Konten dari Pengguna

Bacaan Niat Sholat Ashar Sendiri dan Keutamaannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 8 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat sendirian. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat sendirian. Foto: Pexels

Salah satu sholat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim adalah sholat Ashar. Adapun rukun yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan sholat ashar, yakni membaca niat sholat Ashar.

Apakah shalat Ashar berjamaah? Pelaksanaan sholat Ashar sama seperti sholat wajib lainnya dan dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Namun, terkadang situasi atau kondisi tertentu tidak memungkinkan untuk melaksanakan ashar secara berjamaah.

Meski demikian, umat Islam tetap bisa mengamalkan dan membaca niat sholat ashar sendiri. Bagi Muslim yang ingin mengerjakan sholat Ashar sendiri harus mengetahui bacaan niatnya.

Lantas, bagaimana bacaan niat sholat Ashar sendiri? Untuk mengetahui jawabannya, simak uraian artikel di bawah ini hingga tuntas.

Apa Niat Sholat Ashar Sendirian?

Ilustrasi sholat sendiri. Foto: Pexels

Urutan waktu sholat Ashar, yakni setelah zuhur sampai ketika bayangan suatu benda lebih panjang dari benda itu sendiri atau saat matahari tenggelam. Hal ini juga dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Waktu ashar sebelum terbenam matahari.” (HR. Muslim).

Sholat Ashar dikerjakan sebanyak empat rakaat, sama seperti Zuhur dan Isya. Meski demikian, bacaan niat sholat ashar tidaklah sama dengan sholat zuhur dan isya.

Berikut adalah bacaan niat sholat ashar jika dilaksanakan sendiri, dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap dan Juz ‘Amma oleh Ahmad Najibuddin dan Ade Saeful Muslim.

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.

Ushalli fardhol 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilalqiblati adaan lillaahi ta'ala.

Artinya: "Saya melakukan sholat fardhu ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala."

Apa Niat Sholat Ashar Berjamaah?

Ilustrasi sholat Ashar. Foto: Pexels

Telah diberitahukan sebelumnya, sholat ashar dianjurkan untuk dilakukan berjemaah, khususnya bagi umat Muslim laki-laki. Lantas, seperti apa niat sholat ashar berjamaah?

Kembali mengutip buku Panduan Shalat Lengkap dan Juz ‘Amma karya Ahmad Najibuddin dan Ade Saeful Muslim, jika sholat ashar dikerjakan secara berjamaah, bacaan niatnya adalah:

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

Ushalli fardhadz ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (imaaman/makmuuman) lillaahi Ta’aala.

Artinya: "Saya niat sholat ashar empat raka’at menghadap kiblat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta’ala."

Waktu Pelaksanaan Sholat Ashar

Ilustrasi melaksanakan sholat Ashar. Foto: Pexels

Menurut Imam Syafi'i, waktu pelaksanaan sholat Ashar dimulai sejak bayang-bayang suatu benda sama panjang dengan tinggi benda itu sendiri hingga matahari terbenam.

Dengan demikian, waktu sholat Ashar dimulai dari selesai waktu Zuhur sampai dengan tibanya waktu Magrib, yaitu saat terbenamnya matahari. Adapun cara pelaksanaannya sama dengan sholat Zuhur, hanya saja berbeda dalam niat dan waktu pelaksanaannya.

Sebelum melakukan sholat Ashar, boleh didahului dengan sholat sunah (Qabliyah) dua rakaat. Namun, setelah selesai melakukan sholat Ashar tidak diperbolehkan melakukan sholat sunah.

Niat Sholat Ashar untuk Imam

Ilustrasi sholat Ashar berjamaah. Foto: Pexels

Ada perbedaan bacaan niat sholat Ashar yang dibaca oleh makmum dan imam. Berikut adalah bacaan niat sholat Ashar untuk imam yang bisa dilafalkan.

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblaati ada’an imaaman lillahi ta’aalaa.

Artinya: "Sengaja aku berniat sholat fardhu Ashar sebanyak empat rakaat menghadap kiblat dan menjadi imam karena Allah Ta'ala."

Syarat Sah Melaksanakan Sholat Ashar

Ilustrasi sholat Ashar berjamaah. Foto: Pexels

Sebelum melaksanakan sholat Ashar, umat Muslim harus memenuhi beberapa syarat sah sholat terlebih dahulu agar sholat dapat diterima. Syarat sah adalah syarat yang menjadikan shalat seseorang diterima secara syariat di samping adanya kriteria lain, seperti rukun dan sunah.

Dikutip dari Panduan Shalat dalam Keadaan Darurat oleh Nor Hadi (2012: 20-22), berikut adalah syarat sah melaksanakan sholat Ashar yang harus dipenuhi umat Muslim.

1. Suci dari Hadats Besar dan Kecil

Sholat adalah media seorang hamba untuk berkomunikasi dengan Allah. Karenanya, Allah mewajibkan seorang Muslim suci hadats besar dan kecil ketika hendak menunaikan sholat.

Hadats kecil dapat disucikan dengan berwudhu dan hadats besar harus disucikan dengan mandi jinabat. Allah pernah berfirman yang artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu, dan basuh kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah..." (QS. Al-Maidah: 6)

2. Suci Seluruh Anggota Badan, Pakaian, dan Tempat Sholat dari Najis

Selain harus bersih dari hadats besar maupun hadats kecil, seluruh anggota badan, pakaian, dan tempat melaksanakan sholat juga harus bersih atau terbebas dari najis. Allah berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Artinya: "Dan pakaianmu bersihkanlah." (QS. Al-Muddassir: 4)

Ayat tersebut menafsirkan bahwa Allah memerintahkan umat Muslim untuk membersihkan pakaiannya dan menjaga pakaian itu dari hal-hal najis.

3. Menutup Aurat

Menurut fikih, aurat adalah bagian tubuh yang harus ditutupi atas perintah Allah. Ketika sholat, umat Muslim wajib menutup aurat sebagaimana firman Allah sebagai berikut:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

Artinya: "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

Kalimat pakaian yang indah bermakna pakaian yang menutupi aurat dan di setiap memasuki masjid atau setiap hendak mengerjakan sholat. Jadi, maksud ayat ini adalah "tutupilah aurat setiap hendak mengerjakan sholat".

Beberapa hadits menerangkan tentang batasan aurat laki-laki dan perempuan. Batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya, kecuali bagian wajah dan telapak tangan.

Sementara batasan aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Meskipun demikian, alangkah baiknya jika ketika hendak menunaikan sholat, kaum laki-laki mengenakan celana panjang atau sarung, sehingga auratnya benar-benar tertutup.

4. Menghadap Kiblat

Syarat sah sholat lainnya adalah menghadap kiblat. Kiblat merupakan arah Baitullah atau Masjidil Haram yang menjadi titik untuk menyatuhkan arah seluruh umat Muslim dalam melaksanakan sholat.

5. Mengetahui Waktu Sholat

Ketika akan melaksanakan sholat, umat Muslim harus mengetahui apakah sudah masuk waktu sholat atau belum. Hal ini dilakukan agar setiap Muslim terhindar dari kegiatan sholat yang dilaksanakan sebelum waktunya.

Sholat yang dilakukan ketika belum masuk waktunya, maka sholat tersebut tidak sah. Hal ini telah diterangkan dalam firman Allah sebagai berikut:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: "Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring.

Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa': 103)

Apakah Boleh Membaca Niat dengan Bahasa Indonesia?

Ilustrasi membaca niat sholat ashar. Foto: Pixabay

Tidak semua umat Muslim mampu melafalkan kata-kata dalam bahasa Arab, termasuk membaca niat salat. Lantas, apakah boleh membaca niat dengan bahasa Indonesia?

Sejatinya, salat adalah ibadah murni (mahdhah) yang pelaksanannya wajib mengikuti petunjuk Rasulullah SAW, baik dalam bacaan maupun gerakannya.

Diriwayatkan dari Malik bin Anas bahwasannya Rasulullah SW bersabda, “Kerjakanlah shalat sebagaimana kalian melihatku melakukannya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, segala bentuk aliran dan paham yang mengubah salat, baik gerakan ataupun bahasa yang digunakan, para ulama sepakat menyatakan batil dan tertolak.

Kesimpulan yang sama juga diputuskan oleh Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis) melalui buku Kumpulan Keputusan Dewan Hisbah Persis bahwasanya bacaan salat yang ditambah dengan terjemahannya tidak sah.

Bahkan, orang Arab yang belum hafal surat Al Fatihah pun tidak diziinkan oleh Rasulullah SAW untuk membaca dengan bahasa yang dikuasainya.

Ini sesuai dengan yang diriwayatkan Sunan Abu Daud dalam kitabnya, Rasulullah SAW bersabda, “Dan jika tidak (bisa berbahasa Arab) hendaklah bertahmid, bertakbir, dan bertahlil,” (HR. Abu Daud).

Berapa Rakaat Shalat Ashar?

Ilustrasi sholat Ashar dilakukan 4 rakaat. Foto: Pexels

Ahmad Sarwat menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Waktu Shalat, jumlah shalat Ashar adalah empat rakaat, sama seperti shalat Zuhur dan Isya.

Hikmah dari shalat Ashar berjumlah empat rakaat adalah karena pada waktu pelaksanaannya, yakni sebelum turunnya matahari, orang masih memiliki semangat. Penjelasan ini sebagaimana diterangkan dalam buku Kumpulan Tanya Jawab Islam terbitan Daarul Hijrah Technology.

Sholat Ashar Membaca Surat Apa?

Ilustrasi berdoa. Foto: Pixabay

Adapun pada sholat Ashar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca sekitar 15 ayat pada dua rakaat pertama dan rakaat sisanya membaca setengahnya. Sebagaimana riwayat kelanjutan dari Abu Said al-Khuzri, ia berkata:

"Dan pada shalat Ashar pada dua rakaat pertama membaca sekitar lima belas ayat dan dua rakaat sisanya membaca setengahnya." (HR. Muslim).

Diterangkan pula dalam hadis lain riwayat Sulaiman ibnu Yasar, ia berkata, "Si fulan (yang ia maksud ialah seseorang yang pernah menjadi amir kota Madinah, yang bernama Amr ibnu Salamah)

selalu memperpanjang bacaan dua rakaat pertama shalat zuhur, meringkas bacaan pada shalat ashar, membaca surat-surat pendek pada shalat maghrib, dan membaca surat-surat pertengahan pada shalat isya', sedang pada shalat subuh ia membaca surat-surat yang panjang.

Lalu, Abu Hurairah berkata: Saya tidak pernah mendirikan shalat di belakang seseorang yang shalatnya lebih mirip dengan shalat Rasulullah saw kecuali di belakang orang ini." (HR. Nasa'i)

Baca Juga: Tata Cara Sholat Ashar yang Wajib Diketahui Muslim

Keutamaan Sholat Ashar Berdasarkan Dalilnya

Ilustrasi sholat Ashar memiliki berbagai keutamaan bagi yang melaksanakannya. Foto: Pexels

Seorang Muslim yang mengamalkan ibadah sholat ashar akan mendapatkan banyak keutamaan. Berikut adalah deretan keutamaan sholat Ashar yang dikutip dari buku Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat oleh Zainal Abidin:

1. Dijamin Masuk Surga oleh Allah SWT

Hal ini sesuai dengan keterangan hadis berikut:

"Barang siapa mengerjakan sholat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka ia akan masuk surga.” (HR. Al Bukhari)

2. Dijauhkan dari Neraka

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka seorangpun yang mengerjakan sholat sebelum matahari terbit (sholat subuh) dan sebelum matahari terbenam (sholat ashar).” (HR. Muslim)

3. Akan Dilipatgandakan Pahalanya

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya, sholat ini (sholat ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya.

Barang siapa menjaga shalat ini maka baginya pahala dua kali lipat. Dan, tidak ada shalat setelahnya sampai terbitnya syahid (bintang).” (HR. Muslim)

4. Waktu di Mana Malaikat Mendatangi Manusia

Sebagaimana diterangkan dalam hadis riwayat Imam Al Bukhari, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat malam dan malaikat siang saling berganti mendatangi kalian. Dan, mereka berkumpul saat sholat subuh dan ashar.

Kemudian, malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah SWT bertanya kepada mereka dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya), ‘dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba ku?’

Para malaikat menjawab, ‘kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan sholat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka pun sedang mendirikan sholat.’” (HR. Al Bukhari)

(ADB, NDA, & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa niat sholat Ashar untuk imam?
chevron-down

Ushalli fardhal ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblaati ada’an imaaman lillahi ta’aalaa.

Apa niat sholat Ashar berjamaah?
chevron-down

Ushalli fardhadz ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (imaaman/makmuuman) lillaahi Ta’aala.

Berapa rakaat shalat Ashar?
chevron-down

Jumlah shalat Ashar adalah empat rakaat, sama seperti shalat Zuhur dan Isya.