Konten dari Pengguna

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi BAB Berdarah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengatasi BAB berdarah. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengatasi BAB berdarah. Sumber: Pexels

Buang air besar (BAB) berdarah adalah kondisi kesehatan tubuh yang berkaitan dengan berbagai penyakit. Maka, penting bagi kita untuk mengetahui cara mengatasi BAB berdarah yang tepat.

BAB berdarah umumnya merupakan gejala dari kondisi wasir, fisura anus, penyakit radang usus, bisul hingga kanker kolorektal. Jika tidak diatasi dengan cepat dan tepat, pendarahan anus ini bisa menjadi kondisi medis yang sangat serius.

Cara Mengatasi BAB Berdarah yang Harus Diketahui

Ilustrasi cara mengatasi BAB berdarah. Sumber: Pexels

Mengutip laman Cleveland Clinic, dalam kebanyakan kasus, BAB berdarah dapat diobati dengan mengetahui penyebab pendarahan. BAB berdarah seringkali merupakan bagian dari masalah kesehatan yang lebih besar.

Setelah permasalahan diobati, pendarahan saat BAB akan berhenti. Pilihan pengobatan dapat bervariasi tergantung dari kondisi kesehatan dan penyebab pendarahan pada setiap orang.

Kondisi seperti fisura anus dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan waktu atau diobati dengan salep. Wasir adalah penyebab umum lain dari pendarahan dubur yang dapat diobati dengan menyelesaikan masalah sembelit.

Baca Juga: 7 Cara Melancarkan BAB yang Efektif Tanpa Obat

Pendarahan saat BAB juga dapat diobati dengan mengubah pola makan dan memperbaiki asupan air hingga menjalankan operasi jika dibutuhkan. Jika penyebab BAB berdarah adalah kondisi medis akut seperti kanker, perawatannya tidak bisa ditangani sendiri.

Tenaga medis dan dokter spesialis akan merencanakan perawatan khusus untuk mengobati kondisi medis akut tersebut seperti mengangkat tumor pada kanker. Kondisi BAB berdarah pun akan mereda seiring dengan berjalannya pengobatan.

Maka itu, penting bagi kita untuk berkonsultasi pada dokter atau tenaga medis terkait jika mengalami BAB berdarah. Penanganan tidak dapat ditunda demi mencegah berkembangnya penyakit lain yang lebih berbahaya.

Gejala BAB Berdarah

Tak hanya adanya darah pada kotoran saat buang air, gejala BAB berdarah lainnya dapat bervariasi. Gejala lain tentu tergantung pada apa yang menyebabkan perdarahan dan kondisi kesehatan setiap orang. Berikut di antaranya:

  • Merasakan nyeri atau tekanan pada anus.

  • Melihat darah merah cerah di dalam atau di bangku toilet, pakaian dalam, tisu toilet, atau di handuk.

  • Memiliki feses berwarna merah, merah marun atau hitam.

  • Merasa pusing atau mual.

  • Tubuh terasa lemas hingga pingsan.

Baca Juga: 5 Penyebab BAB Berdarah saat Hamil

(ALS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang menyebabkan BAB berdarah?

chevron-down

BAB berdarah umumnya merupakan gejala dari kondisi wasir, fisura anus, penyakit radang usus, bisul hingga kanker kolorektal.

Bagaimana cara mengatasi BAB berdarah karena wasir?

chevron-down

BAB berdarah akibat wasir dapat diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan untuk sembelit.

Apakah BAB berdarah berbahaya?

chevron-down

Pada kebanyakan kasus, BAB berdarah tidak berbahaya. Namun, BAB berdarah bisa terjadi akibat adanya kanker kolorektal.