Konten dari Pengguna

Mengenal Sidratul Muntaha, Tujuan Akhir Rasulullah SAW saat Isra Miraj

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sidratul Muntaha. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sidratul Muntaha. Foto: Unsplash

Sidratul Muntaha adalah tempat yang menjadi tujuan akhir Rasulullah SAW saat melakukan perjalanan Isra Miraj. Isra Miraj sendiri merupakan perjalanan spiritual Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Dalam peristiwa Isra Miraj, hanya Nabi Muhammad yang bisa mengunjungi Sidratul Muntaha. Bahkan, malaikat Jibril yang menemani perjalanannya pun tidak dapat mengunjunginya.

Di Sidratul Muntaha, Rasulullah diberi kesempatan untuk bertemu Allah SWT dan berdialog langsung dengan-Nya. Saat itulah Allah memerintahkan Rasulullah dan umat Muslim untuk menjalankan sholat sebagai ibadah wajib.

Lalu, apa itu Sidratul Muntaha sebenarnya dan bagaimana wujudnya?

Baca juga: Kapan Isra Miraj 2023? Ini Tanggalnya Menurut Kalender Hijriah

Apa Itu Sidratul Muntaha?

Ilustrasi Isra Miraj. Foto: Pixabay

Sidrah adalah nama sebatang pohon yang tumbuh di atas langit ketujuh, yakni tempat terakhir yang dikunjungi oleh para malaikat. Sedangkan, muntaha merupakan daerah tempat tumbuhnya. Dinamakan demikian karena itulah batas yang tidak bisa dicapai oleh semua makhluk.

Dijelaskan dalam buku Mengasah Intuisi Sebuah Perenungan Tasawuf oleh Ahmad Mufid AR, Sidratul Muntaha adalah pohon kehidupan, yakni sejenis pohon bidara yang menjadi ruang pertemuan antara Allah dengan para makhluk-Nya.

Saat Allah menghendaki hamba-Nya bertemu dengan-Nya, Dia akan menemuinya di sekitar Sidratul Muntaha. Hingga kini, satu-satunya manusia yang pernah mengunjungi Sidratul Muntaha dan bertemu dengan Allah hanyalah Nabi Muhammad SAW.

Keindahan Sidratul Muntaha tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad mengatakan bahwa pohon tersebut memiliki daun yang besar layaknya telinga gajah.

Begitu pula buahnya yang besar-besar seperti tempayan dari batu. Setiap kali beliau merespons perintah Allah, bentuk Sidratul Muntaha tampak berubah-ubah.

Di sekitar Sidratul Muntaha terdapat empat sungai. Dua sungai tampak nyata, sementara dua sungai lainnya tampak samar. Jibril berkata, “Dua sungai yang tampak samar adalah sungai dalam surga, sedang dua yang tampak nyata adalah Sungai Nil dan Sungai Efrat.

Dalam riwayat lain dikatakan, Sidratul Muntaha diselimuti semacam permadani dari emas. Kemudian, lingkaran batangnya tidak dapat ditempuh dalam waktu 70 tahun.

Asma binti Abu Bakar mengatakan bahwa Nabi SAW menyatakan, “Orang yang menunggang (kuda atau unta) baru dapat memutari bayangannya selama seratus tahun, atau bayangannya dapat menaungi seratus penunggang (kuda atau unta) yang berjalan beriringan. Di rantingnya terdapat banyak sangkar burung dari emas, dan buahnya seperti tempayan besar dari batu.” (HR. At-Tirmidzi)

Baca juga: Kisah Isra Miraj, Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW Ke Sidratul Muntaha

Letak Sidratul Muntaha

Ilustrasi SIdratul Muntaha. Foto: Unsplash

Ada perbedaan pendapat mengenai letak Sidratul Muntaha. Mengutip buku Isra Miraj oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Jalaluddin As-Suyuti, dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud, dijelaskan bahwa Sidratul Muntaha berada di langit ketujuh.

Sedangkan, hadits yang diriwayatkan dari Anas menyebutkan dengan tegas bahwa pohon kehidupan tersebut terdapat di langit ketujuh. Sebab, setelah Rasulullah menyebutkan langit ketujuh, beliau bercerita, “Kemudian Jibril mengajakku menuju (pohon) Sidratul Muntaha.

Hadits itulah yang menjadi pegangan mayoritas ulama. Jumhur ulama dan sebagian umat Muslim meyakini bahwa Sidratul Muntaha adalah tempat terakhir yang diketahui para nabi dan malaikat yang terletak di langit ketujuh.

(ADS)

Baca juga: 3 Perbedaan Isra dan Mi’raj yang Dialami Nabi Muhammad SAW

Frequently Asked Question Section

Siapa yang bisa ke Sidratul Muntaha?

chevron-down

Hingga kini, satu-satunya manusia yang pernah mengunjungi Sidratul Muntaha adalah Nabi Muhammad SAW.

Apakah Sidratul Muntaha itu pohon?

chevron-down

Sidratul Muntaha adalah pohon kehidupan, yakni sejenis pohon bidara yang menjadi ruang pertemuan antara Allah dengan para makhluk-Nya.

Di mana letak pohon Sidratul Muntaha?

chevron-down

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Sidratul Muntaha berada di langit ketujuh.