6 Mata Uang Terlemah di Asia 2026, Ada Rupiah?

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi mengenai mata uang terlemah di Asia 2026 tengah menjadi sorotan. Hal ini terjadi menyusul nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menyentuh level terdalam.
Berdasarkan data Bloomberg, pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 12.07 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp18.033. Ini merupakan level terendah rupiah sepanjang sejarah.
Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan, apa saja daftar mata uang terlemah di Asia saat ini?
Daftar Mata Uang Terlemah di Asia 2026
Pada Senin, 1 Juni 2026, Forbes merilis daftar 10 mata uang terlemah di dunia terhadap dolar AS. Dari daftar tersebut, terdapat enam mata uang dari kawasan Benua Asia, yang menempati peringkat satu hingga enam.
Berikut ini enam negara Asia yang memiliki kurs paling lemah berdasarkan data dari Open Exchange Forbes:
1. Rial Iran (IRR)
Rial Iran menempati posisi sebagai mata uang terlemah di Asia sekaligus di dunia menurut Forbes. Saat ini, satu rial Iran hanya bernilai USD0,000001, yang berarti USD1 dapat membeli sekitar 1.315.000 rial Iran.
Negara yang terletak di Teluk Persia ini sebenarnya merupakan salah satu pengekspor minyak dan gas alam terkemuka di dunia. Namun, sanksi ekonomi internasional yang ketat memberikan tekanan yang sangat besar pada nilai mata uangnya.
Kondisi tersebut diperparah oleh situasi geopolitik yang memanas akhir-akhir ini. Nilai tukar rial Iran anjlok sangat tajam menyusul terjadinya konflik baru-baru ini antara Iran, Israel, dan AS.
2. Pound Lebanon (LBP)
Pound Lebanon berada di posisi kedua dengan nilai tukar yang setara dengan USD0,000011 per unitnya. Dengan nilai tersebut, uang sebesar USD1 memiliki nilai yang sama dengan 89.432,68 pound Lebanon.
Secara geografis, Lebanon berbatasan dengan Laut Mediterania, Israel, dan Suriah di kawasan Timur Tengah. Perekonomian negara ini sangat bergantung pada sektor jasa dan ekspor komoditas, seperti batu mulia, logam, dan produk makanan.
Mata uang negara ini terus tertekan terhadap dolar AS selama beberapa tahun terakhir akibat kondisi ekonomi yang lesu. Faktor pemicu utamanya, meliputi inflasi yang tinggi, tingkat pengangguran, krisis perbankan, dan gejolak politik dalam negeri.
3. Dong Vietnam (VND)
Dong Vietnam menempati urutan ketiga dalam daftar mata uang terlemah di Asia. Saat ini, setiap unit dong Vietnam bernilai USD0,000038, sehingga USD1 dapat ditukar dengan 26.319,32 dong Vietnam.
Vietnam merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, Cina, Laos, dan Kamboja. Sektor jasa menyumbang porsi terbesar terhadap produk domestik bruto, diikuti oleh industri elektronika, energi, dan tekstil.
Nilai mata uang dong saat ini sedang tertekan oleh adanya pembatasan ekspor ke luar negeri dan perlambatan ekspor global. Situasi ini semakin berat akibat dampak dari kenaikan suku bunga yang tinggi dan berkelanjutan di Amerika Serikat.
4. Kip Laos (LAK)
Mata uang terlemah keempat di Asia adalah kip Laos yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an. Nilai moneter dari 1 kip saat ini setara dengan USD0,000046, yang berarti USD1 bernilai sebesar 21.971,71 kip Laos.
Laos merupakan negara yang terkurung daratan dan dikelilingi oleh Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Tiongkok. Untuk menopang perekonomiannya, negara ini sangat mengandalkan ekspor komoditas alam, seperti tembaga, emas, dan kayu.
Sayangnya, Laos sedang dilanda pertumbuhan ekonomi yang lambat dan peningkatan utang luar negeri yang cukup besar. Faktor-faktor tersebut, ditambah dengan tingginya inflasi yang saling memperburuk kondisi dan menekan nilai mata uang Laos.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Rupiah merupakan mata uang nasional Indonesia yang mulai diperkenalkan pada 1946. Saat ini, nilai satu rupiah setara dengan USD0,000056, sehingga USD1 dapat membeli barang senilai Rp17.827,63.
Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan besar di wilayah Pasifik yang terdiri dari belasan ribu pulau. Berdasarkan ukuran produk domestik bruto (PDB), Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara berkat sektor jasa dan kekayaan komoditasnya.
Meskipun ekonominya besar, nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi antara tingkat inflasi yang tinggi dan adanya kekhawatiran pasar terhadap resesi ekonomi.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Som Uzbekistan yang diperkenalkan sejak 1993 berada di urutan keenam. Nilai tukar satu unit som saat ini setara dengan USD0,000084, yang berarti USD1 bernilai sama dengan 11.917,50 som.
Negara bekas republik Uni Soviet ini terletak di kawasan Asia Tengah. Uzbekistan dikenal sebagai salah satu pengekspor kapas terkemuka dunia dan memiliki cadangan mineral, minyak, dan gas yang melimpah.
Pemerintah setempat sebenarnya sudah menerapkan berbagai reformasi ekonomi untuk memperbaiki keadaan. Namun, negara ini masih harus terus berjuang melawan pertumbuhan ekonomi yang rendah, inflasi, pengangguran, dan masalah korupsi.
Langkah Negara-Negara Asia Hadapi Pelemahan Mata Uang
Melansir Reuters, para pembuat kebijakan di sejumlah negara Asia mengambil langkah-langkah yang mendesak seiring dengan mata uang yang jatuh ke level terendah. Keputusan tidak biasa ini untuk menopang perekonomian akibat guncangan pasokan energi global.
Asia diketahui membeli sekitar 80 persen minyak yang dikirim melalui Selat Hormuz. Tekanan di pasar valuta asing (valas) merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak mulai merugikan pertumbuhan ekonomi.
Berikut ini adalah upaya pemerintah tiga negara dalam menghadapi pelemahan mata uang:
India: mengimbau warganya untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri dan menghindari pembelian emas guna melindungi rupee.
Indonesia: mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk memperkuat rupiah dan mengambil alih kendali ekspor komoditas melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Filipina: menaikkan suku bunga.
Baca Juga: 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026 Versi Forbes, Rupiah Masuk
(MDP)
