Rubella: Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain campak biasa, anak-anak juga bisa terserang campak Jerman atau secara medis dikenal dengan istilah rubella. Meski kedua jenis campak ini memiliki gejala yang mirip, ternyata penyebab dan jenis virusnya berbeda.
Rubella atau campak Jerman merupakan salah satu penyakit menular yang dapat dideteksi dari timbulnya ruam kemerahan pada tubuh. Setelah tiga hari, ruam akan menghilang dengan sendirinya. Itulah mengapa, rubella juga kerap disebut sebagai campak tiga hari.
Rubella dapat menyerang segala usia. Namun, kondisi ini lebih umum menyerang anak-anak dan para remaja. Rubella sangat jarang ditemukan pada bayi dan orang berusia 40 tahun ke atas.
Kebanyakan pasien rubella tidak mengalami gejala. Bahkan, sebagian dari mereka tidak menyadari kehadiran penyakit satu ini. Oleh sebab itu, kenali lebih dalam tentang apa rubella, ciri, hingga penyebabnya dalam pembahasan berikut ini.
Apa Itu Rubella dan Cirinya?
Menyadur dari Buku Pintar Mencegah dan Mengobati Penyakit Bayi dan Anak karangan dr. Eiyta Ardinasari, rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus.
Infeksi virus rubella menyerang bagian kulit dan kelenjar getah bening. Itulah sebabnya, gejala yang paling sering terlihat adalah kemunculan rumah merah pada kulit. Rubella jarang terjadi di beberapa negara yang penduduknya telah mendapatkan vaksinasi sejak usia kanak-kanak.
Di beberapa belahan dunia lain, virus ini masih aktif dan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pergi ke luar negeri, terutama jika sedang hamil. Namun, setelah sekali terkena penyakit ini, tubuh biasanya kebal secara permanen.
Anak-anak yang mengidap rubella umumnya mengalami gejala yang lebih ringan, jika dibandingkan pengidap yang sudah berusia dewasa. Penyakit ini memakan waktu 14 hingga 21 hari sejak terjadinya infeksi hingga timbulnya gejala.
Menurut situs Cleveland Clinic, adapun ciri-ciri seorang anak yang terserang infeksi rubella, yaitu:
Demam ringan (37–37,8 C) selama 1-2 hari.
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher belakang atau di belakang telinga.
Adanya ruam kemerahan di kulit, dimulai dari wajah dan menyebar hingga ke tangan dan kaki. Terkadang ruam kemerahan ini terasa sedikit gatal dan akan hilang dalam waktu 1–3 hari.
Sakit kepala.
Tidak nafsu makan.
Hidung berair.
Sebagai informasi, periode paling berpotensi terinfeksi biasanya 1-5 hari setelah munculnya ruam. Kondisi paling menular pada anak adalah ketika ruam pada tubuh sudah terlihat. Penularan ini bisa terjadi pada 7 hari sebelum dan sesudah ruam muncul.
Tak hanya anak-anak, ciri-ciri atau gejala rubella yang dirasakan penderita usia remaja dan dewasa, di antaranya meliputi:
Hilang nafsu makan.
Konjungtivitis (infeksi kelopak mata dan bola mata).
Sendi bengkak dan nyeri, pada wanita usia muda yang bertahan pada 3-10 hari.
Ketika wanita terinfeksi rubella di masa awal kehamilan, ia memiliki 90% kemungkinan menularkan virus pada janin.
Apa yang Menyebabkan Penyakit Rubella?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa campak Jerman disebabkan oleh virus. Virus dalam golongan RNA ini berasal dari genus Rubivirus, sekaligus merupakan keluarga Togaviridae.
Rubella dapat menular dari satu orang ke orang lain. Seseorang bisa terserang rubella, ketika menghirup percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin.
Di samping itu, seseorang juga dapat tertular rubella bila melakukan kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur penderita. Virus Rubella juga dapat menular dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya melalui aliran darah.
Seseorang yang terinfeksi rubella dapat menularkan virus dalam 1–2 minggu sebelum gejala pertama kali muncul, hingga 7 hari setelah gejala ruam menghilang. Bahkan, sebagian orang yang terinfeksi rubella tidak mengalami gejala, tetapi tetap dapat menularkan virus kepada orang lain.
Perlu diingat, orang yang terinfeksi rubella harus memberitahukan keadaannya pada teman, keluarga, dan rekan kerja, khususnya wanita hamil. Hal ini bertujuan agar penularannya dapat diminimalisasi, terutama campak Jerman pada anak.
Sebagai informasi yang bersumber dari situs Medical News Today, anak yang lahir dengan penyakit rubella dianggap dapat menularkan penyakitnya hingga usia satu tahun.
Faktor risiko penularan rubella terdiri dari:
Belum pernah melakukan vaksin khusus.
Pernah menderita rubella.
Tidak pernah menerima vaksin gondok, cacar air, dan campak.
Bepergian ke negara lain atau tempat epidemi rubella.
Virus Rubella Apakah Bahaya?
Rubella merupakan hal yang umum terjadi dan siapa pun berisiko terkena penyakit ini. Umumnya, penyakit ini terjadi pada anak atau orang dewasa yang belum diimunisasi.
Campak Jerman dapat membaik dengan cepat, tidak berbahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi. Namun, rubella adalah kondisi yang berbahaya, jika terjadi pada ibu hamil.
Pada ibu hamil, kondisi ini dapat menyebabkan keguguran atau memicu congenital rubella syndrome (CRS) pada janin. Sindrom rubella kongenital diketahui menyerang lebih dari 80% bayi dari ibu yang terinfeksi rubella di usia kehamilan 12 minggu (trimester pertama).
Mengutip buku Penyakit Dan Kelainan Dari Kehamilan yang ditulis oleh Marlynda Happy Nurmalita Sari, kondisi yang dapat dialami anak dengan sindrom rubella kongenital di antaranya:
Gangguan pendengaran;
Cacar mata, seperti katarak;
Autisme;
Diabetes melitus;
Disfungsi tiroid;
Katarak;
Penyakit jantung;
Anemia;
Hepatitis;
Keterlambatan perkembangan;
Kerusakan retina, dikenal dengan retinopati;
Kepala, rahang bawah, atau mata yang berukuran kecil;
Masalah hati atau limpa;
Berat badan lahir yang rendah.
Diperkirakan ada 100 ribu kasus CRS di seluruh dunia setiap tahunnya. Bahkan, kebanyakan campak Jerman pada anak juga membutuhkan terapi, operasi, dan perawatan terus-menerus seumur hidup.
Selain itu, hampir 70 % wanita yang terkena rubella mungkin mengalami radang sendi. Namun kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak dan laki-laki. Dalam kasus yang jarang terjadi, rubella juga dapat menyebabkan masalah serius, termasuk infeksi otak dan masalah pendarahan.
Apakah Virus Rubella dalam Tubuh Bisa Disembuhkan?
Rubella akan sembuh dengan sendirinya dalam 3-5 hari. Tidak diperlukan pengobatan khusus seperti antibiotik, kecuali terdapat komplikasi infeksi bakteri.
Pengobatan rubella cukup dilakukan di rumah, karena gejalanya tergolong ringan. Bila diperlukan, dokter akan meresepkan paracetamol guna meredakan nyeri dan demam, serta menyarankan pasien untuk banyak beristirahat di rumah, agar virus tidak menyebar ke orang lain.
Pada ibu hamil yang menderita rubella, dokter akan meresepkan hyperimmune globulin untuk melawan virus. Meski dapat mengurangi gejala, antivirus ini tidak dapat mencegah kemungkinan bayi menderita sindrom rubella kongenital, yaitu kondisi yang menyebabkan kelainan lahir pada bayi.
Bagaimana Cara Mencegah Virus Rubella?
Menghimpun dari buku Penyakit dan Kelainan dari Kehamilan milik Ninik Azizah, penularan virus rubella dapat dicegah dengan cara-cara berikut ini:
1. Vaksinasi
Rubella dapat dicegah dalam bentuk imunisasi MMR atau MR. Jenis imunisasi ini diberikan pada usia 15 bulan dan diulang kembali pada usia 5 tahun.
Vaksinasi juga dapat diberikan sebelum bepergian ke tempat dalam kategori endemik rubella, serta minimal satu bulan sebelum menjalani kehamilan.
Bila orang dewasa belum menerima imunisasi ini, imunisasi MR atau MMR juga dapat diberikan pada orang dewasa asalkan tidak sedang hamil.
Pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan, dokter akan menganjurkan tes TORCH. Jika hasil tes menunjukkan tidak ada kekebalan terhadap rubella, vaksin MMR akan diberikan, baru setidaknya 1 bulan kemudian boleh hamil.
2. Cara Lainnya
Selain vaksinasi, berikut berbagai cara lain untuk mencegah rubella:
Menghindari kontak dengan penderita rubella, khususnya jika belum pernah mendapatkan vaksin MMR atau MR.
Mengisolasi atau memisahkan ruang tinggal antara orang atau keluarga terdekat yang dicurigai mengalami rubella.
Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan, misalnya saat pulang dari bepergian atau melakukan kontak dengan penderita rubella.
Baca Juga: Mengenal Gejala Zika, Komplikasi, dan Cara Mengobatinya
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa akibatnya jika ibu hamil terinfeksi rubella?

Apa akibatnya jika ibu hamil terinfeksi rubella?
Terdapat kemungkinan kondisi yang terjadi pada bayi dengan ibu yang terinfeksi rubella, di antaranya menderita katarak, penyakit jantung kongenital, tuli, hingga kelainan organ paru-paru, hati, dan otak.
Berapa lama virus rubella berkembang di dalam tubuh?

Berapa lama virus rubella berkembang di dalam tubuh?
Virus penyebab rubella berkembang selama 2-3 minggu setelah menyerang ke dalam tubuh. Lalu, gejalanya akan mulai terlihat selama 4-5 hari.
Organ apa yang diserang virus rubella?

Organ apa yang diserang virus rubella?
Rubella atau campak Jerman (campak tiga hari) adalah infeksi virus yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening.
