Konten dari Pengguna

Ramadan dengan Mempelajari Komik

Bagus Nur Alim

Bagus Nur Alim

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Sastra Indonesia

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bagus Nur Alim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kontemplasi. Photo by Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kontemplasi. Photo by Pixabay.

Ramadan adalah momentum yang sangat tepat dan khidmat untuk melakukan kontemplasi. Pada masa ini, setiap manusia dekat dengan kesunyian sehingga meningkatkan potensi kesadaran. Sudah tentu setiap manusia ingin memanfaatkan potensi itu untuk menjadi lebih baik.

Diantara salah satu cara kita berkontemplasi adalah dengan memahami segala hal yang memiliki nilai manfaat dan pembelajaran di dalamnya. Misalnya sebuah komik "Mereka Juga Bertasbih" yang diproduksi oleh PPI Universitas Nasional. Komik ini memuat nilai-nilai moral yang berkaitan dengan ekosistem di bumi.

Pada komik itu masalah yang diangkat adalah fenomena matinya harimau di tepi jurang dan terlilit kawat baja. Sudah tentu fenomena ini menyenggol sisi moral. Sekalipun harimau bukan manusia, ia juga tetap makhluk ciptaan Allah.

Harimau sebagai puncak rantai makanan yang menjaga ekosistem hutan. Photo by Pixabay.

Sebagai manusia, perlu menjaga ekosistem yang ada di bumi dengan tidak membunuh makhluk lain dan tidak melakukan perusakan lainnya. Dalam konteks komik tersebut, sekalipun harimau adalah hewan yang buas, ia tetap memiliki manfaat bagi manusia dan tatanan ekosistem di hutan. Jika banyak harimau mati karena diburu dan disiksa oleh manusia, maka terjadi kemungkinan peningkatan hewan lain seperti babi dan rusa. Dengan meningkatnya hewan tersebut justru akan membawa petaka bagi manusia, misalnya hewan tersebut masuk ke perkampungan dan ladang.

Maka dari itu, sebagai umat Islam, kita harus menyadari bahwa setiap makhluk memiliki manfaat dan tidak mungkin sia-sia. Kita harus menghargai setiap makhluk yang memiliki caranya masing-masing untuk mengabdi, beribadah, dan bertasbih kepada Allah.

Sebagaimana MUI telah mengeluarkan fatwanya pada No. 4 tahun 2014 tentang Perlindungan Satwa Langka untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem. Fatwa ini berlaku untuk menjaga dari potensi problematika yang dihasilkan oleh alam karena ulah kita. Sehingga sebagai manusia yang berakal, kita harus menjaga bumi dengan ajaran Islam yaitu berdasarkan rahmat dan kasih sayang.