Benda Langit Terjauh yang Pernah Diamati, Ini Temuannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelajahi benda langit terjauh berarti melihat kembali ke masa paling awal alam semesta, tepat setelah Big Bang. Semakin jauh sebuah objek berada, semakin lama cahaya yang diterima di bumi dalam menempuh perjalanan melintasi ruang angkasa. Berkat teknologi teleskop luar angkasa modern, para ilmuwan berhasil mendeteksi galaksi maupun objek astronomi di alam semesta. Artikel ini akan menjabarkan beberapa temuan yang pernah tercatat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. HD1
HD1 diperkirakan berjarak lebih dari 13,5 miliar tahun cahaya. Objek ini kemungkinan terbentuk tidak lama setelah Big Bang, yang membuatnya memiliki karakteristik sangat berbeda dari galaksi modern.
Meskipun amat jauh, HD1 tampak sangat terang dalam cahaya ultraviolet. Mengutip laman Live Science, galaksi ini tergolong sangat aktif, dengan perkiraan mampu menghasilkan hingga seratus bintang per tahun. Para astronom menduga bahwa HD1 mungkin mengandung Bintang Populasi III, yaitu generasi bintang pertama yang pernah terbentuk di alam semesta.
Ada pula kemungkinan bahwa HD1 bukan galaksi, melainkan wilayah di sekitar lubang hitam supermasif yang memancarkan radiasi ultraviolet. Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) diharapkan dapat memberi data lebih akurat untuk memahami sifat sebenarnya dari HD1.
2. MoM-z14
Salah satu temuan Teleskop Luar Angkasa James Webb yang menakjubkan berikutnya, yaitu galaksi MoM-z14. Galaksi ini terlihat berasal dari 280 juta tahun setelah Big Bang, menjadikannya galaksi terjauh yang pernah terdeteksi sejauh ini.
Berdasarkan laman BBC Sky at Night Magazine, temuan ini diperoleh melalui pengamatan objek dengan redshift sangat tinggi. Redshift dilambangkan dengan z, terjadi ketika panjang gelombang cahaya meregang akibat ekspansi alam semesta. Semakin besar nilai z, semakin jauh objek tersebut berada.
Data inframerah JWST menunjukkan bahwa MoM-z14 memiliki nilai z sebesar 14,4, yang setara dengan 280 juta tahun setelah Big Bang. Selain jaraknya, observasi juga mengungkap kehadiran unsur-unsur berat seperti karbon dan nitrogen.
3. JADES-GS-z14-0
Sebelum MoM-z14 ditemukan, rekor galaksi terjauh dipegang oleh JADES-GS-z14-0, yang cahayanya berasal dari sekitar 300 juta tahun setelah Big Bang. Mengacu pada laman NASA Science, galaksi ini memiliki nilai redshift sebesar 14,32, menjadikannya salah satu objek paling jauh yang pernah terdeteksi pada masanya.
JADES-GS-z14-0 melampaui pemegang rekor sebelumnya, yaitu GS-z13-0, yang ditemukan tim JADES pada 2022 dengan nilai z atau redshift sebesar 13,2, yang terlihat sekitar 325 juta tahun setelah Big Bang.
Salah satu aspek paling menarik dari JADES-GS-z14-0 adalah ditemukannya emisi Lyman-alfa yang sangat terang. Emisi yang dipancarkan oleh atom hidrogen ini jauh lebih kuat dari perkiraan, memberikan wawasan penting tentang proses pembentukan bintang pada fase awal alam semesta.
Baca Juga: Apa Itu Asteroid Belt di Tata Surya? Ini Penjelasan Lengkapnya
(SA)
