Kalimat Pasif: Pengertian, Ciri-ciri, Bentuk, dan Contoh Kalimat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah kalimat memegang peran penting dalam tatanan Bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kalimat merupakan kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.
Kalimat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Untuk memahami pengertian dan contoh kalimat pasif lebih lanjut, simak uraian selengkapnya berikut ini.
Pengertian Kalimat Pasif
Saat membaca artikel maupun sumber bacaan lainnya, tanpa disadari kita menemukan berbagai jenis kalimat pasif. Keberadaannya tak dapat dipisahkan dengan kalimat aktif.
Akan tetapi, kalimat aktif lebih banyak dibahas dari segi fungsi dan perannya dalam sebuah pokok pembicaraan. Lebih lanjut, artikel ini secara khusus akan membahas mengenai kalimat pasif. Lantas, apa kalimat pasif itu?
Menyadur dari Jurnal Paramasastra berjudul Fungsi Pelaku dalam Kalimat Pasif Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Suher M. Saidi, kalimat pasif merupakan jenis kalimat yang muncul dari proses memasifkan kalimat aktif.
Lebih lanjut, kalimat pasif adalah salah satu jenis kalimat yang berdasarkan pada subjek kalimat tersebut. Dalam kalimat pasif, subjek dikenai suatu tindakan. Umumnya, predikat yang digunakan dalam kalimat pasif biasanya diawali dengan imbuhan ter- dan di-.
Menurut Chaer dalam sumber yang sama, pembentukan kalimat dari sebuah kalimat aktif dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:
Memindahkan objek kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat.
Memindahkan subjek kalimat aktif menjadi objek kalimat pasif.
Mengubah bentuk verba berprefiks meng- menjadi verba berprefiks di-.
Meski dikenal sebagai kalimat aktif yang dimasifkan, terdapat beberapa kalimat pasif yang muncul bukan karena pemasifan.
Ciri-ciri Kalimat Pasif
Untuk dapat mengidentifikasi sebuah kalimat pasif, kita harus mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Simak penjelasan berikut.
Subjek berperan sebagai pelaku yang dikenai suatu perbuatan.
Predikatnya berimbuhan di-, ter- ke-an, dan ter-an.
Predikatnya bisa berupa jenis-jenis kata ganti orang yang diikuti kata kerja tak berimbuhan.
Objek pada kalimat pasif adalah subjek pada kalimat aktif.
Biasanya terdapat kata "oleh" atau "dengan" di dalamnya.
Menurut Dardjowidjojo dalam jurnal berjudul Kalimat Pasif dan Pemaknaannya dalam Berita Kriminal di Media Massa Cetak oleh Ralph Hery Budhiono, selain ciri yang telah disebutkan di atas, terdapat ciri lain dalam kalimat pasif, yaitu adanya perubahan morfologis pada verbanya.
Dalam bahasa Indonesia, perubahan itu ditandai dengan adanya awalan di- untuk menggantikan awalan meng-. Selain perubahan morfologis dan makna, perubahan fokus atau informasi juga dapat ditemukan dalam kalimat pasif.
Baca juga : Rumus Passive Voice dalam Bahasa Inggris dan Contoh Penggunaannya
Peran Pelaku dan Penderita dalam Kalimat Pasif
Dalam jurnal Fungsi Pelaku dalam Kalimat Pasif Bahasa Indonesia, secara sederhana, dijelaskan bahwa dalam kalimat pasif pelaku berperan sebagai objek kalimat. Sementara pada kalimat aktif, peran pelaku difungsikan sebagai subjek kalimat.
Sementara itu, peran penderita dalam kalimat aktif, yakni sebagai objek kalimat. Jika diubah menjadi kalimat pasif, keberadaan penderita menjadi subjek kalimat. Itulah mengapa, subjek dalam kalimat pasif berperan sebagai pelaku yang dikenai suatu perbuatan.
Agar lebih memahami pemahaman mengenai peran pelaku dan penderita dalam kalimat pasif, simak contoh kalimat berikut ini:
Kalimat pertama: “Pengusaha menandatangani surat kesepakatan”
Kemudian kalimat aktif di atas diubah menjadi kalimat pasif, menjadi:
Kalimat kedua: “Surat kesepakatan ditandatangani ayah”
Kalimat pertama memiliki konstituen ‘ayah’, konstituen ‘menandatangani’, dan konstituen ‘surat kesepakatan’. Konstituen ‘ayah’ berperan sebagai pelaku, sedangkan konstituen ‘surat kesepakatan’ berperan sebagai penderita atau sasaran.
Dari susunan kalimat pertama, dapat dilihat bahwa peran pelaku berfungsi sebagai subjek kalimat. Sedangkan peran penderita berfungsi sebagai objek kalimat.
Lalu, kalimat pertama tersebut dimasifkan menjadi kalimat kedua. Pada kalimat kedua, konstituen ‘surat pernyataan’ yang semula berperan sebagai penderita sekaligus objek di kalimat pertama beralih peran sebagai pelaku dan subjek di kalimat kedua.
Pun demikian dengan konstituen ‘ayah’ yang semula berperan sebagai pelaku dan subjek di kalimat pertama. Ia beralih peran sebagai penderita dan objek di kalimat kedua.
Jenis-jenis Kalimat Pasif
Berikut jenis-jenis kalimat pasif yang perlu untuk diketahui:
1. Kalimat Pasif Transitif
Kalimat jenis ini merupakan kalimat yang predikatnya mempunyai objek. Adapun pola dasar kalimat ini adalah O-P-S atau O-P-S-K.
Contoh kalimat:
Ikan kembung digoreng Ibu siang tadi.
Bunga mawar itu disiram Rani agar subur.
2. Kalimat Pasif Intransitif
Kalimat jenis ini merupakan kalimat yang predikatnya tidak berobjek. Adapun pola dasar kalimat ini adalah S-P atau S-P-K.
Contoh kalimat:
Ikan dijual di pasar pagi.
Ayah terjatuh.
3. Kalimat Pasif Tindakan
Kalimat jenis ini merupakan kalimat pasif yang predikatnya adalah suatu tindakan atau perbuatan. Adapun predikat ini biasanya berupa jenis-jenis kata kerja berimbuhan di-, ter, ke-, atau kata ganti.
Contoh kalimat:
Anak kecil itu dipukul oleh temannya.
Kucing itu dikejar oleh anjing tetangga.
4. Kalimat Pasif Keadaan
Kalimat jenis ini merupakan kalimat pasif yang menerangkan kondisi subjek. Predikat pada kalimat pasif ini biasanya berupa kata dasar berimbuhan ke-an.
Contoh kalimat:
Kaki ayah ketindihan lemari itu.
Raisa ketakutan saat rumah mati lampu.
Contoh Kalimat Pasif
Selain contoh kalimat yang telah dipaparkan di atas, berikut beberapa contoh kalimat pasif lainnya untuk menambah pemahamanmu:
Contoh kalimat pasif transitif
Buku baru dibeli oleh Alfian.
Tanah dibajak oleh kerbau.
Sampah diangkut oleh petugas kebersihan.
Es buah dijual oleh Fina.
Padi dipanen oleh petani.
Contoh kalimat pasif intransitif
Adik terjatuh di ruang tamu
Adik terkejut dengan kedatangan paman dari desa.
Jalan diperbaiki karena berlubang.
Ayam itu dipelihara di kandang kecil.
Apel dipanen dua bulan lagi.
Contoh kalimat pasif tindakan
Pohon mangga itu ditebang oleh ayah seminggu lalu.
Piala diserahkan oleh ketua panitia.
Mal itu diresmikan oleh wali kota.
Upacara Hari Pahlawan dihadiri oleh pemangku kepentingan.
Jurnal itu telah dibaca oleh kakak dua hari lalu.
Contoh kalimat pasif keadaan
Vita kedinginan saat berkemah di Gunung Bromo.
Bayu keturunan keluarga pengusaha.
Bian ketagihan seblak sejak kuliah.
Kucing ketakutan saat petir mulai bergemuruh.
Barang belanjaan kakak ketinggalan di swalayan.
Itulah penjelasan mengenai kalimat pasif. Semoga informasi ini menambah wawasan kita dalam mempelajari kaidah bahasa Indonesia.
Baca juga : 20 Contoh Soal Passive Voice Bahasa Inggris dan Jawabannya
(MSD & ANM)
