Kim Jong-un Kesal Won Naik Turun: Dor! Pedagang Valas Korea Utara Ditembak Mati

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dibuat kesal oleh naik-turunnya nilai tukar mata uang won. Gara-gara itu, dia menembak mati seorang pelaku pasar valas (valuta asing) ternama di ibukota Korea Utara, Pyong Yang.
Kabar itu diungkapkan Badan intelijen Korea Selatan (NIS), seperti dilansir media setempat World KBS. Aparat intelijen itu menyebutkan, Kim Jong-un telah menanggapi 'secara tidak rasional' kesulitan ekonomi negaranya. Termasuk lonjakan inflasi serta menurunnya aktivitas usaha.
Sementara media Barat, CBS News, melaporkan nilai tukar won Korea Utara terhadap dolar, baru-baru ini turun secara signifikan. Penyebabnya, warga Korea Utara mendapati sedikit celah untuk menggunakan mata uang asing, setelah penyelundupan sebagian besar dihentikan menyusul penutupan perbatasan China.
Selain mengeksekusi pedagang valas, seorang pejabat penting lainnya dilaporkan juga telah dieksekusi pada Agustus. Pejabat itu dianggap melanggar kebijakan larangan impor di tengah kontrol karantina ketat, karena pandemi COVID-19.
Dampak pandemi bahkan membuat Korea Utara telah menangguhkan penangkapan ikan dan produksi garam karena khawatir air laut mungkin terkontaminasi oleh COVID-19.
NIS mengatakan kepada anggota parlemen bahwa kesulitan ekonomi di Utara memburuk karena tindakan blokade perbatasan yang berlarut-larut. Volume perdagangan Korut dengan China dalam 10 bulan terakhir melorot tajam, dibandingkan tahun lalu. Akibatnya harga bahan makanan melonjak empat kali lipat karena barang-barang China tidak masuk ke negara itu.
Data yang dihimpun CBS News menunjukkan, nilai transaksi perdagangan Korea Utara dengan China dalam 10 bulan pertama 2020 mencapai USD 530 juta. Angka itu hanya seperempat dari tahun lalu. Keadaan ekonomi Korea Utara pun memburuk, hingga membuat Kim Jong-un kesal.
