Kamikaze: Sejarah Pasukan Bunuh Diri Jepang
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sejarah Perang Dunia II, ada strategi perang yang mungkin terdengar ekstrem bahkan di telinga kita saat ini. Kamikaze adalah sebutan untuk serangan bunuh diri yang dilakukan oleh pilot militer Jepang dengan cara menerbangkan pesawat bermuatan bom langsung ke target musuh. Taktik ini muncul sebagai upaya terakhir Jepang menghadapi dominasi pasukan Sekutu di kawasan Pasifik pada tahun 1944.
Kata kamikaze sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti angin ilahi atau angin ketuhanan. Nama ini merujuk pada peristiwa bersejarah di abad ke-13 ketika badai topan menghancurkan armada invasi Mongol yang hendak menyerang Jepang. Dengan menggunakan istilah yang sama, pemerintah militer Jepang berharap pilot-pilot muda mereka bisa menjadi penyelamat bangsa di tengah tekanan perang yang semakin berat.
Pengertian dan Asal-usul Kamikaze
Pembentukan Unit Kamikaze
Menurut artikel kamikaze military tactic oleh Britannica, Unit kamikaze pertama dibentuk pada Oktober 1944 oleh Wakil Laksamana Takijirō Ōnishi setelah Jepang mengalami kemunduran besar dalam Pertempuran Teluk Leyte. Berkurangnya pesawat dan pilot berpengalaman mendorong Jepang mengembangkan taktik serangan bunuh diri terhadap armada Sekutu.
Tujuan Serangan Kamikaze
Serangan kamikaze ditujukan terutama kepada kapal induk dan kapal perang Sekutu. Jepang berharap serangan bunuh diri dapat memberikan kerusakan besar meskipun jumlah pesawat dan pilot yang dimiliki semakin terbatas.
Seleksi dan Pelatihan Pilot
Para pilot kamikaze direkrut dari satuan penerbang Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang. Mereka didorong oleh semangat pengabdian kepada negara dan keyakinan bahwa pengorbanan diri merupakan bentuk kesetiaan tertinggi kepada Jepang.
Operasi dan Dampak Serangan Kamikaze
Metode Serangan
Dalam serangan kamikaze, pesawat yang membawa bom diarahkan langsung ke kapal perang Sekutu sehingga tumbukan dan ledakannya menimbulkan kerusakan besar pada sasaran.
Korban dan Dampak
Selama perang, sekitar 3.800 pilot kamikaze gugur dalam berbagai operasi. Serangan-serangan tersebut menenggelamkan maupun merusak banyak kapal Sekutu serta menimbulkan korban jiwa di pihak lawan.
Pertempuran Okinawa
Pertempuran Okinawa menjadi puncak penggunaan taktik kamikaze. Jepang melancarkan gelombang serangan bunuh diri terhadap armada Sekutu, tetapi banyak pesawat berhasil dihancurkan sebelum mengenai target.
Jenis Pesawat
Beberapa pesawat yang digunakan dalam operasi kamikaze antara lain Mitsubishi A6M Zero dan pesawat roket berawak Yokosuka MXY-7 Ohka yang dirancang khusus untuk serangan bunuh diri.
Akhir Operasi Kamikaze
Operasi kamikaze berakhir setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945. Selama berlangsungnya perang, serangan bunuh diri ini menjadi salah satu strategi terakhir Jepang dalam menghadapi keunggulan militer Sekutu.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia