Konten dari Pengguna

Proses Daur Hidup Cacing Hati pada Sapi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daur hidup cacing hati. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daur hidup cacing hati. Foto: Unsplash

Cacing hati atau Fasciola hepatica termasuk dalam anggota Trematoda (cacing isap) dari filum Platyhelminthes. Disebut sebagai cacing isap karena memiliki alat penghisap yang terdapat pada mulut di bagian anterior tubuhnya. Cacing ini hidup di hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah hewan.

Dihimpun dari buku Biologi Jilid 1 oleh Diah Aryulina, dkk., cacing hati mengambil makanannya dengan cara menempel pada inang dan menggunakan alat isapnya. Makanan yang dihisapnya berupa jaringan atau cairan tubuh inangnya.

Cacing hati kerap ditemukan pada hewan ternak, salah satunya sapi. Serangan cacing hati pada hewan ternak ini berdampak buruk pada perekonomian. Sapi perah sering kali mati jika terkena parasit ini, pertumbuhan sapi terhambat, konversi pakan rendah, dan produksi susu serta reproduksi ikut terganggu.

Cacing hati mempunyai panjang 2,5-3 cm dan lebar 1-1,5 cm dengan tubuh yang ditutupi oleh kutikula sebagai pelindung tubuh. Daur hidup cacing hati cukup kompleks sebab melibatkan dua inang, yakni inang utama dan inang perantara.

Lantas, bagaimana daur hidup cacing hati pada sapi? Simak penjelasannya berikut ini.

Daur Hidup Cacing Hati

Ilustrasi daur hidup cacing hati pada sapi. Foto: Pixabay

Daur hidup cacing hati terdiri dari fase seksual dan aseksual. Fase seksual terjadi saat cacing hati dewasa berada di dalam tubuh inang utama. Sementara fase aseksual dengan membelah diri terjadi saat larva berada di dalam tubuh inang perantara.

Dikutip dari buku Budi Daya Sapi Perah Jilid 2 oleh Budi Tri Akoso, daur lengkap dari cacing hati memerlukan kehadiran siput sebagai induk semang perantara yang biasa berada di tempat-tempat yang lembap atau basah. Berikut daur hidup cacing hati pada sapi:

  1. Telur akan keluar bersama dengan kotoran sapi.

  2. Telur berkembang menjadi larva bersilia atau mirasidium.

  3. Mirasidium akan masuk ke dalam tubuh siput (lymnaea sp) dan menjadi sporosista.

  4. Sporosista akan berkembang menjadi redia.

  5. Redia akan berkembang menjadi serkaria.

  6. Serkaria akan keluar dari tubuh siput dan berubah menjadi metaserkaria yang dapat menempel pada rumput.

  7. Jika sapi memakan rumput yang didiami oleh metaserkaria, ini akan berkembang di hati sapi hingga menjadi cacing dewasa.

  8. Setelah itu cacing dewasa akan melakukan proses pembuahan dan menghasilkan telur. Kemudian daur hidup akan berproses kembali.

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Mengapa cacing hati termasuk ke dalam anggota trematoda?

chevron-down

Sebab cacing hati tergolong cacing isap karena memiliki alat penghisap yang terdapat pada mulut di bagian anterior tubuhnya.

Bagaimana cara cacing hati makan?

chevron-down

Cacing hati mengambil makanannya dengan cara menempel pada inang dan menggunakan alat isapnya. Makanan yang dihisapnya berupa jaringan atau cairan tubuh inangnya.

Bagaimana ciri-ciri fisik cacing hati?

chevron-down

Cacing hati mempunyai panjang 2,5-3 cm dan lebar 1-1,5 cm dengan tubuh yang ditutupi oleh kutikula sebagai pelindung tubuh.