Mengenal Arti dan Teori Justifikasi serta Penjelasannya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan ini, kita mungkin sering melakukan justifikasi bahkan tanpa kita mengetahui dan menyadari arti justifikasi tersebut. Justifikasi adalah atau sebenarnya sering Anda lakukan dalam kegiatan sehari-hari.
Contohnya, Anda melakukan justifikasi bahwa beberapa orang adalah teman baik Anda. Anda memberikan klaim tersebut karena beberapa hal baik yang telah dilakukan teman Anda terhadap Anda.
Arti Justifikasi
Jika didasarkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti justifikasi adalah:
justifikasi/jus·ti·fi·ka·si/ n putusan (alasan, pertimbangan) berdasarkan hati nurani: salah satu -- menaikkan gaji pegawai adalah untuk memperbaiki pelayanan jasa publik;
Sedangkan menurut istilah, arti justifikasi adalah:
Justifikasi adalah menyediakan dasar, bukti, dan penalaran untuk meyakinkan orang lain (atau mengajak diri sendiri) bahwa suatu klaim atau pembenaran adalah benar (Thomas, 1973).
Justifikasi adalah argumen yang mendemonstrasikan kebenaran dari sebuah klaim yang menggunakan pernyataan yang telah diterima sebelumnya dan bentuk matematis dari penalaran (Sarumaha).
Justifikasi adalah pembuktian atau proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung hipotesis atau proposisi (Keraf).
Dari beberapa pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa justifikasi adalah suatu bentuk pernyataan pembenaran yang dilakukan oleh seseorang dengan berdasarkan penelitian atau alasan. Jadi, justifikasi dapat termasuk ke dalam metode ilmiah karena keyakinan, pengetahuan, pembuktian tersebut menyajikan fakta-fakta bukan berdasarkan argumen saja.
Aliran Teori Justifikasi
Dalam ilmu epistemologi, secara umum terdapat beberapa aliran teori justifikasi (pembenaran) yang terkenal, yaitu:
1. Fondasionalisme
Aliran fondasionalisme yaitu keyakinan terjustifikasi secara ilmiah jika dilandasi oleh fondasi yang kokoh, jelas, dan pasti benar. Fondasi tersebut dibagi menjadi dua bentuk yaitu fondasi apriori dan indrawi.
Fondasi dengan konsepsi apriori dalam justifikasi berdasarkan keyakinan dasar. Misalnya, pada matematika, Anda meyakini bahwa perkalian dengan nilai negatif jika bertemu dengan positif, maka hasilnya negatif.
Untuk fondasi indrawi adalah justifikasi yang didasarkan pada data-data indra yaitu pendengaran, penglihatan, dsb. Contohnya adalah Anda meyakini bahwa orang tersebut adalah pencuri karena dia melihat sendiri bahwa dia telah mengambil dompet seseorang.
2. Koherentisme
Koherentisme menyatakan bahwa keyakinan terjustifikasi benar jika bersesuaian dengan sistem keyakinan yang sebelumnya diterima benar. Maksudnya, tidak ada keyakinan dasar tapi berdasarkan sistem. Sebagai contoh, para ulama membentuk sistem keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.
Baca juga: Teori Komunikasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya
3. Mixed Theory
Teori ini merupakan teori campuran (mixed theory), yaitu penggabungan fondalisme dan koherentisme, sehingga didapatkan justifikasi yang sempurna karena saling melengkapi.
4. Internalisme
Teori ini menyatakan bahwa rasionalistas keyakinan atau pengetahuian seseorang bergantung pada faktor internal. Menurut teori internalisme, justigikasi hanya bisa ditemukan secara subjektif melalui pemikiran, keyakinan, atau pengalaman langsung individu itu sendiri.
5. Eksternalisme
Kebalikan dari teori internalisme, teori eksternalisme justru menyatakan bahwa ada faktor-faktor di luar kesadaran atau kontrol individu yang dapat memengaruhi ataupun membenarkan keyakinan seseorang.
Mengutip buku Epistemologi Kalam Adab Pertengahan oleh Wardani, teori ini berkaitan dengan dua hal, yaitu teori reliabilitas justifikasi dan teori penyebaban (causation).
Teori realibilitas justifikasi eksternal mengandalkan proses keilmuan sebagai proses yang dapat dipercaya. Sedangkan, teori penyebaban mengatakan bahwa suatu proposisi adalah benar jka membuat seseorang yakin akan kebenarannya.
Baca juga: Penjelasan Teori Maslow, Teori Dasar yang Mewakili Kebutuhan Manusia
Contoh Justifikasi dalam Berbagai Jenis Masalah
Agar lebih memahaminya, berikut contoh justifikasi dalam berbagai masalah yang dapat dipelajari.
1. Justifikasi Penelitian
Mengutip buku Metodologi Penelitian: Metode Penelitian Manajemen Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif tulisan Ari Dwi Astono, justifikasi penelitian merujuk pada alasan pentingnya penelitian masalah itu dilakukan.
Justifikasi penelitian menjelaskan manfaat yang diharapkan dari penelitian, masalah yang akan diselesaikan, atau kontribusi baru yang akan diberikan.
2. Justifikasi Anggaran
Ini merupakan kegiatan menjabarkan rincian biaya yang dihabiskan untuk mengadakan suatu kegiatan. Justifikasi anggaran umumnya berupa laporan anggaran dan bukti kuitansinya.
3. Justifikasi Proyek
Justifikasi proyek adalah penjelasan yang digunakan untuk membenarkan mengapa suatu proyek perlu dilaksanakan. Justifikasi ini mencakup penjelasan tentang kebutuhan proyek, manfaat yang diharapkan, serta alasan mengapa proyek itu dianggap layak dan penting dilakukan.
4. Justifikasi Hukum
Justifikasi hukum merujuk pada argumen untuk membenarkan suatu tindakan atau keputusan berdasarkan prinsip hukum. Misalnya saat hakim memutuskan, apakah dinyatakan bersalah berdasarkan bukti dan saksi yang ada.
(DNR)
Baca juga: Teori Differential Association dan Teori Penyimpangan Sosial Lainnya
Frequently Asked Question Section
Apa arti justifikasi menurut Thomas?

Apa arti justifikasi menurut Thomas?
Justifikasi adalah menyediakan dasar, bukti, dan penalaran untuk meyakinkan orang lain (atau mengajak diri sendiri) bahwa suatu klaim atau pembenaran adalah benar.
Apa saja teori justifikasi?

Apa saja teori justifikasi?
Di antaranya fondasionalisme, kherentisme, dan internalisme.
Apa yang dimaksud dengan teori internalisme?

Apa yang dimaksud dengan teori internalisme?
Teori ini menyatakan bahwa rasionalistas keyakinan atau pengetahuian seseorang bergantung pada faktor internal.
