Riset Mengejutkan: Ilmuwan Dapat Menghibur dan Memotivasi Ikan

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Konten dari Pengguna
16 Desember 2020 12:38
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ikan salmon di akuarium. Foto: Vladvictoria from Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ikan salmon di akuarium. Foto: Vladvictoria from Pixabay
ADVERTISEMENT
Hirvonen, seorang ahli ekologi perilaku dari University of Helsinki di Finlandia, menyadari betapa membosankannya hidup ikan salmon yang dibiakkan di penangkaran sampai dilepaskan. Ikan dibesarkan di tangki terbatas, berenang di air yang mengalir dengan kecepatan lambat, dan mendapat makan yang sama setiap hari.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Hirvonen mulai merenungkan kemungkinan ikan tidak siap menghadapi masa depan di alam liar, seperti sungai dan samudera yang bergejolak. Sehingga, ikan diharuskan mempelajari seni bertahan hidup di habitat baru. Inilah yang membuat para ilmuwan bertanya-tanya apakah ikan muda dapat dimotivasi dan dirangsang secara intelektual?
Dikutip dari BBC Earth, milyaran ikan dilepaskan ke alam liar dari penangkaran di seluruh dunia. Tentunya, inisiasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan populasi di alam liar yang semakin berkurang.
Meskipun faktanya, hanya tujuh dari setiap 100 ikan yang mampu bertahan hidup. Hasil kurang memuaskan tersebut membuat para ahli memikirkan bagaimana mengajari ikan keterampilan baru untuk bertahan hidup di ganasnya sungai dan samudera.
ADVERTISEMENT

Ikan tidak bodoh

Berbagai istilah yang menyebut “otak ikan” mengacu pada hal bodoh atau untuk menyindir orang yang sering lupa. Bahkan mengutip penelitian anekdotal bahwa ingatan ikan tidak lebih dari tiga detik. Tetapi, Victoria Braithwaite, ahli biologi dari The Pennsylvania State University di University Park, mengingatkan ikan jauh lebih pintar dari apa yang diduga.
Penelitian perlahan-lahan mengungkapkan bahwa ikan dapat berteman dan membangun sekutu saat berburu. Ikan juga menggunakan alat, suatu keterampilan yang dulunya hanya dikaitkan dengan spesies yang dianggap berakal, seperti manusia dan burung.
Tempat di mana ikan lahir dan dibesarkan memengaruhi perilaku ikan ketika dewasa. Contohnya, ikan dari terumbu karang dan pantai berbatu memungkinkan hewan untuk lebih lincah berburu. Ikan tersebut cenderung lebih cerdas daripada individu yang dibesarkan pada lingkungan membosankan.
ADVERTISEMENT
Banyak bukti bahwa ikan penangkaran mampu mempelajari keterampilan hidup dasar sebelum memasuki alam liar. Sayangnya, tempat pembenihan di seluruh dunia hanya mengukur keberhasilan jumlah ikan yang dilepaskan dalam angka fantastis. Padahal menurut seorang peneliti, jumlah ikan yang bertahan di alam liar adalah yang terpenting.

Kisah dua ikan

Anne Gro Vea Salvanes, seorang ahli ekologi perilaku dari University of Bergen di Norwegia, menceritakan sebuah kisah tentang dua ikan yang telah dia pelajari. Seekor salmon remaja melewati labirin dengan empat pintu keluar berbentuk cangkir, tiga di antaranya menuju jalan buntu.
Ikan salmon remaja yang sedang mencari jalan keluar dalam penelitian Salvanes. Foto: Screen Video .dok/BBC Earth
zoom-in-whitePerbesar
Ikan salmon remaja yang sedang mencari jalan keluar dalam penelitian Salvanes. Foto: Screen Video .dok/BBC Earth
Ikan kecil lalu berenang dan mencapai jalan buntu. Tetapi, ikan mencoba mencari jalan lain sebelum berhasil melarikan diri. Sedangkan ikan kedua berenang ke jalan buntu yang sama berulang kali dan tidak pernah mencoba melarikan diri.
ADVERTISEMENT
Salvanes menekankan bahwa ikan pertama dibesarkan di tempat penetasan dengan batu, kerikil, dan tanaman plastik, sehingga ikan mendapatkan rangsangan mental. Sedangkan ikan kedua dibesarkan dalam tangki kosong yang membosankan. Sayangnya kondisi demikian merupakan lingkungan biasa bagi miliaran ikan pembenihan.
Ketika Salvanes dan rekan-rekannya memeriksa otak ikan, mereka menemukan bahwa ikan yang dibesarkan dengan lingkungan menarik memberikan dampak pada peningkatan aktivitas otak. Keberuntungan itu memungkinkan ikan unggul dalam kemampuan spasial. Para peneliti menyarankan tak ada salahnya untuk menghiasi tangki ikan berwarna-warni.
Joacim Näslund, seorang mahasiswa pascasarjana dari University of Gothenberg di Swedia, bereksperimen apakah ikan yang telah belajar menggali akan mengalami stress yang lebih sedikit. Näslund menyalakan mixer kue untuk bertindak sebagai predator buatan dan seolah mengejar ikan di tangki kosong. Hasilnya, ikan melepaskan hormon stress yang lebih rendah.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ikan yang dibesarkan oleh Näslund juga cenderung bersembunyi alih-alih melanjutkan mencari makanan ketika potensi bahaya menghampiri. Tetapi, ini bisa membuat ikan tidak berkembang dengan baik, yang menyebabkan kerentanan saat dilepaskan ke alam liar.
Sekelompok ikan zebra. Foto: Youtube .dok/Foundation for Biomedical Research
zoom-in-whitePerbesar
Sekelompok ikan zebra. Foto: Youtube .dok/Foundation for Biomedical Research
Sedangkan ikan Hirvonen yang diberikan pelatihan simulasi bertahan hidup di dalam lingkungan beragam benar-benar tampak lebih siap untuk menangani perubahan. Hirvonen juga berargumen ikan pembenihan yang dilahirkan dari induk di penangkaran akan mengikis keanekaragaman genetik. Lebih buruk lagi, kebanyakan ikan pembenihan tumbuh di tangki yang sangat tidak alami.
Hirvonen sering kali menangkap kembali ikan liar yang pernah dibiakkan dan dilatih. Lalu, dia memeriksa otak spesies untuk mengetahui apa yang dimakan selama dilepas ke alam liar. Hirvonen menemukan ikan yang dilahirkan dari induk liar dan dibesarkan di lingkungan yang dinamis memiliki otak lebih berkembang dan makan lebih banyak.
ADVERTISEMENT

Apakah ikan berpikir seperti manusia?

Para ilmuwan menyelidiki apa yang sebenarnya diinginkan ikan. Sehingga, tim riset memasukkan barang-barang ke dalam tangki. Tak hanya itu, anggota peneliti juga melakukan tes psikologi pada ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Setiap individu ditempatkan ke dalam tangki dan dibuat untuk berenang melintasi air yang terang, di mana itu merupakan kondisi yang kurang disukai oleh ikan. Di sisi lain ada serangkaian tempat perlindungan. Ikan harus mendorong jendela menuju habitat yang diinginkan.
Hasilnya, ikan trout terus berusaha memasuki ruangan berwarna gelap. Sementara ikan zebra menghindari segala jenis vegetasi. Banyak ikan zebra secara konsisten menuju tempat tanpa apa pun di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa hewan penangkaran perlu dihibur, meskipun rasanya sulit untuk memberikan pelatihan kepada miliaran ikan di penangkaran. Setidaknya ada inisiasi untuk menuju kepada pembiakkan yang berkelanjutan dan meningkatkan jumlah spesies agar memiliki harapan hidup ketika dilepas ke alam liar.
Seekor ikan trout. Foto: BarbaraJackson from Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Seekor ikan trout. Foto: BarbaraJackson from Pixabay
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·