Tekno & Sains
·
13 November 2020 17:19

Ikan Kepala Ular Naga, Hewan Purba yang Ditemukan di India

Konten ini diproduksi oleh Dasar Binatang
Ikan Kepala Ular Naga, Hewan Purba yang Ditemukan di India (85178)
Gollum Snakehead. Foto: Youtube/Mongabay India
Peneliti baru saja menemukan keluarga ikan baru mirip dengan belut, bernama dragon snakehead. Hewan yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “ikan kepala ular naga” hidup di perairan bahwa tanah di India selatan. Ternyata, ikan primitif ini mungkin telah berevolusi dari kerabat terdekatnya lebih dari 100 juta tahun yang lalu.
ADVERTISEMENT
Ralf Britz, pemimpin studi dan ahli ikan dari Koleksi Sejarah Alam Senckenberg, bagian dari Museum Zoologi di Dresden, Jerman, mengatakan keluarga ikan hanya mencakup dua spesies, salah satunya dinamai Gollum snakehead, diambil dari karakter film Lord of the Rings.
Ikan aneh bertubuh panjang ini hidup di akuifer batuan berpori. Hewan sangat jarang terlihat, dan hanya muncul ke permukaan setelah banjir karena hujan lebat. Britz mengatakan, nama “kepala ular naga” cocok karena setiap orang yang melihat foto ikan entah bagaimana teringat akan seekor naga.
Ghats barat di India Selatan, tempat di mana ikan kepala ular naga hidup, merupakan tempat yang memiliki keanekaragaman hayati. Para ilmuwan bahkan telah menemukan 10 spesies ikan bawah tanah di Ghats bagian barat. Air di daerah tersebut menyediakan kehidupan bagi jutaan orang. Sisi negatifnya, pemanfaatan air sumur membahayakan spesies unik akan terangkut dan menjadi terancam.
ADVERTISEMENT

Spesies misterius

Kisah dimulai pada awal 2018, ketika seorang peneliti dari Kerala University of Fisheries and Ocean Studies, Rajeev Raghavan, melihat postingan di media sosial. Seseorang menemukan dan memotret ikan aneh yang diambil dari halaman rumahnya dan menjadi viral. Raghavan mengirim foto itu ke Britz, sehingga Britz segera menuju India untuk mengumpulkan banyak spesimen dan mendeskripsikan ikan secara ilmiah.
Video
Sebuah studi awal, yang diterbitkan di Zootaxa pada Mei 2019, mengidentifikasi ikan tersebut sebagai spesies baru bernama Aenigmachanna gollum, dan genus the Gollum snakehead. Tak lama kemudian, peneliti lain juga menemukan spesies kedua dalam genus itu, yaitu the Mahabali snakehead.
ADVERTISEMENT
Terobosan lain datang ketika Britz dan yang lainnya mengunjungi ladang petani di utara Kochi, sebuah kota di Kerala. Pada larut malam, mereka menemukan ikan kepala ular Gollum muncul di sawah yang tergenang air. Tetapi ketika Britz dan rekan-rekannya melakukan penelitian lebih lanjut tentang anatomi dan genetika ikan-ikan ini, mereka menemukan bahwa hewan sepenuhnya termasuk dalam keluarga baru.
“Analisis genetik menunjukkan bahwa mereka mungkin telah menyimpang dari kerabat terdekatnya, ikan kepala ular di keluarga Channidae, sebelum Afrika dan India berpisah dan menyebar 120 juta tahun yang lalu,” kata Britz.

Ikan aneh

Kepala ular naga memiliki serangkaian karakteristik primitif dan secara tepat disebut dengan “fosil hidup”, kata David Johnson, ahli ikan di Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian di Washington, D.C., yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Ciri-ciri unik ini termasuk kantung renang pendek dan ruas tulang rusuk yang lebih sedikit.
ADVERTISEMENT
Keluarga ikan tidak memiliki struktur yang disebut organ suprabranchial untuk memungkinkan hewan menghirup udara. Kepala ular naga juga memiliki mata dan pigmentasi coklat kemerahan. Ciri ini tidak umum pada ikan bawah tanah yang cenderung memiliki mata berwarna putih atau bahkan tanpa mata sama sekali.
Ikan kepala ular naga memiliki cara unik dalam bergerak di air. Siripnya bergelombang seperti belut yang bergerak maju mundur. Kemampuan itu memungkinkan ikan berkeliling di ruang bawah tanah yang sempit. “Mereka bergerak seperti tabir yang tertiup angin, dan itu sangat memukau,” kata Britz.
Johnson menyamakan ikan kepala ular naga dengan ikan primitif mirip belut bernama Protoanguilla palau, yang ditemukan di gua bawah laut di Palau pada tahun 2012. Seperti kepala ular naga, keluarga belut yang sebelumnya tidak dikenal ini memiliki ciri-ciri purba yang telah hilang dari kerabatnya, dan relatif sedikit berubah seiring waktu. Meskipun Johnson mengatakan bahwa belum diketahui secara jelas mengapa fosil-fosil hidup ini berevolusi dan bertahan tanpa banyak melakukan penyebaran ke daerah yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
Video