Bentuk Ribosom dalam Mendukung Kehidupan Seluler

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ribosom merupakan partikel yang jumlahnya melimpah di semua sel hidup sebagai tempat sintesis protein. Organel ini ditemukan baik pada sel prokariotik maupun eukariotik. Bentuk ribosom pada setiap sel memiliki bentuk yang khas dengan ukuran beragam. Dalam pembahasan berikut, artikel ini akan menguraikan bentuk serta karakteristik utama ribosom secara lebih mendalam.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Berbentuk Bulat atau Oval
Di bawah mikroskop elektron, ribosom tampak berbentuk bulat hingga oval dengan diameter sekitar 20–30 nm. Menurut laman Britannica, ribosom dapat ditemukan menempel pada membran retikulum endoplasma (RE) maupun bebas di dalam sitoplasma.
Ribosom yang menempel pada RE berperan dalam sintesis protein yang nantinya akan dibawa keluar sel melalui RE dan kompleks Golgi.
Ribosom bebas dalam sitoplasma menghasilkan protein untuk kebutuhan internal sel.
2. Partikel Padat
Ribosom digambarkan sebagai partikel padat atau granula yang tersusun dari asam ribonukleat (RNA) dan protein. Meskipun ukurannya berbeda, inti strukturnya relatif sama pada semua jenis ribosom.
3. Terdiri dari Subunit Besar dan Subunit Kecil
Setiap ribosom terdiri dari dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil. Keduanya saling bergabung saat proses sintesis protein untuk menerjemahkan mRNA menjadi rantai polipeptida. Adapun ukuran subunit ribosom dicirikan dengan satuan Svedberg (S) yang menunjukkan kecepatan sedimentasi. Menurut buku Biologi Sel dan Molekuler karya Nur Tasmiah Sirajuddin dkk., perbedaan subunit besar dan kecil, yaitu:
Subunit kecil: 40S pada eukariotik dan 30S pada prokariotik. Mengandung satu molekul rRNA dan beberapa protein.
Subunit besar: 60S pada eukariotik dan 50S pada prokariotik. Mengandung beberapa molekul rRNA dan lebih banyak protein dibandingkan subunit kecil.
4. Bentuk Ribosom pada Prokariotik dan Eukariotik
Meskipun secara umum bentuk ribosom sama, ada perbedaan signifikan antara keduanya. Mengutip laman Microbe Notes, berikut ini rincian keduanya:
Prokariota: ribosom berukuran lebih kecil dengan koefisien sedimentasi 70S. Struktur ini terdiri dari subunit kecil 30S dan subunit besar 50S. Ribosom jenis ini banyak ditemukan pada bakteri serta alga biru-hijau
Eukariotik: ibosom berukuran lebih besar dengan koefisien sedimentasi 80S. Ia terdiri dari subunit kecil 40S dan subunit besar 60S. Ribosom eukariotik dapat ditemukan pada sel tumbuhan maupun hewan
5. Fungsi Ribosom pada Sel
Selain bentuk, fungsi ribosom juga penting untuk dipahami. Berdasarkan Microbe Notes, peran ribosom dalam sel antara lain:
Menjadi mesin molekuler kompleks yang menjalankan sintesis protein (translasi).
Menghubungkan asam amino sesuai urutan yang dibawa oleh mRNA.
Bertindak sebagai katalis dalam proses biologis penting, seperti transfer peptidil dan hidrolisis peptidil.
Melindungi rantai polipeptida baru dari enzim pencernaan protein yang dapat merusaknya.
Baca Juga: Ciri-Ciri Kingdom Monera: Struktur, Reproduksi, dan Habitat
(SA)
