Sejarah Cacar Monyet, Penyakit yang Kini Menjadi Outbreak

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
7 Juni 2022 21:22
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi seseorang mengalami penyakit cacar monyet. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang mengalami penyakit cacar monyet. Foto: Unsplash.com
ADVERTISEMENT
Cacar monyet adalah penyakit yang baru-baru ini muncul di beberapa negara. Sejarah cacar monyet berawal dari banyaknya laporan dari beberapa negara terkait ditemukannya suatu penyakit langka.
ADVERTISEMENT
Cacar monyet merupakan penyakit langka yang bisa ditularkan dari hewan Rodent atau hewan pengerat, seperti tikus, mencit, tupai, dan lain-lain.
Penyakit ini bersifat menular, tetapi dalam intensitas yang rendah. Akan tetapi, penyakit ini memunculkan beberapa gejala cacar monyet yang tentunya membuat penderitanya tidak nyaman.
Artikel ini secara khusus akan membahas mengenai sejarah cacar monyet. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Sejarah Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit yang baru-baru ini banyak dibicarakan pada beberapa negara. Sejauh ini, kasus penyakit cacar monyet sudah ditemukan di 27 negara.
Cacar monyet sejauh ini belum ditemukan di negara Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit ini agar bisa waspada terhadap cacar monyet.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana asal mula munculnya cacar monyet? Berikut penjelasannya.

Kasus Pertama Cacar Monyet

Mengutip dari laman World Health Organization (WHO), cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya virus cacar monyet, yaitu human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus, yakni jenis virus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis.
Virus ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958 di negara Denmark, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

Kasus Pertama di Tahun 2022

Pada tahun 2022, wabah cacar monyet pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 6 Mei 2022 di negara Inggris. Kasus ini terjadi sebab adanya penduduk Inggris yang berpergian ke negara di Afrika Barat, yairu Nigeria.
Di tempat tersebut, ditemukan sejumlah gejala dan tanda klinis yang secara konsisten dengan cacar monyet pada tanggal 29 April. Akhirnya, ketika penduduk tersebut pulang ke Inggris apda tanggal 4 Mei, dimulailah indeks kasus cacar monyet di negara Inggris.
ADVERTISEMENT

Update Kasus Cacar Monyet

Peta penyebaran kasus cacar monyet di dunia per tanggak 2 Juni 2022. Foto: WHO
zoom-in-whitePerbesar
Peta penyebaran kasus cacar monyet di dunia per tanggak 2 Juni 2022. Foto: WHO
Cacar monyet hingga saat ini sudah menyebar ke 27 negara. Dari laporan yang disampaikan oleh WHO, antara 13 Mei dan 2 Juni 2022, pukul 17:00, terdapat 780 kasus yang terjadi di berbagai negara.
Dilanjutkan dengan laporan dari UK Health Security Agency, dari tanggal 6 Juni 2022 sudah ada 1.006 kasus positif infeksi cacar monyet di seluruh Indonesia.
Inggris merupakan negara dengan kasus tertinggi untuk cacar monyet yang berada pada angka 302 orang. Sampai saat ini, penularan cacar monyet dikategorikan sebagai outbreak, yakni kondisi ketika penyakit secara tiba-tiba mengalami peningkatan kasus yang melebihi prediksi normal untuk suatu lokasi atau periode waktu tertentu.

Sekilas tentang Cacar Monyet

Penyebab cacar monyet adalah terjadinya infeksi virus cacar monyet pada tubuh melalui beberapa cara. Penyakit ini banyak ditemukan di wilayah benua Afrika, tetapi beberapa kasus juga berada di benua Eropa dan benua Amerika.
ADVERTISEMENT
Infeksi dari cacar monyet terjadi dari hewan dan bisa menular ke manusia melalui beberapa kontak. Pada umumnya, cacar monyet menular jika digigit, menyentuh darah, cairan tubuh, bintik-bintik, lecet, atau koreng dari hewan yang memiliki penyakit cacar monyet.
Cacar ini juga bisa menular jika seseorang mengonsumsi daging dari hewan yang tertular, yang belum dimasak dengan sempurna, atau dengan menyentuh bagian lain dari hewan yang terinfeksi, seperti kulit atau bulu hewan.
Berbeda dengan penularan dari hewan, proses penularan manusia ke manusia biasanya terjadi sebab:
  • Menyentuh, menggunakan, dan mengalami kontak fisik dengan pakaian, selimut, handuk dari orang yang sudah terinfeksi cacar monyet.
  • Melakukan kontak fisik dengan luka atau koreng dari penderita cacar monyet, termasuk berhubungan seks.
  • Terpapar batuk atau bersin secara langsung dari orang yang sudah terinfeksi cacar monyet.
Infografis seputar cacar monyet. Foto: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografis seputar cacar monyet. Foto: Kumparan
Jika terinfeksi cacar monyet, ada sejumlah gejala yang akan ditimbulkan. Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa gejala dari penyakit cacar monyet:
ADVERTISEMENT
  • Demam
  • Kulit ruam dan gatal hingga luka-luka.
  • Sakit kepala hebat dan badan lemas
  • Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian leher, ketiak atau selangkangan)
  • Nyeri punggung
  • Nyeri otot
Jika merasa pernah melakukan kontak dengan hewan atau manusia yang menderita cacar monyet dan disertai gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan bantuan medis.
(SAI)
Apakah cacar monyet menular?
chevron-down
Bagaimana penyebaran cacar monyet?
chevron-down
Apa gejala cacar monyet?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020