Penyebab Monosit Tinggi: Penyakit Jantung hingga Kanker

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monosit tinggi atau monositosis merupakan kondisi yang tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, kondisi merupakan suatu pertanda bahwa tubuh mengalami gangguan. Ada banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab monosit tinggi, salah satunya adalah peradangan di dalam tubuh.
Monosit dikatakan tinggi jika jumlahnya lebih dari 500/mcL atau setara dengan lebih dari 10% jumlah sel darah putih keseluruhan. Sementara itu, jumlah monosit, yakni yang membentuk antara 2% dan 8% dari total sel darah putih dalam tubuh.
Berikut rincian lengkap sel darah putih normal:
Neutrofil sebanyak 2500 hingga 8000 per mm3, antara 55% dan 70% dari total sel darah putih.
Limfosit sebanyak 1000 hingga 4000 per mm3, antara 20% dan 40% dari total sel darah putih.
Monosit sebanyak 100 hingga 700 per mm3, antara 2% dan 8% dari total sel darah putih.
Eosinofil sebanyak 50 hingga 500 per mm3, antara 1% dan 4% dari total sel darah putih.
Basofil sebanyak 25 hingga 100 per mm3, antara 0,5% dan 1% dari total sel darah putih.
Menyadur Healthline, jumlah monosit yang tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, bukan berarti kondisi ini tidak membahayakan tubuh. Pasalnya, kadar monosit yang meningkat jauh dari batas normal bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu.
Penyebab Monosit Tinggi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab monosit tinggi adalah infeksi di dalam tubuh. Selain itu, monosit tinggi juga bisa disebabkan karena adanya penyakit-penyakit tertentu yang diderita, seperti tuberkulosis, kanker, dan lain sebagainya.
Selain penyakit medis yang disebutkan di atas, penyebab monosit tinggi juga bisa karena penyakit jantung. Untuk lebih jelas, berikut adalah penyebab-penyebab monosit tinggi dan penjelasan lengkapnya.
1. Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan ditandai dengan gejala di saluran pernapasan. Jurnal Approach to Patients with Monocytosis karangan Shwe Sin, dkk, telah melakukan penelitian kepada 100 pasien monosit tinggi.
Dari penelitian tersebut diketahui bahwa tuberkulosis menjadi penyebab paling umum monositosis dengan angka sebesar 16% dari keseluruhan pasien yang diteliti.
2. Kanker
Penyebab lain dari monosit tinggi adalah kanker, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Kanker bisa dikatakan sebagai penyakit yang berbahaya karena pasiennya hanya memiliki sedikit kemungkinan untuk sembuh.
Menurut Annals of Internal Medicine, kanker menjadi salah satu penyebab monosit tinggi. Bahkan, ada beberapa jenis kanker yaitu kanker darah, seperti leukemia dan limfoma yang jadi pemicu paling utama monosit tinggi.
3. Leukemia Mielositik Kronis
Selanjutnya adalah penyakit leukemia mielositik kronis. Jenis kanker ini merupakan kanker sel darah yang berkembang perlahan dan biasanya terjadi di sumsum tulang.
Dalam laman American Cancer Society, kadar monosit yang tinggi bisa menyebabkan munculnya gejala leukemia mielositik kronis. Penyebabnya karena monosit yang berlebihan dapat mengendap di limpa dan lama-kelamaan membuatnya menjadi besar.
Pembesaran limpa yang terjadi tanpa disadari dapat menyebabkan efek samping, yakni rasa sakit di bagian kiri atas perut. Akibatnya, si pengidap menjadi tidak memiliki selera makan yang baik.
4. Penyakit Kardiovaskular
Kadar monosit yang tinggi ternyata dapat dipengaruhi dari penyakit kardiovaskular atau yang lebih dikenal dengan penyakit jantung.
Penelitian yang disebutkan dalam laman Wolters Kluwer Health menyatakan bahwa deteksi dini peningkatan jumlah monosit mungkin penting untuk menentukan perawatan tepat penyakit jantung.
Cara Mencegah Monosit Tinggi
Untuk mencegah meningkatnya jumlah monosit yang dimiliki, ada banyak hal yang dapat dilakukan. Langkah-langkah tersebut dilakukan tergantung penyebab meningkatnya monosit tersebut.
Artinya, monosit yang disebabkan oleh kanker memerlukan perawatan yang berbeda dengan monosit tinggi akibat jantung. Meski demikian, berikut beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mencegah monosit tinggi, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Mengurangi konsumsi makanan yang menyebabkan peradangan, seperti daging merah, karbohidrat, hingga makanan yang digoreng.
Rutin berolahraga.
Tidak terlalu sering mengonsumsi alkohol.
Mengobati infeksi-infeksi yang diderita sesuai dengan anjuran dokter.
Baca Juga: Ciri-Ciri Sel Darah Putih dan Jenisnya
(JA)
Frequently Asked Question Section
Monosit tinggi berapa?

Monosit tinggi berapa?
Monosit dikatakan tinggi jika jumlahnya lebih dari 500/mcL atau setara dengan lebih dari 10% jumlah sel darah putih keseluruhan. Sementara itu, normal jumlah monosit yakni yang membentuk antara 2% dan 8% dari total sel darah putih dalam tubuh.
Bagaimana cara mencegah monosit tinggi?

Bagaimana cara mencegah monosit tinggi?
Salah satu cara mencegah monosit tinggi adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang menyebabkan peradangan, seperti daging merah, karbohidrat, hingga makanan yang digoreng.
Apa saja penyakit yang menyebabkan monosit tinggi?

Apa saja penyakit yang menyebabkan monosit tinggi?
Monosit tinggi bisa disebabkan karena adanya penyakit-penyakit tertentu yang diderita, seperti tuberkulosis, kanker, dan lain sebagainya.
