Konten dari Pengguna

Apa Itu Asperger? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asperger adalah gangguan perkembangan yang termasuk dalam spektrum autisme. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Asperger adalah gangguan perkembangan yang termasuk dalam spektrum autisme. Foto: Shutterstock

Gangguan spektrum autisme memiliki berbagai jenis dan tingkatan yang memengaruhi cara seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis gangguan ini terlihat lebih ringan, contohnya gangguan Asperger.

Secara umum, Asperger adalah gangguan perkembangan yang termasuk dalam spektrum autisme. Sindrom ini ditandai dengan kesulitan dalam berinteraksi sosial, perilaku repetitif, dan ketertarikan mendalam pada topik tertentu.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai Asperger, simak informasi tentang pengertian, gejala, hingga cara mengatasinya berikut ini.

Apa Itu Asperger?

Sindrom asperger ditandai dengan kesulitan dalam berinteraksi sosial, perilaku repetitif, dan ketertarikan mendalam pada topik tertentu.

Mengutip buku Memahami sindrom Asperger: Panduan untuk Orangtua dan Pendidik oleh Sekolah Rasa, Asperger adalah salah satu jenis gangguan dalam spektrum autisme yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial dan berkomunikasi.

Meskipun orang dengan Asperger memiliki tingkat kecerdasan yang normal atau bahkan di atas rata-rata, mereka sering kali kesulitan memahami isyarat sosial dan menjalin hubungan dengan orang lain. Biasanya, mereka memiliki minat yang sangat mendalam pada satu topik atau aktivitas tertentu.

Seseorang dengan Asperger cenderung tampak kaku saat berinteraksi dengan orang lain karena umumnya mereka sulit memahami dan mengekspresikan emosi secara tepat. Meskipun demikian, dengan dukungan yang tepat, mereka tetap bisa beradaptasi dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik.

Baca Juga: Bisakah Autisme pada Anak Sembuh? Ini Penjelasan Dokter

Gejala Asperger

Salah satu gejala Asperger adalah sangat berbakat di bidang tertentu. Foto: Unsplash.com

Asperger umumnya ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Kesulitan berinteraksi dengan orang lain.

  • Bersikap kaku dalam situasi sosial.

  • Menghindari atau tidak melakukan kontak mata saat berbicara.

  • Memiliki yang terlihat ceroboh dan kaku.

  • Sangat berbakat di bidang tertentu.

  • Ekspresi wajah yang tidak biasa atau cenderung kurang mengekspresikan diri.

  • Kesulitan berbicara atau mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa.

  • Kurangnya imajinasi dan sulit memahami emosi orang lain.

  • Tidak bisa memahami atau mengenali ekspresi wajah orang lain.

  • Cenderung membicarakan topik-topik yang diminati secara obsesif.

  • Mengulang-ulang pembicaraan atau pola perilaku tertentu.

  • Lebih suka berbicara tentang dirinya sendiri dan kurang tertarik dengan urusan orang lain.

Baca Juga: 7 Jenis Terapi untuk Anak Autisme agar Tumbuh Kembang Lancar

Penyebab Asperger

Penyebab pasti Asperger hingga kini belum diketahui secara jelas. Foto: Unsplash.com

Penyebab pasti Asperger hingga kini belum diketahui secara jelas. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini berkontribusi terhadap munculnya kondisi ini. Salah satunya adalah faktor genetik, yang ternyata Asperger bisa diwariskan dari keluarga.

L. Rini Sugiarti, M.Si dalam buku Mengenal Anak Asperger menyebutkan bahwa beberapa penelitian menunjukkan orang dengan Asperger sering kali memiliki anggota keluarga lain yang juga menunjukkan ciri-ciri spektrum autisme.

Selain faktor genetik, gangguan ini juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak sempurna, terutama pada bagian yang mengatur interaksi sosial dan komunikasi. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa faktor lingkungan, seperti komplikasi selama kehamilan atau paparan racun tertentu, bisa meningkatkan risiko Asperger.

Baca Juga: Arti Autis dan Cara Mengidentifikasi Autisme pada Anak

Cara Mengatasi Asperger

Ilustrasi cara menangani sindrom Asperger. Foto: Pexelsc.com

Cara menangani Asperger biasanya melibatkan berbagai terapi yang bertujuan untuk membantu penderita menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Berikut beberapa metode yang umum digunakan:

  • Psikoterapi Suportif: Meski tidak bisa sepenuhnya menyembuhkan, terapi ini dapat membantu penderita Asperger untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka.

  • Terapi Okupasi: Terapi ini dirancang untuk melatih koordinasi motorik, sehingga penderita bisa lebih mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

  • Farmakologi: Pemberian obat-obatan bisa membantu mengurangi beberapa gejala yang mungkin muncul, seperti kecemasan atau perilaku agresif.

  • Perbaikan Pola Makan: Beberapa orang dengan Asperger merasakan manfaat dari diet bebas zat aditif. Pola makan yang lebih sehat dan seimbang dapat membantu meredakan beberapa gejala.

(SAI)