Konten dari Pengguna

Sejarah Kerajaan Majapahit dari Masa Kejayaan sampai Kemunduran

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
27 Agustus 2025 14:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dua warga bertemu di sekitar Candi Wringin Lawang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, Indonesia. Foto: livyah08/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Dua warga bertemu di sekitar Candi Wringin Lawang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, Indonesia. Foto: livyah08/Shutterstock.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan di Nusantara yang terkenal kuat dan berjaya. Masa kejayaannya berkisar pada abad ke-13 sampai 15 M.
ADVERTISEMENT
Beberapa naskah kuno mengatakan bahwa kerajaan adidaya ini pernah melakukan ekspansi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk ditemani Gajah Mada. Ekspansi itu berhasil menyatukan hampir seluruh wilayah Nusantara. Simak sejarah kerajaan Majapahit selengkapnya di bawah ini.

Awal Pendirian Kerajaan Majapahit

Dikutip dari buku Sejarah Ringkas Kerajaan Majapahit: Sejarah Peradaban Leluhur Nusantara oleh Pratiwi Utami, sebelum berdirinya Majapahit, ada kerajaan Singasari yang berkuasa dan terkenal menaklukkan banyak pulau.
Namun, karena banyaknya ancaman pemberontakan dan serangan dari dalam maupun luar, akhirnya kekuasaannya runtuh. Dari sinilah kerajaan Majapahit berdiri, dibangun oleh keturunan raja-raja Singasari.
Raden Wijaya, raja pertama Majapahit masih keturunan langsung dari Ken Arok dan Ken Dedes. Garis keturunan itu berasal dari neneknya, Mahesa Cempaka, yang merupakan cucu Ken Arok dan Ken Dedes.
ADVERTISEMENT

Kekuasaan Majapahit Diwarnai Pemberontakan

Merujuk buku Sejarah untuk Kelas XI Program Ilmu Pengetahuan Sosial susunan Nana Supriatna, kekuasaan Majapahit juga diwarnai intrik politik dan pemberontakan sebagaimana kerajaan-kerajaan sebelumnya.
Misalnya, pada masa pemerintahan Raden Wijaya (1293-1309), terjadi pemberontakan yang dilakukan teman-teman seperjuangannya. Itu karena mereka tidak puas atas kedudukan yang diberikan Raden Wijaya.
Banyak pemberontakan yang juga terjadi pada masa pemerintahan Jayanegara (1309-1328). Aksi ini dilakukan oleh Juru Demung (1313), Gajah Biru (1314), Nambi (1316), Semi (1318), dan Kuti (1319) karena fitnah mahapatih.

Masa Kejayaan Majapahit di Tangan Gajah Mada

Sebagaimana disebutkan di atas, banyak pemberontakan di masa Jayanegara. Salah satunya oleh Sadeng dan Kuti pada 1331. Namun, aksi mereka berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.
ADVERTISEMENT
Atas jasanya, Gajah Mada diangkat sebagai Patih Mangkubumi di tahun yang sama. Menurut Kitab Pararaton, sesudah peristiwa itu, Gajah Mada mengeluarkan sumpah yang sangat terkenal dalam sejarah, yakni Sumpah Palapa.
Dalam sumpah yang dilakukan di depan raja dan pembesar Majapahit itu, dia menyatakan tidak akan amukti palapa (menikmati kesenangan) sebelum dapat menundukkan seluruh Nusantara, yaitu Gurun (Maluku), Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik.
Tindakan pertama yang dilakukan Gajah Mada untuk membuktikan sumpah itu adalah menaklukkan Bali pada 1343, disusul Malayu dan Pagaruyung (Minangkabau). Lalu pada masa Raja Hayam Wuruk (1350-1389), satu per satu kerajaan kecil di Nusantara dapat ditundukkan.
Akhirnya, kerajaan Majapahit membentang dari Sumatra sampai Maluku dan Irian. Hampir seluruh kerajaan-kerajaan lain di Nusantara mengakui kedaulatannya. Bahkan, kerajaan tetangga di Asia Tenggara pun sangat menghormati Majapahit.
ADVERTISEMENT

Masa Kemunduran dan Keruntuhan Majapahit

Cemerlangnya kerajaan Majapahit lambat laun berubah suram pada masa akhir kekuasaan Hayam Wuruk. Kematian Gajah Mada pada 1364 menyebabkan Raja Hayam Wuruk kehilangan pegangan dalam menjalankan pemerintahannya.
Ditambah lagi, Tribhuwanatunggadewi yang merupakan ibu Hayam Wuruk wafat pada 1379. Ini membuat raja tersebut kehilangan penasihat yang cakap dan bijaksana
Lalu saat sang raja meninggal pada 1389, persaingan dan perselisihan terjadi. Bermula ketika anak selir Hayam Wuruk bernama Bhre Wirabhumi yang tak terima dengan diangkatnya Wikramawardhana sebagai raja.
Wikramawardhana adalah suami dari putri Hayam Wuruk yang bernama Wikramawardhani. Sebenarnya, yang berhak menjadi raja adalah sang putri, tapi ia menyerahkan kekuasaannya pada suaminya.
Perselisihan itu makin panas saat kedudukan raja diserahkan pada Suhita, anak dari Raja Wikramawardhana. Selama lima tahun (1401-1406) terjadi peperangan antara pihak Bhre Wirabhumi dan pihak Raja Suhita.
ADVERTISEMENT
Perang itu menyebabkan semakin lemahnya kedudukan Majapahit. Bahkan, beberapa kerajaan di daerah tidak lagi mengakui kekuasaan kerajaan yang sempat berjaya itu.
Lalu menurut beberapa teori, Majapahit benar-benar hancur setelah serangan pasukan Kerajaan Islam Demak yang dipimpin Raden Patah.