Penyebab Difteri dan Macam-Macam Penyebarannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Difteri merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai. Penyebab difteri yang paling utama adalah bakteri Corynebacterium. Bakteri tersebut biasanya akan menyerang area pernapasan atau kulit penderitanya.
Oleh karena itu, gejala yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung area mana yang diserang oleh bakteri tersebut. Untuk lebih jelas, berikut gejala-gejala difteri pernapasan yang dikutip dari laman RSUD Pariaman, yakni:
Tenggorokan dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu
Radang tenggorokan dan serak
Pembengkakan kelenjar pada leher
Masalah pernapasan dan saat menelan
Cairan pada hidung, ngiler
Demam dan menggigil
Batuk yang keras
Perasaan tidak nyaman
Perubahan pada penglihatan
Bicara yang melantur
Sementara itu, berikut adalah gejala-gejala difteri kulit seperti yang dikutip dari laman Ciputra Hospital, di antaranya:
Kulit melepuh dan bernanah di area kaki dan tangan
Munculnya luka besar yang dikelilingi dengan kulit kemerahan
Penyebab Difteri
Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Nantinya, bakteri akan melepaskan toksin pada tubuh manusia sehingga mampu menginfeksi saluran pernapasan atau bahkan kulit.
Sebagai informasi, bakteri Corynebacterium diphteriae termasuk bakteri gram positif yang berbentuk batang ini biasanya menyerang membran mukosa dari hidung dan tenggorokan.
Penyebaran bakteri ini bisa dikatakan cukup cepat. Pasalnya, bakteri tersebut menyebar dari satu orang ke orang lainnya, melalui droplets yang keluar saat batuk ataupun bersin. Tidak hanya itu, penularan juga bisa terjadi apabila seseorang menyentuh luka terbuka dari seseorang yang terinfeksi difteri.
Maka dari itu, ketika seseorang sudah terdeteksi mengidap difteri. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengisolasi diri dan jauhi tempat-tempat yang dipenuhi dengan anak-anak. Hal ini dikarenakan bakteri difteri yang mudah berkembang biak di tubuh anak-anak.
Apa saja yang menyebabkan penyakit difteri berkembang cukup pesat? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman Mayo Clinic.
1. Partikel udara
Hal pertama yang menyebabkan penyakit difteri menyebar dengan mudah adalah udara. Ketika seseorang terinfeksi difteri, lalu tanpa disengaja ia bersin dan batuk.
Otomatis, orang yang berada di sekitarnya menghirup udara dari seseorang yang terinfeksi difteri tersebut. Akibatnya, bakteri akan menyebar dan masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut.
2. Barang pribadi yang terinfeksi
Selain melalui udara, bakteri difteri juga bisa menyebar melalui peralatan makanan atau minuman yang digunakan oleh seseorang yang ikut terjangkit difteri.
Hal yang sama juga dapat terjadi jika memegang tisu atau barang lain tempat bakteri mengendap, dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Oleh karena itu, selalu perhatikan lingkungan yang ada di sekitar untuk mencegah penyebaran difteri.
3. Barang rumah yang terkontaminasi
Penyebaran difteri juga bisa disebabkan oleh handuk atau barang-barang rumah lainnya yang digunakan secara bersamaan. Meski demikian, kasus difteri yang disebabkan oleh barang rumah masih jarang ditemukan.
Cara Mencegah Terjangkit Bakteri Difteri
Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit difteri disebabkan oleh salah satu bakteri bernama Corynebacterium diphteriae. Bakteri ini dapat menyebar dengan pesat melalui udara dan barang-barang.
Oleh karena itu, penting untuk bisa mengetahui bagaimana cara mencegah terjangkit bakteri difteri atau Corynebacterium diphteriae. Menyadur laman RSUD Kabupaten Buleleng, langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah difteri adalah vaksinasi.
Pernyataan tersebut sesuai dengan data dari Health Government Australia yang menunjukkan bahwa vaksin merupakan ‘senjata’ terbaik untuk melawan difteri. Pasalnya, di Australia, penurunan penderita difteri sangat terlihat ketika diberikan vaksin.
Menyadur laman CDC, berikut beberapa vaksin yang dapat diberikan untuk melindungi tubuh, di antaranya:
DTaP, vaksin untuk melindungi dari penyakit difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan).
DT, vaksin untuk melindungi dari penyakit difteri dan tetanus.
Tdap, vaksin untuk melindungi dari penyakit tetanus, difteri, dan pertusis.
Td, vaksin untuk melindungi dari penyakit tetanus dan difteri.
Namun, perlu diperhatikan bahwa jenis-jenis vaksin difteri tersebut harus disesuaikan dengan kelompok usianya. Dengan begitu, hasil yang didapatkan pun jadi lebih maksimal dan membuat tubuh kebal terhadap bakteri difteri tersebut.
Baca Juga: Leukosit Tinggi Artinya Pertanda Penyakit Apa? Ini Penyebab dan Gejalanya
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa pengobatan difteri?

Apa pengobatan difteri?
Hal pertama yang dilakukan oleh dokter untuk mengobati penyakit difteri ialah memberi suntikan antitoksin, untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri.
Apa saja gejala difteri?

Apa saja gejala difteri?
Umumnya, infeksi difteri dapat menimbulkan gejala, seperti suara serak, demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, gelisah, hidung berair, nyeri menelan, leher bengkak, suara napas mengorok dan sesak napas.
Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat difteri?

Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat difteri?
Saluran napas yang tertutup, kerusakan otot jantung (miokarditis), kerusakan saraf (polineuropati), kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh), dan infeksi pary (gagal napas atau pneumonia).
