Korut Sesumbar Rudal Mereka Sudah Mampu Bawa Nuklir

Korea Utara sesumbar mengatakan rudal mereka yang diujikan pada Minggu (14/5) telah mampu membawa hulu ledak nuklir. Belum diketahui apakah klaim ini benar atau tidak, tapi yang jelas uji rudal Korut membuat negara-negara tetangga waswas.
Klaim ini disampaikan Korut melalui media mereka, KCNA, pada Senin (15/5). Menurut KCNA, rudal itu melesat hingga jarak 787 km dan mencapai ketinggian 2.111 km ke udara.
"Uji tembak ini untuk menunjukkan spesifikasi teknologi dan taktis serta kemampuan dari roket balistik yang baru dikembangkan, yang mamu membawa hulu ledak nuklir berukuran besar," tulis KCNA.
Baca juga: Korut Membandel, Tembakkan Lagi Rudal Balistik
Para ahli yang dikutip Reuters mengatakan, rudal mencapai ketinggian lebih dari 2.000 km karena ditembakkan ke atas. Jika ditembakkan dengan ketinggian standar, maka jarak tempuh rudal Korut bisa mencapai 4.000 km.

KCNA mengutip Kim Jong Un mengatakan bahwa Amerika Serikat menindas negara-negara yang tidak punya nuklir. Kini, kata Kim, rudal mereka sudah bisa mencapai wilayah Amerika Serikat. Wilayah AS yang terdekat dari Korut, sekitar 3.400 km, adalah pulau Guam di Pasifik.
Baca juga: Apa Jadinya Jika Donald Trump dan Kim Jong Un Bertemu?
"Jika AS berusaha memprovokasi DPRK, maka AS tidak akan lolos dari bencana terbesar dalam sejarah, Kim memperingatkan dengan keras kepada AS untuk tidak salah menilai bahwa daratan dan operasi Pasifik mereka masuk dalam jangkauan tembak DPRK," lanjut KCNA, menyebutkan nama resmi Korut, DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea).
Tembakan rudal yang jatuh di laut antara Korut dan Jepang itu memicu kekhawatiran Korea Selatan dan Jepang. Rencananya pada Selasa besok, Dewan Keamanan akan rapat membahas langkah-langkah menanggapi pembangkangan Korut terhadap resolusi PBB.
