Warna Asli Matahari Ternyata Bukan Kuning, Ini Faktanya!

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak kecil, kita telah diperkenalkan warna Matahari yakni kuning cerah. Persepsi ini begitu melekat sehingga hampir semua orang secara otomatis akan menjawab kuning ketika ditanya tentang warna Matahari. Namun, tahukah kamu bahwa faktanya warna asli Matahari sebenarnya bukanlah kuning? Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai warna Matahari yang asli, simak terus uraian ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Matahari Memancarkan Semua Warna Spektrum Cahaya
Para ilmuwan sepakat bahwa Matahari memancarkan cahaya dalam seluruh spektrum warna yang bisa dilihat manusia. Artinya, semua warna pelangi dipancarkan secara bersamaan dan dalam jumlah yang relatif seimbang. Ketika semua warna ini bercampur, hasilnya adalah warna putih.
NASA juga menjelaskan bahwa suhu permukaan Matahari mencapai sekitar 10.000 derajat Fahrenheit. Pada suhu setinggi itu, benda bercahaya akan memancarkan cahaya putih, sehingga Matahari tampak putih bagi mata manusia jika dilihat tanpa gangguan.
Peran Atmosfer Bumi dalam Hamburan Cahaya
Lalu mengapa dari Bumi Matahari terlihat kuning? Jawabannya terletak pada atmosfer. Atmosfer Bumi berfungsi seperti penyaring cahaya. Menurut Science ABC, atmosfer lebih mudah menghamburkan warna dengan panjang gelombang pendek seperti biru, hijau, dan ungu. Sementara itu, warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti kuning, oranye, dan merah lebih mudah menembus atmosfer.
Ketika cahaya biru banyak tersebar, warna yang tersisa akan cenderung kuning. Proses ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh. NASA juga menyebutkan bahwa hamburan inilah yang membuat langit terlihat biru dan Matahari tampak kuning atau kemerahan jika dilihat dari permukaan Bumi.
Perubahan Warna dan Penampakan dari Luar Angkasa
Saat Matahari terbit dan terbenam, warnanya sering terlihat merah atau oranye. Discover Magazine menjelaskan bahwa pada posisi rendah di cakrawala, cahaya Matahari harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, sehingga semakin banyak cahaya biru yang terhambur.
Untuk melihat warna asli Matahari, pengamatan harus dilakukan dari luar atmosfer Bumi. NASA menyatakan bahwa dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, Matahari tampak putih karena tidak ada atmosfer yang memengaruhi cahaya.
Kesalahpahaman Umum tentang Warna Asli Matahari
Anggapan bahwa Matahari berwarna kuning sebenarnya sudah tertanam lama dalam kehidupan sehari-hari. Sejak kecil, banyak orang menggambar Matahari dengan krayon kuning di buku gambar atau melihat ilustrasi Matahari berwarna kuning di buku pelajaran.
Kebiasaan ini membuat persepsi bahwa kuning adalah warna asli Matahari semakin menguat, meskipun secara ilmiah hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut penjelasan dari NASA, kesalahpahaman ini muncul karena manusia mengamati Matahari hampir selalu dari permukaan Bumi, bukan dari luar angkasa.
Atmosfer Bumi secara konsisten memengaruhi cahaya Matahari yang kita lihat setiap hari, sehingga warna putih aslinya jarang disadari. Selain itu, paparan Matahari yang terlalu terang juga membuat mata manusia sulit menangkap warna aslinya tanpa bantuan alat khusus.
Baca juga: Apa Itu Flare Matahari? Ini Definisi, Klasifikasi, Dampak, dan Siklus Terjadinya
(NDA)
