Tekno & Sains
·
10 November 2020 22:16

Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan

Konten ini diproduksi oleh Barry Majeed Hartono

"Everybody should have the chance at clean air and clean water"

- Barrack Obama

ADVERTISEMENT
Ketersediaan air bersih dan sanitasi merupakan salah satu poin, yaitu poin nomor enam, pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDG). Masih banyak dari masyarakat di Indonesia yang belum memiliki akses untuk mendapatkan air bersih. Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan tersebut, yaitu ketersediaan air bersih, diperlukan peran dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Artikel ini akan memperlihatkan salah satu aplikasi bidang geologi dalam menjawab masalah ketersediaan air bersih dengan salah satu kasus di Desa Pangalengan, Jawa Barat.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46420)
Tujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDG) dengan ketersediaan air bersih pada poin nomor enam (sumber: United Nations).

Ilmu Geologi dan Air Bersih

Sekarang, bagaimana bisa ilmu geologi dapat menjawab masalah ketersedian air bersih? Tentu, pertanyaan ini dapat dijawab dengan kembali melihat definisi dari ilmu geologi itu sendiri. Ilmu geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang Bumi, baik fisik, kimia, dan biologi, serta proses-proses yang terjadi didalamnya. Dari definisi tersebut, kita sekarang dapat menghubungkan posisi air bersih dan geologi. Air bersih, pada khususnya air tanah, terletak di bawah permukaan bumi. Air ini tersimpan dalam suatu media berpori atau berongga yang biasa kita sebut sebagai aquifer. Proses geologi yang terjadi di Bumi ini akan mengontrol sebaran dari aquifer, keterdapatan mataair, bahkan hingga kualitas air tanah itu sendiri (pengaruh kualitas air tanah lihat: Tinjauan Geologis dan Medis tentang Air Limpasan). Oleh karena itu, ilmu geologi turut berperan penting dalam pencarian air bersih.
ADVERTISEMENT
Pengaplikasian Geologi Secara Langsung
Pengaplikasian secara langsung ilmu geologi dalam mencari keterdapatan air bersih salah satunya dicontohkan dalam program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Bapak Arif Susanto, dosen Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung. Program ini didanai oleh Kementerian Ristekbrin dengan nama Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PMUPT). Tim ini beranggotakan Bapak Dasapta Erwin Irawan (dosen Teknik Geologi ITB), Bapak Joko Nugroho (dosen Teknik Sipil ITB), dan beberapa mahasiswa yaitu Lalu R. Faizin, Barry Majeed H., Gilang E. Lana, dan Zilmi Nugroho.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46421)
Bapak Arif Susanto selaku ketua tim PMPUPT yang sedang meninjau pemasangan water meter di rumah warga.
Adapun kegiatan ini dilakukan di Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung dan bermitrakan Pemerintah Desa Pangalengan. Kegiatan geologi meliputi pemetaan geologi dan hidrogeologi di sekitar Desa Pangalengan. Hal ini guna mencari titik mataair yang nantinya akan dipasangkan sumur. Secara bersamaan, pengukuran parameter fisik dan kimia air juga dilakukan seperti pengukuran temperatur, keasaman (pH) air, dan kandungan zat terlarut (total dissolved solid; TDS). Hal ini dilakukan agar kandidat mataair warga memiliki kualitas air yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan (acara kegiatan serupa lihat: Geohumanism: Cara Mahasiswa Teknik Geologi ITB Mengabdi ke Masyarakat).
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46422)
Kegiatan pengambilan sampel air dan pengukuran karakter fisika dan kimia air guna mengetahui kualitas dari mataair.

Output Kegiatan

Output dari kegiatan pada tahun pelaksanaan ke-1 dari program ini adalah peta hidrogeologi (dalam proses publikasi) dan lokasi titik mataair warga yang nantinya dibuatkan sumur. Beberapa hal yang juga telah dilakukan oleh tim Pak Arif Susanto adalah:
ADVERTISEMENT
  1. Sosialisasi kegiatan PPMUPT ke warga RW 14, Desa Pangalengan.
  2. Mendata jumlah warga dan kebutuhan air bersih.
  3. Membangun bak distribusi air dengan dimensi 2,85 x 2,5 x 1,8 m (dinding sudah dicor).
  4. Memetakan dan membangun jaringan pipa distribusi air sepanjang 1.647 m.
  5. Memasang 251 water meter di rumah warga, sekolah dan tempat ibadah.
  6. Pelatihan untuk meningkatkan SDM BUMDES.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46423)
Peta distribusi mataair dan jaringan pipa di RW 14, Desa Pangalengan, Jawa Barat yang merupakan output dari kegiatan PMPUT.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46424)
Bak distribusi air berukuran 2,85 x 2,5 x 1,8 m.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46425)
Pemasangan jaringan pipa sepanjang 1,6 km.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46426)
Pemasangan water meter.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46427)
Pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari BUMDes secara daring.

Penutup

Kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan sinergi kelompok ahli geologi dengan Pemerintah Desa Pangalengan, pengurus, dan warga RW 14 yang sangat kooperatif. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa lmu geologi yang sangat luas dapat diaplikasikan untuk kesejahteraan masyarakat. Pada kasus ini, ilmu geologi dapat memberi solusi dalam ketersediaan dari air bersih. Tentunya, ilmu geologi akan sangat efektif juga apabila dikolaborasikan dengan ilmu yang lain.
Geologi ITB dan Usaha Penuntasan Masalah Air Bersih di Desa Pangalengan (46428)
Penyerahan secara simbolis water meter kepada warga RW 14, Desa Pangalengan, Jawa Barat.
Video youtube tentang pengabdian masyarakat tim Bapak Arif Susanto dan testimoni warga juga tersedia di bawah ini:
ADVERTISEMENT
Video