Pengertian Variabel Penelitian dan Jenis-jenisnya

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Variabel penelitian adalah salah satu komponen penting dalam menyusun makalah penelitian. Lebih dari itu, variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang telah ditetapkan untuk dipelajari, sehingga diperoleh informasi yang nantinya dapat ditarik kesimpulan.
Untuk mengetahui pengertian dan jenis variabel penelitian lebih lanjut, simak penjelasannya masing-masing berikut ini.
Pengertian Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 2009, pengertian variabel penelitian adalah sebagai berikut:
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang bisa berbentuk apa saja, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Suatu variabel penelitian haruslah relevan dengan tujuan penelitian yang dilakukan dan juga dapat diamati dan diukur. Suatu variabel penelitian memiliki fungsi sebagai berikut:
Mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data dalam suatu penelitian
Mempersiapkan metode analisis atau pengolahan data
Menguji hipotesis
Berikut ini adalah hubungan dalam variabel penelitian:
Simetri, terdapat hubungan antar-variabel yang bersifat tidak saling memengaruhi (Non-kausalitas).
Asimetri, merupakan hubungan antar-variabel saat yang satu memengaruhi (independen) dan lainnya dipengaruhi (dependen atau kausalitas).
Resiprok, adalah hubungan antar-variabel yang sifatnya saling memengaruhi (kausalitas bolak-balik).
Jenis-jenis Variabel Penelitian
Berdasarkan fungsinya, jenis-jenis variabel penelitian dibedakan menjadi:
1. Variabel Independen
Variabel independen bebas disebut juga dengan variabel prediktor, stimulus, eksogen, atau variabel yang memengaruhi variabel lain. Variabel independen juga menjadi sebab atau berubahnya suatu variabel lain.
Istilah lain dari variabel independen, yakni variabel terikat. Contoh: “kebersihan toilet di mal” dapat memengaruhi variabel “kepuasan pengunjung mal”.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel independen. Jenis variabel ini juga disebut dengan variabel output, kriteria, konsekuen, dan variabel bebas.
3. Variabel Moderat
Variabel moderat merupakan variabel yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.
4. Variabel Intervening
Dalam buku Cara Mudah Memahami Metodologi Penelitian yang disusun oleh I Made Indra dan Ika Cahyaningrum, variabel intervening merupakan variabel antara atau penyela yang terletak di antara variabel independen dan dependen.
Inilah mengapa, variabel ini memengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dengan begitu, hubungannya menjadi tidak langsung.
5. Variabel Kontrol
Variabel kontrol didefinisikan sebagai variabel yang faktornya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya, dan merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan.
Jenis variabel yang satu ini banyak digunakan oleh para peneliti. Terlebih pada sebuah riset yang bersifat membandingkan.
Cara Menentukan Variabel Penelitian
Menentukan variabel penelitian dapat dilakukan dengan mudah. Namun, tak sedikit yang merasa kesulitan saat menentukan unsur penelitian yang satu ini.
Menyadur dari buku Pengantar Metodologi Penelitian yang disusun oleh Vivi Candra, dkk., penentuan variabel penelitian dapat dimulai dengan mengkaji judul penelitian, rumusan masalah maupun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan.
Lebih lanjut, berikut cara menentukan variabel penelitian secara umum yang perlu diterapkan:
1. Tentukan masalah utama penelitian
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengungkap suatu permasalahan maupun fenomena. Untuk itu, sebelum menentukan variabel dalam penelitian yang akan dilakukan, ada baiknya peneliti memahami terlebih dahulu masalah dari penelitian yang akan diangkat.
Umumnya, permasalahan dalam sebuah penelitian merupakan gap antara teori atau harapan dengan fakta maupun kenyataan yang ada di lapangan. Karena itu, tentukan terlebih dahulu masalah yang akan dibahas lebih lanjut dalam target penelitian.
2. Tentukan faktor permasalahan
Setelah masalah yang akan diangkat dalam penelitian ditemukan, langkah selanjutnya, mengidentifikasi faktor permasalahan dan dampak yang ditimbulkan.
Pada tahap ini, peneliti dapat menyebutkan bahwa seluruh faktor permasalahan dalam penelitian merupakan variabel bebas. Sementara itu, seluruh dampak yang ditimbulkan disebut sebagai variabel terikat.
3. Cari dan pahami penelitian terdahulu
Melakukan penelitian tak semata sebagai tugas yang harus diselesaikan. Lebih dari itu, diperlukan pemahaman mendalam tentang topik dan permasalahan yang diangkat dalam penelitian.
Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk mencari dan memahami penelitian terdahulu yang relevan dengan tema riset tujuan.
Tak hanya sebagai pembanding, membaca penelitian terdahulu dapat mempermudah dalam mengungkap permasalahan yang akan diteliti lebih lanjut. Makin banyak penelitian terdahulu yang dibaca, makin banyak pula referensi yang akan didapat.
Dengan menerapkan ketiga hal di atas, maka menentukan variabel penelitian bukan jadi masalah yang berarti. Bila perlu, mintalah bantuan seseorang yang lebih memahami teknis penelitian, seperti senior maupun dosen.
Lakukan konsultasi lebih lanjut sehingga mempermudah kamu dalam memperoleh perspektif baru tentang riset yang akan dijalankan.
Contoh Variabel Penelitian dalam Proposal
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa variabel penelitian erat kaitannya dengan permasalahan dan dampak yang ditimbulkan. Menentukan unsur penelitian yang satu ini penting untuk diterapkan, terlebih saat mengajukan proposal penelitian.
Berikut beberapa contoh variabel penelitian proposal berdasarkan metode dan tema penelitian yang diambil:
Variabel penelitian kualitatif
Contoh:
Perilaku dan Persepsi Pedagang Kaki Lima terhadap Eksistensi Pasar Rakyat di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukasari.
Berdasarkan contoh di atas, maka variabel terikatnya, yakni ‘Eksistensi Pasar Rakyat’. Sementara itu, variabel bebasnya ialah ‘Perilaku Pedagang Kaki Lima’ dan ‘Perilaku Pedagang Kaki Lima’.
Respons Kelompok Sadar Wisata Desa Sukarame terhadap Pembangunan Wahana Baru di Kampung Wisata Coklat
Maka variabel terikatnya, yakni ‘Respons Kelompok Sadar Wisata Desa Sukarame’. Sedangkan, variabel bebasnya, ‘Pembangunan Wahana Baru’.
Variabel penelitian kuantitatif
Contoh:
Pengaruh Strategi Marketing Mix terhadap Keputusan Membeli Sepeda Motor Matic pada Dealer Maju Sejahtera.
Variabel terikat pada contoh di atas, yakni ‘Keputusan Membeli Sepeda Motor Matic’. Sedangkan, variabel bebasnya, ‘Penggunaan media promosi’, ‘Strategi pemasaran’, dan sebagainya.
Analisis Pengaruh Persepsi Harga dan Keputusan Pembelian serta Dampaknya terhadap Kepuasan Pelanggan.
Maka variabel terikatnya, yakni ‘Pengaruh Persepsi Harga’. Sementara variabel bebasnya adalah ‘Kepuasan Pelanggan’.
Demikian uraian mengenai variabel penelitian dan jenis-jenisnya. Dengan memahami konsep dari tiap-tiap variabel di atas, semoga mempermudah kamu dalam menjalankan penelitian.
(Adelliarosa & ANM)
