasarkan dari Jenis-jenisnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angin duduk adalah kondisi di mana pasokan darah ke otot jantung mengalami keterhambatan, karena penumpukan kolesterol dan lemak di dalam arteri koroner jantung. Kondisi tersebut menimbulkan beberapa gejala angin duduk, salah satunya adalah nyeri di area dada.
Karena gejala tersebut, angin duduk sering dianggap sebagai pemicu dari penyakit serangan jantung. Bahkan kondisi ini juga terjadi secara tiba-tiba, sehingga tidak bisa diprediksi oleh siapa pun, terlebih oleh penderitanya sendiri.
Lebih lanjut, angin duduk bisa dialami oleh laki-laki maupun wanita, tapi risiko penyakitnya bisa semakin meningkat seiring bertambahnya usia, yakni pria di atas 45 tahun dan perempuan yang berusia lebih dari 55 tahun.
Selain usia, ada banyak faktor lain yang menyebabkan risiko angin duduk. Menurut laman American Heart Association, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena angin duduk, di antaranya:
Riwayat keluarga
Pola makan
Merokok
Tekanan darah tinggi
Faktor-faktor tersebut dapat dicegah dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan jika mengalami obesitas, mengonsumsi vitamin yang cukup, makanan rendah lemak, rendah garam, dan tinggi serat.
Untuk lebih mengenal gejala-gejala dari angin duduk, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.
Gejala Angin Duduk
Sebelum membahas gejala angin duduk, perlu diketahui bahwa angin duduk disebabkan oleh arteri koroner yang mengalami kondisi hipertrofi. Lebih jelasnya, kondisi tersebut terjadi karena dilatasi vertikel kiri terasa berat dan ditandai dengan kebutuhan miokard.
Menurut buku Lecture Notes: Kardiologi karya Huon H. Gray, para ahli juga menyatakan bahwa angin duduk sangat berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah jantung. Penyempitan tersebut menyebabkan sebagian jantung yang tidak mendapat oksigen.
Gejala angin duduk biasanya dilihat dari jenis-jenisnya. Sebagai informasi, angin duduk terdiri dari beberapa jenis, yaitu angina stabil, angina tidak stabil, angina varian, hingga angina mikrovaskulas. Setiap jenis dari angin tersebut memiliki gejalanya tersendiri.
Ingin tau apa saja gejala angin duduk jika dilihat dari jenis-jenis angina di atas? Berikut informasinya seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Angina stabil
Menyadur laman Primaya Hospital, angin stabil ditandai dengan gejala nyeri berkembang perlahan seiring dengan waktu dan memiliki pola. Salah satu contohnya adalah nyeri dada yang muncul ketika berjalan menanjak atau berada dalam cuaca dingin.
Selain itu, pemicu aktivitas fisik jadi pemicu kemunculan angina stabil, seperti stres, makanan berat, dan lainnya. Untuk lebih jelas, berikut gejala angina stabil, di antaranya:
Muncul saat jantung sedang bekerja, seperti ketika berolahraga.
Rasa sakit di dada seperti terbakar yang bisa menjalar rahang, leher, lengan, dan punggung.
Waktu berlangsungnya cenderung singkat, kurang lebih sekitar 5 menit atau kurang dari itu.
2. Angina tidak stabil
Selanjutnya adalah angin tidak stabil atau yang dikenal dengan sindrom koroner akut. Dibandingkan dengan angina stabil, angina tidak stabil memiliki gejala dan kondisi yang lebih parah.
Bahkan ada beberaa kasus angina tidak stabil yang menimbulkan nyeri dada yang sulit untuk hilang. Walaupun sudah diatasi dengan minum obat dan beristirahat, gejala yang dirasakan belum tentu hilang sepenuhnya.
Rasa tidak nyaman di nyeri dada berlangsung lebih lama, bisa lebih dari 20 menit.
Terjadi tiba-tiba bahkan ketika tak pernah merasa nyeri dada sebelumnya.
Nyeri dada angina tidak stabil sering terjadi tiba-tiba bahkan ketika seseorang sedang rehat.
3. Angina varian
Menurut laman Health Grades, angina varian adalah jenis angin duduk yang paling tidak umum, tetapi sering terjadi pada orang dewasa muda. Berikut gejala-gejala angina varian, yakni:
Nyeri dada yang dialami sering terjadi di malam hari saat beristirahat.
Rasa sakit yang di dada sering terjadi datang dan pergi, sehingga harus diwaspadai.
4. Angina mikrovaskular
Selanjutnya adalah angina mikrovaskular yang sering dialami oleh wanita dan orang dewasa. Biasanya jenis angina mikrovaskular disebabkan oleh plak atau gumpalan yang menyebabkan kerusakan pada cabang terkecil arteri koroner. Berikut gejala-gejala angin mikrovaskular:
Nyeri dada yang bersamaan dengan sesak napas, kesulitan tidur, kelelahan, dan kekurangan energi.
Rasa sakit di area dada tersebut terjadi pada umumnya sedang beraktivitas, maupun sedang mengalami tekanan mental.
Baca Juga: Penyebab dan Cara Atasi Nyeri Dada saat Hamil
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu angina tidak stabil?

Apa itu angina tidak stabil?
Selain angin stabil, ada juga jenis angin duduk lain, yaitu angina tidak stabil. Gejala angina tidak stabil biasanya berkembang dengan cepat dan muncul tiba-tiba bahkan saat tidak melakukan apa-apa. Umumnya, rasa nyeri dari angina tidak stabil ini berlangsung lebih lama dan sulit untuk diredakan.
Apa itu angina varian?

Apa itu angina varian?
Angina varian adalah jenis angin duduk yang paling tidak umum, tetapi sering terjadi pada orang dewasa muda. Kondisi ini terjadi karena arteri koroner mengalami kejang dan menekan arteri.
Kenapa bisa terkena penyakit angin duduk?

Kenapa bisa terkena penyakit angin duduk?
Dalam istilah medis, angin duduk sering disebut juga dengan angina pektoris atau angina. Kondisi ini terjadi karena parokan darah ke otot jantung terhambat dan bisa saja terjadi secara tiba-tiba.
