Konten dari Pengguna

Lafadz Adzan Subuh dan Jawabannya untuk Dihafalkan Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muazin mengumandangkan adzan, Sumber: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Muazin mengumandangkan adzan, Sumber: Flickr

Adzan adalah panggilan ibadah bagi umat Islam untuk menunaikan salat fardu. Ada bacaan yang dilafalkan sebelum dan setelah azan berkumandang, termasuk pada saat adzan Subuh.

Azan dikumandangkan oleh seorang muazin dari masjid atau musala setiap memasuki lima waktu salat. Azan harus dikumandangkan dengan bahasa Arab. Karena itulah orang yang bertugas sebagai muazin harus menghafalkan lafaznya.

Khusus untuk adzan Subuh, terdapat lafaz tambahan yang harus dikumandangkan muazin, yaitu “Ash-Shalaatu khairum-minannaum”. Setiap Muslim juga dianjurkan tidak tinggal diam ketika mendengar azan, hal ini dijelaskan dalam hadis sebagai berikut:

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – إِذَا سَمِعْتُمْ اَلنِّدَاءَ, فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ اَلْمُؤَذِّنُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian mendengar azan, ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 611 dan Muslim, no. 383]

Lafadz Adzan Subuh

Mukmin menunggu adzan, Sumber: Flickr

Berikut adalah bacaan adzan Subuh, mulai dari tulisan arab, latin hingga artinya yang dikutip dari laman NU Online.

Bacaan Adzan Subuh Arab

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

للهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Bacaan Adzan Subuh Latin

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Asyhadu allaa ilaaha illallah, Asyhadu allaa ilaaha illallah

Asyhadu anna muhammadar rosuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rosuulullah

Hayya ‘alash shalaah, Hayya ‘alash shalaah

Hayya ‘alal falaah, Hayya ‘alal falaah

Ash-Shalaatu khairum-minannaum, Ash-Shalaatu khairum-minannaum

Allahu akbar, Allahu akbar laa ilaaha illallah

Arti Bacaan Adzan Subuh

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Aku Bersaksi Tiada Tuhan selain Allah

Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah

Marilah laksnakan salat

Marilah menuju ke kejayaan

Salat lebih baik daripada tidur

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan Selain Allah

Jawaban Adzan Subuh

Ilustrasi berdoa usai melaksanakan salat Subuh. Foto: Pexels.com

Ketika mendengar azan berkumandang, disunahkan untuk menjawab azan tersebut sebagaimana yang diucapkan muazin. Namun, berbeda saat muazin mengumandangkan "Hayya alash-shalah", "Hayya alal falah".

Saat kalimat tersebut dikumandangkan, disunahkan untuk menjawabnya dengan “La haula wa la quwwata bila billahil ‘aliyyil azhim” yang artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Riwayat Muslim,

وَلِمُسْلِمٍ: – عَنْ عُمَرَ فِي فَضْلِ اَلْقَوْلِ كَمَا يَقُولُ اَلْمُؤَذِّنُ كَلِمَةً كَلِمَةً, سِوَى اَلْحَيْعَلَتَيْنِ, فَيَقُولُ: “لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاَللَّهِ”

Dalam riwayat Muslim dari Umar radhiyallahu ‘anhu tentang keutamaan mengucapkan kalimat sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kalimat demi kalimat kecuali hayya ‘alash shalaah dan hayya ‘alal falaah, maka hendaknya mengucapkan “laa hawla wa laa quwwata illa billah”. [HR. Muslim, nomor 385]

Selanjutnya, menurut buku Panduan Lengkap Belajar Shalat untuk Anak karya Nurul Ihsan, saat muazin mengucapkan “Ashalatu khairum minam-naum” pada adzan Subuh, lafaz untuk menjawabnya adalah sebagai berikut:

“Shadaqta wa bararta wa ana ‘ala dzalika minasy syahidin"

Artinya: “Benarlah engkau dan baguslah ucapanmu dan saya termasuk orang-orang yang menyaksikan kebenaran itu.”

Keutamaan Menjawab Adzan

Ilustrasi keutamaan menjawab adzan. Foto: Pexels.com
  • Masuk surga bagi orang yang menjawab azan dari hati

Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ “

Artinya:

Ketika muazin mengumandangkan, Allahu akbar.. Allahu akbar. Lalu kalian menjawab: Allahu akbar.. Allahu akbar.

Kemudian muazin mengumandangkan, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah.. Lalu kalian menjawab, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah.. dan seterusnya hingga akhir azan.

Barang siapa yang mengucapkan itu dari dalam hatinya maka akan masuk surga. (HR. Muslim 385, Abu Daud 527 dan yang lainnya).

  • Diampuni dosanya

Dari Sa’d bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ: وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلامِ دِينًا، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

Barangsiapa yang ketika mendengar azan dia mengucapkan,

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلامِ دِينًا

Saya juga bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada seukut baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku rida Allah sebagai Rabbku, Muhamamd sebagai Rasul, dan Islam sebagai agamaku. Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni. (HR. Ahmad 1565, Muslim 386 dan yang lainnya)

  • Allah akan memberi selawat baginya 10 kali

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوامِثْلَ مَا يَقُولُ ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Apabila kalian mendengar muazin, jawablah azannya. Kemudian bacalah selawat untukku. Karena orang yang membaca selawat untukku sekali maka Allah akan memberikan selawat untuknya 10 kali.” (HR. Muslim 384)

Itu dia penjelasan mengenai adzan Subuh, mulai dari bacaan Arab, latin, arti, jawaban, dan keutamaan menjawab azan. Semoga bermanfaat!

(ADB) dan (ZHR)