Alasan Mengapa Banten Memisahkan Diri dari Jawa Barat

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
27 Oktober 2023 20:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Mengapa Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, sumber: unsplash/AfifRamdhasuma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, sumber: unsplash/AfifRamdhasuma
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mengapa Banten memisahkan diri dari Jawa Barat? Masyarakat Banten telah memiliki niat untuk memisahkan diri dari Jawa Barat sejak tahun 1950 dan masa Orde Baru.
ADVERTISEMENT
Hanya saja, perjuangan tersebut selalu menemui kendala. Usai reformasi, Banten akhirnya mendapatkan momentum yang tepat untuk memisahkan diri dari Jawa Barat. Lalu, daerah ini secara resmi menjadi wilayah provinsi tersendiri pada 4 Oktober 2000.

Mengapa Banten Memisahkan Diri dari Jawa Barat

Ilustrasi Mengapa Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, sumber: unsplash/KelseyKnight
Mengapa Banten memisahkan diri dari Jawa Barat? Mengutip buku Banten dalam Perspektif Konseling, Yanwar Pribadi (2018), Banten merupakan provinsi pertama hasil pemekaran usai reformasi.
Era tersebut semakin mempercepat proses terbentuknya Banten sebagai provinsi yang mandiri dan terpisah dari induknya, yakni Jawa Barat. Beberapa alasan Banten memisahkan diri di antaranya sebagai berikut:

1. Mendukung Pemerataan Pembangunan

Salah satu penyebab dibentuknya Provinsi Banten yaitu ketidakmampuan Jawa Barat dalam melakukan pemerataan pembangunan.
Padahal, pemasukan dari Banten cukup baik, terutama dari kawasan industri di Tangerang dan Cilegon. Keinginan untuk menaikkan status wilayahnya tersebut pertama kali muncul tahun 1953.
ADVERTISEMENT
Kemunculan niat tersebut berhubungan dengan dianugerahkannya status keistimewaan pada Daerah Istimewa Yogyakarta dan disusul dengan tuntutan yang sama pada wilayah Aceh. Masyarakat Banten menilai bahwa daerahnya juga mempunyai keistimewaan, yakni tidak pernah menyerah terhadap Belanda.

2. Daerah Banten Sangat Luas

Jika dilihat dari segi lahan, Banten memiliki wilayah yang sangat luas. Daerah ini membentang dari Ujung Kulon, Serang, hingga Tangerang yang berbatasan dengan Jakarta.
Tentu saja, Jawa Barat merasa kewalahan dalam mengurus area seluas tersebut. Oleh karena itu, Banten memilih untuk mengurus daerahnya sendiri.

3. Perbedaan Kultur

Perbedaan budaya juga menjadi alasan pisahnya Banten dengan Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat merupakan bagian dari Sunda Priangan.
Identitas Priangan baru mencuat usai kerajaan-kerajaan Hindu Sunda mengalami keruntuhan. Adapun masyarakat Banten lebih dominan dengan masyarakat Sunda Banten. Kelompok masyarakat tersebut muncul saat berdirinya kesultanan Banten.
ADVERTISEMENT
Alhasil, daerah tersebut memisahkan orang-orang Sunda yang ada di sana dengan orang-orang Sunda lainnya, termasuk Priangan. Itulah sebabnya, orang-orang Banten meminta untuk dipisahkan dari provinsi Jawa Barat.
Alasan mengapa Banten memisahkan diri dari Jawa Barat cukup kompleks. Beberapa alasan tersebut yaitu kurangnya pemerataan pembangunan, wilayahnya yang sangat luas, serta perbedaan kultur dengan provinsi lamanya, Jawa Barat. (DLA)