Konten dari Pengguna

Tradisi Día de los Muertos: Cara Meksiko Mengenang Orang Tercinta

eri Nabilla

eri Nabilla

Saya Eri Nabilla Mahasiswa Universitas Pamulang Fakultas Ilmu Komunikasi dan Desain Prodi Ilmu Komunikasi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari eri Nabilla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: (https://www.shutterstock.com)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: (https://www.shutterstock.com)

Di banyak tempat, kematian sering dipandang sebagai sesuatu yang identik dengan kesedihan dan suasana muram. Namun di Meksiko, ada sebuah tradisi yang menghadirkan cara berbeda dalam mengenang orang-orang yang telah tiada. Tradisi tersebut dikenal sebagai Día de los Muertos, atau Hari Orang Mati, sebuah perayaan penuh warna yang memadukan kenangan, doa, dan kebersamaan keluarga.

Setiap tahun, pada tanggal 1 dan 2 November, masyarakat Meksiko menghias rumah, makam, dan ruang publik dengan bunga marigold berwarna oranye cerah, lilin, foto keluarga, serta berbagai makanan kesukaan orang yang telah meninggal. Suasana yang tercipta bukanlah duka semata, melainkan penghormatan yang hangat dan penuh kasih.

Día de los Muertos memiliki akar dari kepercayaan masyarakat pribumi Mesoamerika, seperti suku Aztec, yang memandang kematian sebagai bagian alami dari siklus kehidupan. Setelah pengaruh Katolik masuk ke Meksiko, tradisi ini berbaur dengan peringatan Hari Semua Orang Kudus dan Hari Arwah.

Perpaduan tersebut melahirkan perayaan unik yang tetap dipertahankan hingga sekarang dan menjadi salah satu simbol budaya Meksiko yang paling dikenal di dunia.

Salah satu unsur terpenting dalam Día de los Muertos adalah ofrenda, yaitu altar khusus yang dibuat untuk menyambut arwah keluarga yang dipercaya kembali berkunjung.

Di atas altar biasanya terdapat: Foto orang yang dikenang, Lilin sebagai penerang, Bunga marigold sebagai penunjuk jalan, Makanan dan minuman favorit, Roti khas pan de muerto, Tengkorak dekoratif berwarna-warni. Setiap benda memiliki makna simbolis yang menggambarkan cinta dan penghormatan kepada orang tercinta.

Salah satu hal paling menarik dari tradisi ini adalah cara masyarakat Meksiko memandang kematian. Alih-alih ditakuti, kematian dianggap sebagai bagian dari kehidupan yang tetap terhubung dengan kenangan dan kasih sayang keluarga.

Karena itulah perayaan ini dipenuhi musik, tarian, dan dekorasi yang meriah. Suasana tersebut mencerminkan keyakinan bahwa mengenang orang yang telah pergi dapat dilakukan dengan penuh kehangatan.

Keunikan Día de los Muertos membuat tradisi ini dikenal secara internasional. Pada tahun 2008, UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Popularitasnya semakin meningkat melalui film, seni, dan festival yang memperkenalkan makna mendalam di balik tradisi tersebut kepada masyarakat global.

Día de los Muertos menunjukkan bahwa mengenang orang tercinta tidak selalu harus dilakukan dalam kesedihan. Dengan bunga, cahaya, makanan, dan kebersamaan, masyarakat Meksiko merayakan hubungan yang tetap hidup dalam ingatan.

Tradisi ini mengajarkan bahwa cinta kepada keluarga tidak berakhir ketika seseorang meninggal. Selama kenangan terus dijaga, mereka akan selalu memiliki tempat di hati orang-orang yang ditinggalkan.