Surat Al Furqan Ayat 67: Arab, Latin, Arti, dan Isi Kandungannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk hidup dalam kesederhanaan dan tidak bertindak secara berlebihan, termasuk dalam menggunakan hartanya. Perintah ini telah tertulis langsung dalam Al Quran, tepatnya pada surat Al Furqan ayat 67.
Surat Al Furqan merupakan surat ke-25 dalam kitab suci Al-Quran. Surat ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Nama Al Furqan diambil dari ayat pertama surat ini yang memiliki arti pembeda.
Lalu, bagaimana bacaan surat Al Furqan ayat 67? Apa isi kandungan dari ayat tersebut? Selengkapnya, simak penjelasan berikut.
Baca juga: Makna dan Isi Kandungan Surat Al Furqan Ayat 74
Bacaan Surat Al Furqan ayat 67
Berikut bacaan surat Al Furqan ayat 67 dilengkapi dengan latin dan artinya.
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Wallaziina izaaa anfaquu lam yusrifuu wa lam yaqturuu wa kaana baina zaalika qawaamaa.
Artinya: “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.”
Baca juga: Al Furqan Ayat 63: Ciri Hamba Allah Yang Maha Pengasih
Isi Kandungan Surat Al Furqan Ayat 67
Mengutip buku Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi oleh Dr. H. Azhari Ahmad Tarigan, M.Ag. (2012), surat Al Furqan ayat 67 memiliki keterkaitan yang erat dengan istilah al-iqtishad dan al-muqtashid.
Kedua kata tersebut mengandung mengandung arti penghematan dan tidak berlebih-lebihan. Artinya, ayat ini mengajarkan umat Muslim untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam membelanjakan harta mereka.
Sementara itu, dikutip dari jurnal berjudul Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Surat Al-Furqon Ayat 63-67 oleh Umi Rochmatul Ummah (2017), dalam tafsir al-Maraghi dan tafsir An-nuur, keduanya menuliskan bagaimana sifat seorang mukmin dalam membelanjakan dan menggunakan harta yang dimilikinya seperti yang telah Allah wahyukan dalam ayat tersebut.
Hamba Allah yang benar-benar mukmin tidak akan melampaui batas atau berlebihan dalam mengeluarkan hartanya. Mereka juga tidak berlaku kikir terhadap diri sendiri maupun keluarga. Mereka mengeluarkan nafkah secara seimbang, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.
Tak sampai di situ, ayat ini juga berisi anjuran Rasulullah supaya umatnya berhemat dalam mengelola harta yang dimiliki. Seseorang dengan harta yang dapat mencukupi kebutuhannya agar menyisihkan sebagian harta itu untuk menjalankan amalan sunnah.
Misalnya seperti berinfak tetapi tetap dalam batasan yang wajar dan tidak berlebihan, disesuaikan dengan kondisi masing-masing serta situasi yang dihadapi.
(ADS)
Baca juga: Kumpulan Dalil tentang Anjuran Berhemat agar Berkah di Dunia dan Akhirat
Frequently Asked Question Section
Al-Furqan surat keberapa?

Al-Furqan surat keberapa?
Surat Al Furqan merupakan surat ke-25 dalam kitab suci Al-Quran.
Apa arti dari surat Al-Furqon ayat 67?

Apa arti dari surat Al-Furqon ayat 67?
Secara garis besar, ayat ini mengajarkan umat Muslim untuk hidup sederhana.
Bagaimana cara membelanjakan harta berdasarkan surat Al-Furqan ayat 67?

Bagaimana cara membelanjakan harta berdasarkan surat Al-Furqan ayat 67?
Ayat ini juga berisi anjuran Rasulullah supaya umatnya berhemat dalam mengelola harta yang dimiliki.
