Konten dari Pengguna

Sejarah Kurikulum Indonesia, Perjalanan Pendidikan Nasional dari Era Kemerdekaan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kurikulum Indonesia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kurikulum Indonesia. Foto: Unsplash

Sejarah kurikulum Indonesia menunjukkan bagaimana pendidikan terus menyesuaikan diri dengan kondisi zaman, mulai dari masa awal kemerdekaan hingga era digital saat ini. Kurikulum tidak hanya berisi daftar mata pelajaran, tetapi juga menjadi pedoman arah pendidikan nasional untuk membentuk karakter pelajar yang unggul. Buku Bahan Ajar Kurikulum Pembelajaran karya Purwati menjelaskan bahwa kurikulum pertama Indonesia, yaitu Kurikulum 1947, lahir setelah kemerdekaan dan berfokus pada pembentukan watak nasionalisme sebagai identitas bangsa yang merdeka. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut seputar perkembangan kurikulum di Indonesia.

Daftar isi

Kurikulum Masa Awal Kemerdekaan

Kurikulum 1947, yang dikenal sebagai Rencana Pelajaran Terurai, mulai disusun sejak tahun 1945 dan diterapkan hingga 1950. Merujuk jurnal bertajuk Kurikulum Pendidikan di Indonesia Sepanjang Sejarah yang diterbitkan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Kemendikdasmen, kurikulum ini menandai perubahan besar dari sistem pendidikan kolonial Belanda menuju pendidikan nasional.

Penekanan utamanya adalah pembentukan karakter, semangat kebangsaan, serta penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan. Pada masa ini, pendidikan diarahkan untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.

Selanjutnya, Kurikulum 1968 hadir menggantikan konsep Pancawardhana dengan tujuan membentuk manusia Pancasila. Kurikulum ini menitikberatkan pada pembinaan jiwa Pancasila, penguasaan pengetahuan dasar, dan pengembangan kecakapan khusus yang dibutuhkan masyarakat.

Kurikulum Orde Baru

Memasuki masa Orde Baru, kebijakan pendidikan sangat dipengaruhi oleh agenda pembangunan nasional. Kurikulum ini lahir pada 1975 sebagai dampak dari Proyek Pengembangan Sistem Pendidikan (PPSP) tahun 1973. Kurikulum ini menekankan perencanaan pembelajaran yang lebih sistematis dan berorientasi pada tujuan.

Jurnal Dimensi Historis Pengembangan Kurikulum terbitan Kemendikbud menjelaskan bahwa Kurikulum 1984 kemudian hadir dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Kurikulum ini membagi pembelajaran ke dalam enam bidang utama, yaitu agama, Pendidikan Kewarganegaraan, bahasa, spasiotempo, seni, serta pendidikan jasmani dan kesehatan.

Kurikulum 1994 selanjutnya menjadi penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya dengan menambahkan muatan lokal dan sistem pembelajaran berbasis kelas yang lebih terstruktur.

Kurikulum Reformasi

Era reformasi membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan Indonesia. Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menekankan penguasaan kompetensi dasar oleh peserta didik, bukan sekadar hafalan materi.

Menurut Buku Telaah Kurikulum dan Buku Teks Pendidikan karya Zulfikar Adjie, dkk., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 memberikan kewenangan lebih besar kepada sekolah untuk mengelola kurikulum sesuai kebutuhan lokal.

Kurikulum 2013 kemudian memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran tematik dan integratif. Terakhir, Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pada 2022 memberikan fleksibilitas belajar dan menekankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila agar peserta didik siap menghadapi tantangan masa depan.

Kurikulum Merdeka

Pada tahun ajaran 2023, Indonesia mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap di banyak sekolah sebagai pilihan mandiri satuan pendidikan. Kurikulum ini merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar dan dirancang untuk memberi fleksibilitas kepada sekolah dan guru dalam menyusun pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa.

Sekolah dapat memilih opsi-opsi struktur Kurikulum Merdeka sesuai kesiapan mereka, seperti mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi. Implementasi ini memungkinkan siswa untuk mempelajari materi yang esensial secara lebih mendalam dan bermakna sesuai minat dan kompetensinya.

Mulai tahun ajaran 2024, Kurikulum Merdeka semakin meluas dan diproyeksikan menjadi kurikulum nasional yang menggeser secara perlahan peran K13. Banyak sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan penekanan pada pembelajaran yang fleksibel, proyek pembelajaran, dan penguatan profil pelajar yang kreatif serta berdaya saing.

Baca juga: Mengapa Masyarakat Minangkabau Menganut Sistem Matrilineal?

(NDA)