Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Istisqo untuk Minta Hujan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat istisqo. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat istisqo. Foto: Unsplash

Umat Islam perlu mengetahui tata cara sholat istisqo supaya dapat dipraktikkan ketika keadaan mendesak. Salat istisqo sendiri adalah salat meminta hujan dapat dilakukan ketika suatu daerah mengalami kemarau berkepanjangan.

Salat istisqo atau istisqa artinya meminta curahan air penghidupan atau thalab al-saqaya. Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), hukum dari salat meminta hujan menurut para ulama adalah sunah muakkad, yaitu amalan yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat.

Tata cara sholat istisqo mirip dengan salat Idul Fitri. Amalan ini pernah dipraktikkan di zaman Rasulullah SAW dan dijelaskan dalam beberapa hadis.

Latar Belakang Sholat Istisqo

Ilustrasi sholat istisqo. Foto: Unsplash

Jika suatu daerah mengalami kekeringan karena tak kunjung turun hujan dan mengancam penghidupan tumbuhan, hewan, dan manusia di sana, maka salat ini dapat dilakukan. Dikutip dari laman MUI, Abu Hurairah RA meriwayatkan tentang salat meminta hujan sebagai berikut:

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلَا أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ ثُمَّ خَطَبَنَا وَدَعَا اللَّهَ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ ثُمَّ قَلَبَ رِدَاءَهُ فَجَعَلَ الْأَيْمَنَ عَلَى الْأَيْسَرِ وَالْأَيْسَرَ عَلَى الْأَيْمَنِ

Arti: "Nabi Muhammad Saw keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rakaat bersama kita tanpa adzan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah Swt dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya". (HR. Imam Ahmad)

Dari hadis ini, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan salat Istisqa. Hadis ini pun menjelaskan sekilas tentang tata cara salat meminta hujan, yang kemudian diperkuat dengan riwayat hadis lainnnya.

Baca juga: Tata Cara Qurban sesuai Syariat Islam

Tata Cara Sholat Istisqo

Ilustrasi sholat istisqo. Foto: Unsplash

Dirangkum dari NU Online dan buku Kitab Shalat Empat Mazhab oleh Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri (2010), berikut tata cara sholat istisqo sesuai petunjuk dari Rasulullah SAW:

  1. Jamaah berkumpul di tanah lapang untuk melaksanakan salat.

  2. Jamaah membaca niat salat tanpa didahului azan

  3. Salat terdiri dari dua rakaat, meliputi rakaat pertama yang terdiri dari takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rakaat kedua yang terdiri dari takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.

  4. Khotbah sebanyak dua atau satu kali, sebelum atau setelah salat. Diutamakan untuk khotbah setelah salat selesai.

  5. Sebelum masuk khotbah pertama, khatib membaca istighfar sebanyak sembilan kali.

  6. Sebelum masuk khotbah kedua, khatib membaca istighfar sebanyak tujuh kali.

  7. Perbanyak doa dalam khutbah kedua.

  8. Khotbah berisi ajakan bagi umat Islam untuk bertaubat, meminta pengampunan dosa, dan memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya di saat kemarau panjang.

(TAR)

Baca juga: Pengertian Hadist dalam Islam dan Fungsinya