Konten dari Pengguna

Rasio Keuangan: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Cara Menghitungnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasio keuangan adalah alat ukur untuk melihat kinerja dan kemampuan suatu perusahaan. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Rasio keuangan adalah alat ukur untuk melihat kinerja dan kemampuan suatu perusahaan. Foto: Unsplash.com

Dalam mengambil keputusan, suatu perusahaan akan menggunakan banyak pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah dengan menggunakan rasio keuangan.

Rasio keuangan adalah alat ukur yang digunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan. Rasio keuangan digunakan dengan cara membandingkan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan.

Hasil perhitungan rasio keuangan biasanya akan memberikan penjelasan mengenai suatu hubungan atau perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.

Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai rasio keuangan mulai dari pengertian, jenis rasio keuangan, hingga cara menghitungnya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa yang Dimaksud Rasio Keuangan?

Rasio keuangan adalah hal utama untuk menilai dan menggambarkan secara aktual perkembangan kondisi keuangan sebuah perusahaan. Rasio adalah alat analisis keuangan yang paling umum dan banyak digunakan.

Rasio keuangan adalah salah satu metode perhitungan yang digunakan sebagai bahan analisis kinerja perusahaan dalam satu periode.

Menurut Dr. Alexander Thian, M.Si. dalam buku Analisis Keuangan, pengertian rasio keuangan adalah yang diperoleh dari hasil perbandingan antara satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.

Perbandingan tersebut dapat dilakukan antara satu pos dengan pos lainnya dalam suatu laporan keuangan atau antarpos yang ada di antara laporan keuangan.

Contoh perbandingan yang dapat dilakukan antara satu pos dan pos lainnya dalam satu laporan keuangan, yaitu membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar.

Adapun cara perbandingan yang dapat dilakukan antara satu pos dengan pos lain di dua laporan keuangan yang berbeda adalah membandingkan antara laba bersih dengan total aset.

Anaisis rasio keuangan menujukkan adanya hubungan yang sistematis dalam bentuk perbandingan antara perkiraan-perkiraan (pos) laporan keuangan.

Agar hasil perhitungan rasio keuangan bisa diinterpretasikan, perkiraan-perkiraan yang diperbandingkan harus mengarah pada hubungan secara ekonomis.

Tujuan utama dalam analisis rasio keuangan adalah untuk membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan.

Rasio Keuangan Ada Berapa?

Rasio keuangan terdiri dari beberapa bentuk atau jenis. Jenis-jenis rasio keuangan digunakan dibedakan berdasarkan bentuk akunnya. Mengutip dari buku Analisa Laporan Keuangan karya Dr. Desak Nyoman Sri Werastuti, S.E., M.Si., Ak., CA., berikut ini adalah jenis-jenis rasio keuangan.

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban/utang jangka pendek.

Rasio likuiditas menujukkan besar kecilnya aktiva lancar. Biasanya rasio likuiditas yang digunakan adalah sebagai berikut:

  • Current ratio, yakni jenis rasio likuiditas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.

  • Quick ratio, yaitu jenis rasio likuiditas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar dan jumlah persediaan yang dimiliki perusahaan.

  • Cash ratio, yaitu jenis rasio likuiditas yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban dalam jangka pendek menggunakan total kas perusahaan yang tersedia.

  • Working capital to asset ratio, yakni rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan dari total aktiva dan posisi modal kerja.

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas adalah rasio yang menggambarkan tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang menggunakan dan modal ataupun aktiva.

Pada umumnya, rasio solvabilitas yang digunakan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Debt ratio, yakni rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar total aset yang dimiliki oleh perusahaan yang didanai oleh seluruh hutangnya.

  • Debt to equity ratio, yakni rasio yang digunakan untuk membandingkan antara utang dan ekuitas dari pendanaan perusahaan, sehingga perusahaan mampu memenuhi kewajibannya.

  • Total debt to total asset ratio, yakni jenis rasio yang digunakan untuk membandingkan utang lancar dan utang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva untuk menujukkan seberapa besar aktiva yang dibelanjakan dengan utang.

3. Rasio Profitabilitas

Salah satu jenis rasio keuangan adalah rasio profibiltas. Foto: Unsplash.com

Rasio profitabilitas adalah suatu kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba dengan menggunakan rasio untuk mengidentifikasi keberlangsungan suatu perusahaan.

Berikut ini adalah jenis-jenis rasio profitabilitas yang biasa digunakan:

  • Gross profit margin, yakni rasio yang membandingkan setiap hasil sisa penjualan setelah perusahaan membayar harga pokok penjualan.

  • Net profit margin, yakni jenis rasio yang didapatkan dari hasil sisa penjualan setelah dikurangi seluruh biaya yang telah dikeluarkan, termasuk bunga dan pajak.

  • Operating income ratio, yakni rasio yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.

  • Earning power of total investment, yaitu suatu perhitungan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang diperoleh dan diinvesitasikan dalam seluruh aktiva.

  • Return on investment (ROI), yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit yang digunakan untuk menutup invesitasi yang telah dikeluarkan.

  • Return on equity, yakni jenis kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba bersih menggunakan ekuitas.

  • Return on net worth, yaitu jenis rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang diinvesitasikan untuk memperoleh pendapatan bagi para pemegang saham.

4. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk melihat seberapa efektif suatu perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Rasio ini pada umumnya melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi terhadap berbagai jenis aktiva.

Adapun jenis-jenis rasio aktivitas adalah sebagai berikut:

  • Receiveable turnover, yaitu rasio yang digunakan untuk melihat kualitas dan efisiensi tingkat perputaran piutang dalam perusahaan di satu periode dengan membandingkannya dengan penjualan.

  • Inventory turnover, yaitu jenis rasio yang diperoleh untuk melihat tingkat kualitas dan efisiensi dari perputaran persediaan perusahaan terhadap penjualan dalam satu periode tertentu.

  • Fixed asset turnover, yakni jenis rasio yang digunakan sebagai evaluasi kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap secara efisien guna untuk menaikkan angka penjualan.

  • Total asset turn over, yaitu jenis rasio yang digunakan untuk melihat efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aktivanya.

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Keuangan Perusahaan?

Penting untuk memahami jenis-jenis rasio keuangan perusahaan, dengan begitu cara menghitung rasio keuangan akan mudah dilakukan. Foto: Unsplash.com

Setiap jenis-jenis rasio memiliki cara menghitung yang berbeda. Namun, setiap rasio hanya menggunakan operasi perhitungan sederhana sehingga tidaklah rumit.

Penting untuk memahami jenis-jenis rasio keuangan perusahaan. Dengan begitu, cara menghitung rasio keuangan akan mudah dilakukan sehingga mudah untuk menjawab contoh soal rasio keuangan.

Berikut ini adalah cara menghitung rasio keuangan perusahaan dengan rumus rasio keuangan berdasarkan jenis rasionya.

Rasio Likuiditas

Berikut cara menghitung rasio likuiditas:

  • Current ratio = (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%

  • Quick ratio = (Aktiva Lancar - Persediaan) / Utang Lancar) x 100%

  • Cash ratio = ((Kas + Aktiva setara kas) : Utang Lancar) x 100%

  • Working capital to total asset ratio = (Aktiva Lancar-Utang Lancar) / Total Aktiva

Rasio Solvabilitas

Berikut cara menghitung rasio solvabilitas berdasarkan jenisnya:

  • Debt ratio =  (Total Utang/Total Aktiva) x 100%

  • Debt to equity ratio = Total Utang/Total Ekuitas

  • Total debt to equity ratio = Total Utang / Ekuitas Pemegang Saham

  • Total debt to total asset ratio = Total Utang / Total Asset

Rasio Profitabilitas

Cara menghitung rasio profitabilitas berdasarkan jenis rasionya adalah sebagai berikut:

  • Gross profit margin = Laba Kotor / Penjualan

  • Net profit margin = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan

  • Operating profit margin = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / Penjualan

  • Return on investment = Laba Setelah Dipotong Pajak / Investasi

  • Return on assets - Laba Sebelum Dipotong Pajak / Total Aset

Rasio Aktivitas

Beriku ini adalah cara menghitung rasio aktivitas berdasarkan jenisnya:

  • Receiveable turnover =  (Penjualan Kredit atau Total Piutang / Rata - Rata Piutang)

  • Fixed assets turnover = Penjualan / Aktiva Tetap

  • Inventory turnover = Harga Pokok Penjualan/ Persediaan

  • Total assets turnover = Penjualan / Total Aktiva

Baca Juga: Apa Itu Expense Ratio? Inilah Pengertian Lengkapnya dalam Dunia Keuangan

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu rasio likuiditas?
chevron-down

Rasio likuiditas adalah rasio yang memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban/utang jangka pendek.

Apa itu rasio solvabilitas?
chevron-down

Rasio solvabilitas adalah rasio yang menggambarkan tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang menggunakan dan modal ataupun aktiva.

Apa itu rasio aktivitas?
chevron-down

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk melihat seberapa efektif suatu perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Rasio ini pada umumnya melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi terhadap berbagai jenis aktiva.