Kelompok KKN USK Gelar Sosialiasi Hipertensi dan Cek Tensi Gratis di Desa Gapuy

Mahasiswa Psikologi Universitas Syiah Kuala yang tertarik pada isu-isu kesehatan mental dan pengembangan diri. Suka menulis sebagai cara untuk merekam jejak pengalaman. Saat ini sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ichlasniate Katiara Maghfira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sabtu, 19 Juli 2025 – Kelompok KKN R-XXVII17 Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan Sosialisasi Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Gratis di Meunasah Gampong Gapuy, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini menyasar warga Desa Gapuy, khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak, termasuk kalangan lansia yang memang memiliki risiko lebih tinggi terhadap tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah secara gratis oleh kelompok KKN. Setiap peserta kemudian menerima leaflet edukatif yang berisi informasi dasar mengenai hipertensi. Tidak hanya itu, peserta juga diarahkan untuk mengikuti sesi konsultasi ringan yang bersifat non-klinis, membahas keluhan kesehatan baik fisik maupun psikis yang mereka alami. Dalam sesi ini, warga diberi ruang untuk menceritakan kondisi kesehatan mereka, yang kemudian disambung dengan psikoedukasi mengenai keterkaitan antara stres dan keluhan fisik, atau yang biasa dikenal dengan gangguan psikosomatis. Pendekatan ini memberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental juga penting dalam mencegah dan mengelola tekanan darah tinggi.
Setelah seluruh peserta selesai mengikuti rangkaian awal, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dr. Cut Mela Yunita Sari, Sp.PD-KGH., FINASIM yang merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara menyeluruh mengenai hubungan antara hipertensi dan kesehatan ginjal, dua kondisi yang sering kali berkaitan erat tetapi masih kurang dipahami oleh masyarakat awam.
dr. Cut Mela menekankan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak fungsi ginjal secara perlahan, hingga menyebabkan penyakit ginjal kronis. Beliau juga memberikan panduan praktis mengenai pola makan sehat, gaya hidup aktif, serta pentingnya memeriksa tekanan darah dan fungsi ginjal secara rutin sebagai langkah pencegahan. Materi ini membuka wawasan baru bagi para peserta tentang pentingnya menjaga tekanan darah, tidak hanya untuk mencegah stroke atau penyakit jantung, tetapi juga demi menjaga organ vital seperti ginjal tetap berfungsi optimal.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang cukup interaktif, menunjukkan antusiasme warga terhadap topik kesehatan yang sebelumnya masih jarang dibahas secara terbuka. Warga mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Beberapa menyampaikan bahwa mereka baru pertama kali mengetahui informasi lebih lanjut tentang hipertensi, termasuk gejala dan cara pencegahannya. Mereka merasa terbantu karena kegiatan ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya mengenali kondisi tubuh sejak dini. Bahkan, warga menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini bisa terus diadakan di masa mendatang sebagai bentuk edukasi berkelanjutan di desa Gapuy.
Dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kesehatan masyarakat desa juga perlu dilihat secara holistik. Melalui kegiatan ini, kelompok KKN R-XXVII17 berharap warga semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pikiran demi kualitas hidup yang lebih baik.
