Perilaku yang Tidak Boleh Dikembangkan dalam Menghadapi Era Globalisasi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perilaku yang tidak boleh dikembangkan dalam menghadapi era globalisasi adalah mereka yang menolak perubahan. Globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan di dunia secara cepat.
Sikap dan perilaku masyarakat terhadap globalisasi dapat berbeda-beda. Ada yang menerima perubahan, menolak perubahan, dan tidak peduli terhadap perubahan.
Perilaku yang Tidak Boleh Dikembangkan dalam Menghadapi Era Globalisasi adalah Tertutup
Globalisasi merupakan proses meningkatnya saling ketergantungan masyarakat dunia. Perilaku yang tidak boleh dikembangkan dalam menghadapi era globalisasi adalah penolakan terhadap perubahan tersebut.
Globalisasi diartikan sebagai suatu proses masuknya ke lingkungan dunia. Adapun saluran yang mendukung tercapainya globalisasi antara lain:
Saluran pergaulan.
Saluran teknologi.
Saluran ekonomi.
Saluran media hiburan.
Dalam menghadapi globalisasi, diperlukan sikap dan persiapan yang tepat agar dapat menjadi subjek atau pelaku globalisasi, bukan hanya menjadi objek yang menerima akibat dari globalisasi.
Berdasarkan buku Yes! Sukses Taklukkan Ujian SMP/MTs yang disusun oleh Tim B First (2016:156), terdapat sikap positif dan negatif masyakarat dalam menghadapi era globalisasi.
Perilaku yang tidak boleh dikembangkan dalam menghadapi era globalisasi adalah sebagai berikut:
Tertutup dan waswas.
Acuh tak acuh.
Kurang selektif dalam menyikapi perubahan modernisasi.
Sedangkan sikap positif masyarakat yang menunjukkan bukti penerimaan masyarakat terhadap arus modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut:
Penerimaan secara terbuka.
Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif.
Adaptif.
Tidak meninggalkan unsur-unsur budaya asli.
Kooperatif terhadap hal yang positif.
Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh.
Sebagai bagian dari masyarakat dunia, bangsa Indonesia tidak dapat menghindar dari derasnya arus perubahan yang disebabkan oleh globalisasi. Hal tersebut bisa menjadi tantangan bagi eksistensi jati diri bangsa Indonesia.
Beberapa perilaku yang harus dikembangkan masyarakat agar jati diri bangsa tidak pudar tergerus arus globalisasi adalah sebagai berikut:
Menumbuhkan rasa bangga akan hasil kebudayaan sendiri.
Mensosialisasikan beragam hasil kebudayaan dari dalam negeri sendiri.
Memprogramkan upaya-upaya pemeliharaan dan pengembangan seni budaya daerah melalui seminar, lomba karya tulis, pagelaran seni budaya, atau pameran kebudayaan.
Membina mentalitas generasi muda dan para pelajar tentang pentingnya memelihara eksistensi jati diri bangsa.
Mengembangkan ciri-ciri sosial bangsa Indonesia.
Menyeleksi nilai-nilai asing yang masuk ke Indonesia.
Baca juga: 5 Contoh Sikap dalam Menghadapi Globalisasi.
Perilaku yang tidak boleh dikembangkan dalam menghadapi era globalisasi adalah sikap menolak dan tidak peduli terhadap perubahan. Masyarakat yang menerima perubahan tanpa adanya seleksi juga harus dihindari dalam era globalisasi.(DK)
