Apakah Teh Mengandung Kafein? Ini Penjelasanya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teh menjadi salah satu minuman favorit bagi banyak orang karena dapat dinikmati dalam berbagai suasana. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya, apakah teh mengandung kafein? Nyatanya, teh memang mengandung kafein, meski jumlahnya berbeda-beda tergantung pada jenis dan cara pengolahannya. Simak uraian selengkapnya di bawah ini mengenai kandungan kafein dalam teh agar dapat mengontrol asupan kafein harian.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Kandungan Kafein pada Teh
Menurut laman Very Well Health, semua jenis teh berasal dari tanaman Camellia sinensis yang secara alami mengandung kafein. Kendati demikian, tidak semua teh menyimpan kafein dalam kadar yang sama. Jenis teh seperti hitam, hijau, putih, dan oolong memiliki perbedaan kadar kafein yang dipengaruhi oleh cara pengolahan setelah daun teh dipetik. Proses seperti pelayuan, oksidasi, hingga pengeringan berperan besar dalam menentukan seberapa tinggi kadar kafeinnya.
2. Jenis-jenis Teh
Berdasarkan laman Medical News Today, semakin banyak teh diproses, maka semakin kuat pula kadar kafeinnya. Berikut penjelasan singkat tiap jenis teh:
Teh hitam: Terbuat dari daun Camellia sinensis yang lebih tua dan mengalami oksidasi penuh hingga warnanya berubah menjadi hitam. Proses ini mengaktifkan molekul kafein, sehingga kadar kafeinnya cenderung paling tinggi.
Teh hijau: Tidak mengalami oksidasi berlebihan, sehingga molekul kafein tidak sepenuhnya aktif. Selain itu, teh hijau biasanya diseduh lebih singkat, menghasilkan kadar kafein yang lebih rendah.
Teh oolong: Diproses dengan cara dihancurkan, dilayukan, dan dioksidasi sebagian. Karena itu, kadar kafeinnya berada di tingkat sedang.
Teh putih: Dibuat dari daun teh yang sangat muda dan hanya mengalami sedikit oksidasi. Kafeinnya paling rendah di antara teh lainnya.
Matcha: Mengandung lebih banyak kafein dibanding jenis teh biasa karena seluruh daun dikeringkan lalu digiling menjadi bubuk halus.
3. Faktor yang Mempengaruhi Kadar Kafein dalam Teh
Menurut laman Stash Tea, kadar kafein dalam teh dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
Varietas daun teh.
Usia daun saat dipetik, baik saat kuncup atau daun muda.
Lama musim tanam dan kondisi lingkungan
Nutrisi tanah dan curah hujan
Metode penanaman
Cara penyeduhan (rasio teh dan air, suhu air, waktu seduh, hingga tingkat pengadukan)
4. Dampak Kafein dalam Teh bagi Tubuh
Kafein adalah senyawa alami yang berfungsi sebagai stimulan pada sistem saraf pusat dan juga sebagai pestisida alami bagi tanaman. Menurut laman WebMD dan Choice Organics, berikut beberapa dampaknya:
Pada tanaman, kafein berperan melindungi daun dari serangga pengganggu.
Pada manusia, kafein meningkatkan aktivitas otak, membantu fokus, meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki suasana hati, serta menstimulasi metabolisme tubuh.
Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kafein bisa menimbulkan efek samping seperti jantung berdebar, tremor otot, sakit kepala, gugup, cemas, atau sulit tidur.
Baca Juga: 6 Kandungan Buah Mangga yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
(SA)
