Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Mandi Besar atau Adus sesuai Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi mandi besar atau adus, sumber gambar: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi mandi besar atau adus, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Doa mandi besar atau adus adalah salah satu doa yang dibaca ketika seorang muslim melakukan mandi wajib untuk menghapus hadast besar. Mandi besar disebut juga mandi yang dilakukan saat dalam kondisi junub.

Hakikat mandi ialah mengguyur seluruh tubuh menggunakan air dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dalam melakukan mandi besar, tidak satu celah tubuh pun yang boleh terlewatkan.

Hal ini mengacu pada pengertian mandi besar atau janabat yang merupakan suatu aktivitas mengalirkan air ke seluruh permukaan kulit badan dengan niat untuk menghilangkan hadast besar.

Baca juga: Apakah Keputihan Harus Mandi Wajib? Ini Penjelasannya

Bacaan Doa Mandi Besar atau Adus

ilustrasi membaca doa mandi besar atau adus. Foto: Billion Photos/Shutterstock

Doa mandi besar atau adus perlu dibaca saat hendak melakukan mandi junub. Berikut bacaan doanya:

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardlan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardlu karena Allah ta’ala.

Pada dasarnya, doa mandi besar atau adus dapat dibaca dalam Bahasa Arab, bahasa Indonesia maupun bahasa daerah masing-masing.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk menerapkan bacaan doa yang dijelaskan di atas agar ilmu yang Anda miliki seputar fiqih thaharah juga semakin lebih baik.

Sunnah Mandi Besar atau Adus

ilustrasi smandi besar atau adus, umber gambar: https://www.freepik.com/

Terdapat beberapa sunnah mandi besar atau adus ajaran Rasulullah SAW yang bernilai pahala jika diamalkan. Berikut di antaranya:

  • Membaca basmallah sebelum memulai mandi besar.

  • Berwudhu terlebih dahulu.

  • Menghadap kiblat.

  • Membasuh tubuh sebanyak tiga kali.

  • Mendahulukan bagian tubuh dari yang kanan ke yang kiri.

  • Menggosok keseluruhan tubuh dan tidak ada yang terlewatkan.

  • Membaca doa setelah mandi atau doa selesai wudhu.

Baca juga: Apakah Mandi Wajib Harus Pakai Sabun? Ini Penjelasannya

Rukun Mandi Wajib

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Olena Yakobchuk/Shutterstock

Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Zikir oleh Z.R. Rachman (2018: 45-46), ada beberapa rukun mandi wajib yang perlu dilaksanakan secara tertib, yaitu:

  • Niat.

  • Menyiramkan air ke seluruh tubuh dan mengalirkannya dari ujung rambut kepala sampai ujung kaki.

  • Membasuh ke sela-sela tubuh.

  • Menghilangkan kotoran atau najis yang menempel.

Penyebab Mandi Wajib

Ilustrasi ritual mandi. Foto: ElRoi/shutterstock

Mandi junub wajib dilakukan karena sebab-sebab tertentu. Dirangkum dari buku Fiqih oleh Udin Wahyudin dkk., berikut penyebab mandi wajib bagi umat Muslim:

1. Hubungan Suami Istri

Seorang Muslim yang melakukan hubungan suami istri, baik keluar mani maupun tidak harus mandi wajib. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah berikut:

"Apabila dua yang dikhitan bertemu, sesungguhnya telah diwajibkan mandi meskipun tidak keluar mani." (HR. Muslim)

2. Keluar Mani

Adanya mani yang keluar karena bermimpi maupun sebab lain, baik dengan sengaja atau tidak dan perbuatan sendiri atau bukan, juga menjadi penyebab seseorang harus mandi wajib.

3. Meninggal Dunia

Orang Islam yang meninggal dunia, hukumnya fardhu kifayah atas Muslim yang hidup untuk memandikannya. Ini dikecualikan apabila orang tersebut meninggal dalam keadaan syahid.

4. Haid

Setelah haid berhenti, wajib hukumnya bagi perempuan untuk melaksanakan mandi wajib. Dengan begitu, mereka dapat menunaikan kembali ibadah yang dilarang sewaktu haid, seperti sholat, puasa, dan membaca Alquran. Dalam sebuah riwayat dari Aisyah r.a. disebutkan:

"Fatimah binti Abu Hubaisy telah darang menemui Nabi SAW, lalu bertanya: 'Wahai Rasulullah, Aku adalah perempuan yang berdarah istihadah (yaitu darah penyakit), maka aku tidak suci. Adakah aku mesti meninggalkan sholat?' Lalu, Rasulullah bersabda: 'Darah tersebut adalah darah penyakit bukannya haid. Apabila kamu didatangi haid, hendaklah Kamu meninggalkan sholat. Apabila darah haid berhenti dari keluar, hendaklah kamu mandi dan mendirikan sholat.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Nifas

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim perempuan setelah melahirkan. Ini merupakan darah haid yang terkumpul karena tidak keluar sewaktu perempuan mengandung. Karena itu, perempuan yang telah berhenti dari nifasnya juga diharuskan mandi wajib.

(DLA)

Baca juga: 5 Penyebab Mandi Wajib Tidak Sah yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Frequently Asked Question Section

Kapan doa mandi wajib dibaca?
chevron-down

Doa mandi besar atau adus perlu dibaca saat hendak melakukan mandi junub.

Apa yang menyebabkan seseorang mandi wajib?
chevron-down

Beberapa penyebabnya, yaitu berhubungan suami istri, keluar mani, dan haid.

Mandi wajib apakah harus wudhu?
chevron-down

Wudhu merupakan sunnah mandi besar yang bernilai pahala jika dialakukan.