3 Alasan Kurikulum Harus Berubah dalam Pendidikan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa kurikulum harus berubah? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh wali murid saat terjadi perubahan kurikulum.
Kurikulum adalah sejumlah pelajaran yang harus diselesaikan siswa. Kurikulum disusun sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan pemerintah dan sekolah.
Mengapa Kurikulum Harus Berubah? Ini 3 Alasannya
Inovasi dan pengembangan kurikulum harus dilakukan seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Berdasarkan buku Memotret Realita, Guru SMK Eksak (2019:157), 3 alasan mengapa kurikulum harus berubah adalah sebagai berikut:
Kurikulum perlu berubah untuk mempersiapkan generasi sekarang, agar mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia. Perubahan tuntutan masa depan harus disesuaikan dengan kurikulum.
Perubahan kurikulum merupakan keharusan. Kualitas pendidikan Indonesia sudah sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Perubahan kurikulum dilakukan untuk mengatasi ketertinggalan Indonesia.
Kurikulum baru diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi tinggi, dan daya pikir analitis yang handal.
5 Prinsip Umum dalam Pengembangan Kurikulum
Prinsip-prinsip umum yang digunakan dalam pengembangan kurikulum, antara lain:
1. Prinsip Relevan
Pada prinsip relevan, kurikulum harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat, serta bermanfaat untuk masa depan. Prinsip relevan terdiri atas 2 jenis, yaitu.
Relevansi internal. Kurikulum memiliki keserasian antara komponen, isi, materi, dan strategi, atau metode yang digunakan sebagai alat penilaian.
Relevansi eksternal. Kurikulum memiliki keserasian antar tujuan, isi, dan proses belajar siswa, dengan kebutuhan dan tuntutan di masyarakat.
2. Prinsip Fleksibilitas
Pada prinsip fleksibilitas, kurikulum harus bersifat lentur atau fleksibel, yaitu dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Makna prinsip fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum antara lain sebagai berikut.
Kegiatan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat, seperti tersedianya personel dan fasilitas.
Kurikulum yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah yang menerapkan, tanpa melakukan perubahan tentang tujuan pendidikan yang harus dicapai.
3. Prinsip Kontinuitas
Pada prinsip kontinuitas atau kesinambungan, kurikulum memiliki kaitan antar materi pelajaran, di berbagai jenjang dan jenis program pendidikan.
4. Prinsip Praktis
Prinsip praktis juga bisa disebut prinsip efisiensi. Pada prinsip ini, kurikulum harus mudah dilaksanakan dengan alat-alat yang sederhana, serta biaya yang cukup murah.
5. Prinsip Efektifitas
Pada prinsip efektifitas, pencapaian tujuan kurikulum dilakukan secara sistematis, bertahap, cermat, dan berorientasi pada tujuan pembelajaran.
Baca juga: Makna Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Pembelajaran
Mengapa kurikulum harus berubah? Alasannya adalah untuk mempersiapkan generasi muda, agar mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia.(DK)
