Tekno & Sains
·
12 Maret 2019 10:15

Gerakan Kalbar Membawa Tumbler, Tekan Laju Penggunaan Botol Plastik

Konten ini diproduksi oleh
Gerakan Kalbar Membawa Tumbler, Tekan Laju Penggunaan Botol Plastik (40724)
Gerakan Kalbar Membawa Tumbler. Foto: ist
Hi!Pontianak - Sampah plastik telah menjadi masalah dunia. Sebagai negara dengan penduduk yang banyak, Indonesia dinobatkan sebagai penghasil sampah terbesar nomor dua setelah Tiongkok.
ADVERTISEMENT
Untuk itu hal-hal inovasi mengenai sampah pun terus diusahakan Pemerintah. Hal ini diharapkan bisa menggerakkan dan mengubah kebiasaan masyarakat terkait sampah plastik. Salah satunya, muncul gerakan membawa botol minum alias tumbler yang dilakukan oleh Pemerintah Kalimantan Barat melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kalbar, menginisiasi Gerakan Kalbar Membawa Tumbler.
Penggunaan tumbler ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan botol maupun gelas air mineral yang berbahan plastik. Gerakan ini pun diterima baik oleh semua kalangan. Salah satunya pegiat lingkungan, Rizal Daeng.
"Sebagai penggiat lingkungan saya apresiasi terobosan yang dilakukan oleh pemerintah terkait Gerakan Kalbar Membawa Tumbler. Ini upaya lama yang senantiasa digaungkan para aktivis lingkungan guna menekan laju penggunaan botol minuman plastik kemasan yang sejauh ini sudah sangat memprihatinkan," katanya.
ADVERTISEMENT
Sebagai pegiat lingkungan, Daeng juga berharap semua pihak dapat menyokong gerakan ini. Tak hanya membawa tumbler, tapi juga diet kantong plastik. Seperti yang kita tahu, keberadaan sampah plastik juga sangat mengganggu.
"Pasalnya limbah plastik sudah menjadi momok bagi kesehatan ekosistem, baik laut maupun darat. Sudah banyak contoh di depan mata betapa sulit limbah plastik itu terurai. Belum lagi kasus di laut. Ikan-ikan makan mikroplastik. Ikannya kemudian ditangkap oleh nelayan dan dijual di pasar. Konsumen makan ikan. Akhirnya manusia pun mengonsumsi mikroplastik yang dapat berdampak fatal bagi kesehatan," tuturnya.
Selain Daeng yang mendukung gerakan ini, Puspitasari yang merupakan generasi milenial juga menerima positif gerakan tersebut.
"Sebenarnya geraka nya sudah bagus kan ini salah satu gerakan yang se-Indonesia juga, ada gerakan zerowaste dan sayapilihbumi yang mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai. Kalau gerakan tumbler ini kan masih terfokus ke tumbler, kegiatannya masih terbatas kalo perkembangannya mungkin nanti bisa dari yang penggunaan sedotan stainless atau juga sedotan bambu. Gerakan ini bagus sih, untuk di Pontianak kan belum terlalu didengungkan hal-hal seperti ini," dukungnya.
ADVERTISEMENT
Semoga dengan adanya gerakan atau kampanye ini, masyarakat Kalbar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dengan membiasakan membawa tumbler tiap harinya. Gimana menurutmu? (hp6)