Konten dari Pengguna
"Si Gincu Merah" Indramayu: Warisan Rasa yang Terawat Lintas Generasi
30 November 2025 15:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
"Si Gincu Merah" Indramayu: Warisan Rasa yang Terawat Lintas Generasi
"Si Gincu Merah" Indramayu: Warisan Rasa yang Terawat Lintas GenerasiGilang Pratama
Tulisan dari Gilang Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mangga Khas Indramayu
ADVERTISEMENT

Indramayu—Indramayu, dijuluki sebagai Kota Mangga, tak hanya sekadar label. Hampir setiap pekarangan rumah di kabupaten ini pasti dihiasi rindangnya pohon mangga. Dari sekian banyak jenis yang tumbuh subur di tanah Pantura, satu varietas memiliki daya pikat visual dan aroma yang khas, bahkan menjadi ikon dan buah tangan wajib: Mangga Gedong Gincu.
ADVERTISEMENT
Buah yang dijuluki 'Si Gincu Merah' ini tak hanya populer, tetapi juga menjadi denyut nadi perekonomian bagi sejumlah warganya, termasuk bagi para petani dan pengepul yang menjaganya.
Di Desa Pawidean, Indramayu, Darto (35) adalah gambaran utuh petani yang hidup bersama mangga. Pria ini tak hanya menanam Gedong Gincu di lahannya sendiri, tetapi juga menjabat sebagai tengkulak yang rajin berkeliling.
"Gedong Gincu ini memang topnya mangga Indramayu. Ciri khasnya itu lho, harumnya beda, dan warnanya itu merah merona, persis kayak orang pakai gincu," kata Darto kepada Ari (24) sambil memegang sebiji mangga yang mulai mengeluarkan semburat merah.
Darto menjelaskan bahwa di Indramayu, hampir setiap rumah memiliki pohon mangga. Hal ini membuat pekerjaannya sebagai tengkulak menjadi bagian dari tradisi. Setiap musim panen tiba, ia akan mengendarai motor, berhenti dari satu pekarangan ke pekarangan lain, menimbang, dan membeli hasil panen warga.
"Saya ambil dari petani-petani kecil juga. Ini cara kita supaya Mangga Gedong Gincu ini tetap jadi rezeki banyak orang, dari yang punya satu pohon sampai yang punya kebun luas," ujarnya. Baginya, Gedong Gincu adalah warisan rasa yang wajib dipertahankan.
ADVERTISEMENT
Popularitas Gedong Gincu tidak berhenti di pekarangan rumah. Daya tariknya telah menarik minat generasi muda untuk terjun ke ranah niaga. Salah satunya adalah Ari (24).
"Saya lihat Gedong Gincu ini laku sekali di pasaran, terutama buat yang datang dari luar kota. Jelas ini oleh-oleh khas Indramayu yang paling dicari. Warnanya cantik, rasanya manis, dan wanginya itu yang bikin orang ingat Indramayu," tutur Ari (24), yang fokus pada penjualan mangga sebagai buah tangan.
Menurut Ari (24), daya tarik visual 'Si Gincu Merah' sangat membantu dalam pemasaran. Warna merahnya yang menggoda membuat buah ini mudah menonjol dan langsung menciptakan citra sebagai mangga premium.
Kisah Darto dan Ari adalah cerminan bagaimana Mangga Gedong Gincu tak hanya menjadi komoditas, tetapi juga perekat antara tradisi agraris lama dengan peluang bisnis modern, memastikan "Si Gincu Merah" ini akan terus mewarnai dan mengharumkan nama Indramayu lintas generasi.
ADVERTISEMENT

