News
·
12 Maret 2021 18:59

Kearifan Lokal: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Bentuknya di Indonesia

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Kearifan Lokal: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Bentuknya di Indonesia (108148)
Ilustrasi kearifan lokal. Foto: Unsplash
Kearifan lokal adalah pandangan hidup oleh masyarakat lokal yang merupakan hasil proses adaptasi turun temurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan alam tempat mereka tinggal.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII oleh Maryati, Kun dan Juju Suryawati (2017), kearifan berasal dari kata arif (wisdom) yang berarti kebijaksanaan dan lokal (local) yang artinya setempat.
Jadi, kearifan lokal atau wisdom local dapat diartikan sebagai gagasan atau pandangan hidup yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Nilai-nilai dalam kearifan lokal tersebut menjadi modal utama dalam membangun masyarakat tanpa merusak tatanan sosial dan lingkungan alam. Kearifan lokal merupakan produk budaya yang patut dijadikan pegangan hidup karena banyaknya nilai yang bisa diambil.
Lalu, apa saja ciri-ciri dan fungsi kearifan lokal? Bagaimana bentuk kearifan lokal di Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini.

Ciri-Ciri Kearifan Lokal

  • Mampu bertahan terhadap budaya luar.
  • Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar.
  • Mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli.
  • Mampu memberi arah pada perkembangan budaya.
ADVERTISEMENT

Fungsi Kearifan Lokal

  • Konservasi dan pelestarian sumber daya alam.
  • Mengembangkan sumber daya manusia.
  • Sebagai pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
  • Sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan.
  • Bermakna sosial, misalnya upacara daur pertanian.
  • Bermakna etika dan moral yang terwujud dalam Upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur.
  • Bermakna politik, misalnya dalam Upacara Nangkluk Merana dan kekuasaan patron client.

Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia

Kearifan Lokal: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Bentuknya di Indonesia (108149)
Batik sebagai kearifan lokal wujud nyata (tangible). Foto: Unsplash
Bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada dalam masyarakat Indonesia berupa nilai, norma, kepercayaan, dan aturan-aturan khusus. Namun, bentuk-bentuk tersebut dapat diklasifikan menjadi dua jenis, yaitu:
  • Wujud Nyata (Tangible)
  1. Tekstual, yaitu aturan yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Contohnya, sistem nilai dan tata cara.
  2. Bangunan/arsitektural, contohnya terdapat dalam seni arsitektur rumah adat suku-suku di Indonesia.
  3. Benda cagar budaya/tradisional (karya seni), contohnya patung, senjata, alat musik, dan tekstil.
ADVERTISEMENT
  • Tidak Berwujud (Intangible)
Merupakan bentuk kearifan lokal yang hanya disampaikan secara verbal. Contohnya adalah petuah, nyanyian, pantun, dan cerita yang mengandung nilai-nilai ajaran tradisional.
(ADS)