Pengertian Bilangan Cacah dan Contohnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu materi dalam mata pelajaran matematika adalah bilangan cacah, yang diberi nama bilangan asli, bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan riil. Bagi kalian yang belum mengetahui pengertian dari bilangan cacah berikut ulasannya.
Pengertian Bilangan Cacah
Dikutip dari buku LIBAS AKM untuk SD/MI, Fitri Lianingsih (2020: 67) pengertian bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang nilainya tidak negatif yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5… dst.
Anggota bilangan ini didefinisikan sebagai himpunan bilangan asli yaitu 1, 2, 3, 4, 5 … dst di tambah 0. Ciri utama dari bilangan cacah adalah nilainya selalu positif dan memiliki angka 0.
Dalam notasi matematika bilangan ini biasanya disimbolkan dengan huruf C. hal ini untuk membedakannya dengan himpunan bilangan lain yang juga diberi simbol huruf spesifik misalnya :
C = bilangan cacah
N = bilangan asli
Z = bilangan bulat
Q = bilangan rasional
R = bilangan riil
Baca juga: Macam-macam Bilangan, Lengkap dengan Pengertian dan Contohnya
Contoh Bilangan Cacah
Mengutip buku Pembelajaran Matematika SD Kelas Tinggi, bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang nilainya tidak negatif. Contoh bilangan cacah dimulai dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
Anggota bilangan positif tersebut didefinisikan pula sebagai bilangan asli. Meski begitu, bilangan cacah dan bilangan asli memiliki sejumlah perbedaan. Apa saja?
Perbedaan Bilangan Cacah dan Bilangan Asli
Perbedaan bilangan cacah dan bilangan asli dapat dilihat dari pengertiannya. Seperti yang disebutkan, bilangan cacah merupakan himpunan bilangan bulat yang bukan bernilai negatif. Jadi, bilangan cacah dimulai dari nol.
Sedangkan, mengutip Buku Pintar Pelajaran SD/MI 5 in 1 oleh Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia, bilangan asli merupakan bilangan bulat positif. Namun, berbeda dengan bilangan cacah, bilangan asli dimulai dari angka 1 sampai dengan tak terhingga.
Baca juga: Contoh Soal Pola Bilangan Lengkap dengan Rumusnya
Penerapan Operasi Hitung Pada Bilangan Cacah
Berikut adalah contoh penerapan operasi hitung pada bilangan cacah:
1. Penjumlahan
Pada operasi hitung penjumlahan terdapat beberapa sifat yang biasa digunakan yaitu:
Sifat tertutup dimana penjumlahan sesame bilangan cacah menghasilkan bilangan cacah
Sifat komutatif atau pertukaran
Sifat asosiatif atau pengelompokkan
Sifat identitas yaitu penjumlahan dengan nol akan menghasilkan angka yang sama
2. Pengurangan
Pada operasi pengurangan bilangan cacah tidak memiliki sifat komutatif dan asosiatif. Jika angka di deban lebih besar maka pengurangan sesame bilangan cacah tetap menghasulkan bilangan cacah. Jika angka di depan lebih kecil pengurangan sesama bilangan cacah tidak menghasilkan bilangan yang sama karena hasilnya akan negatif.
3. Perkalian
Pada operasi perkalian terdapat beberapa sifat yaitu :
Sifat tertutup dimana perkalian sesama bilangan cacah menghasilkan bilangan cacah
Sifat komutatif atau pertukaran
Sifat asosiatif atau pengelompokan
Sifat distributive atau penyebaran
4. Pembagian
Pada operasi pembagian tidak memiliki sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Dimana pembagian bilangan cacah dengan faktornya adalah menghasilkan bilangan cacah.
Demikian pembahasan mengenai pengertian bilangan cacah dalam mata pelajaran matematika.
(WWN)
