Tips Mencegah Oksidasi pada Buah Setelah Dikupas supaya Tidak Cokelat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah segar mengandung enzim alami yang berperan dalam proses pematangan. Ketika buah dipotong, enzim ini terlepas dari jaringan buah dan bersentuhan dengan oksigen sehingga menyebabkan permukaan buah berubah menjadi cokelat. Fenomena ini sering terjadi pada buah seperti apel, pir, pisang, atau persik. Untungnya, ada beberapa tips mencegah oksidasi pada buah setelah dikupas. Simak berbagai panduannya yang dirangkum dari laman The Kitchn dan Institute of Food Science and Technology.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Rendam Buah dengan Asam
Sari lemon, jeruk, atau nanas menjadi salah satu solusi paling umum untuk mencegah oksidasi. Kandungan asam dalam buah ini mampu menurunkan aktivitas enzim, sehingga proses pencoklatan dapat diperlambat. Caranya:
Rendam irisan buah dalam air yang dicampur dengan perasan lemon atau jeruk selama 5-10 menit.
Tiriskan buah dengan saringan di bawah air mengalir.
Metode ini sangat cocok untuk buah yang akan dipanggang atau dimasak, karena rasa asam dari air rendaman bisa tersamarkan.
2. Rendam Buah dan Air Madu
Madu adalah pengawet alami dengan tingkat pH asam, sehingga efektif mencegah pencoklatan pada irisan buah. Caranya:
Campurkan 1 sendok makan madu per 1 cangkir air bersuhu ruangan.
Rendam irisan buah selama 5-10 menit.
Tiriskan dan bilas di bawah air mengalir sebelum disajikan.
3. Rendam Buah dan Air Garam
Natrium klorida atau garam dapur biasa juga bisa digunakan untuk menganggu proses oksdiasi. Bahan ini efektif untuk mencegah buah berubah menjadi kecoklatan. Caranya:
Larutkan setengah sendok teh garam per cangkir air.
Rendam apel dalam larutan tersebut selama 5-10 menit.
Bilas buah di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa garam.
Buah yang direndam dengan cara ini tetap mempertahankan warna alami, kerenyahan, dan rasanya tidak terasa asin.
4. Gunakan Larutan Asam Askorbat
Asam askorbat, yang lebih dikenal sebagai vitamin C, berperan sebagai antioksidan untuk mencegah buah berubah menjadi cokelat. Metode ini sangat cocok bagi yang menginginkan hasil lebih tahan lama, terutama untuk penyimpanan jangka panjang.
Campurkan sedikit bubuk vitamin C dengan air bersih.
Rendam potongan buah dalam larutan tersebut selama beberapa menit.
Tiriskan sebelum disimpan atau disajikan.
5. Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Oksidasi hanya terjadi jika buah bersentuhan dengan oksigen. Oleh karena itu, menyimpan buah dalam wadah kedap udara merupakan cara efektif untuk menjaga warna buah. Caranya:
Gunakan wadah tertutup rapat atau kantong plastik ziplock yang kedap udara.
Iris buah, seperti apel, lalu simpan dalam wadah tersebut. Jika ingin ekstra perlindungan, bisa menambahkan sedikit air bersih untuk merendam buah.
Irisan buah bisa bertahan beberapa jam tanpa berubah warna dan tetap renyah.
Baca Juga: Ciri-Ciri Proses Fermentasi Alami dalam Pembuatan Makanan dan Minuman
(SA)
