13 Contoh Platyhelminthes Berdasarkan Kelasnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Platyhelminthes adalah kelompok hewan invertebrata. Contoh Platyhelminthes banyak berhabitat di lingkungan sekitar makhluk hidup.
Platyhelminthes sendiri biasa disebut dengan cacing pipih karena memiliki bentuk yang tampak pipih. Anggota kelompok ini merupakan hewan triploblastik aselomata.
Sebagian anggota hewan Platyhelminthes adalah parasit, tetapi ada beberapa jenis Platyhelminthes yang tidak bersifat merugikan.
Lantas, apa saja contoh Platyhelminthes? Simak kumpulan contoh hewan yang tergolong dalam filum Platyhelminthes berikut ini.
Contoh Platyhelminthes
Mengutip dari buku Cara Cepat & Mudah Taklukkan Ujian Nasional 2015 SMP/MTs karya Tim Studi Guru, Platyhelminthes adalah filum ketiga dari kingdom Animalia setelah Porifera dan Coelenterata.
Hewan dalam filum ini biasanya memiliki struktur tubuh yang lebihs sederhana dibandingkan dengan hewan lain. Akan tetapi, lebih kompleks jika dibandingkan dengan hewan pada filumPorifera dan Coelenterata.
Salah satu ciri-ciri hewan Platyhelminthes adalah tergolong hewan triploblastik yang paling sederhana. Kelompok hewan ini banyak didominasi oleh cacing pipih.
Platyhelminthes sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya cacing piph. Oleh sebab itu, filum ini disebut sebagai cacing pipih.
Filum Platyhelminthes kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan ciri, stuktur tubuh, dan bentuknya. Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda.
Setiap kelas tentunya memiliki contoh hewan tersendiri. Berikut ini adalah contoh hewan Platyhelminthes berdasarkan kelasnya yang dikutip dari buku Cerdas Biologi yang ditulis oleh Oman Karman.
Contoh Platyhelminthes dalam Kelas Turbellaria
Turbellaria adalah kelompok hewan Platyhelminthes yang melangsungkan hidupnya secara bebas. Ciri utama dari kelompok hewan ini adalah hewan ini tidak memiliki alat isap.
Meskipun hidup secara bebas, hewan-hewan yang tergolong kelas Turbellaria tidak bersifat parasit atau merugikan makhluk hidup lain yang menjadi inangnya.
Hewan dalam kelas Turbellaria biasa disebut sebagai cacing berambut getar karena hewan ini banyak memiliki silia yang difungsikan sebagai alat geraknya.
Adapun contoh hewan Turbellaria adalah sebagai berikut:
Planaria sp, yakni hewan triploblastik aselomata dengan tubuh planaria tersusun solid tanpa adanya coelom. Biasanya ditemukan di daerah bersuhu 18-24 derajat celcius.
Contoh Platyhelminthes dalam Kelas Trematoda
Trematoda merupakan kelompok hewan yang memiliki alat isap. Pada alat tersebut, terdapat suatu kait yang berfungsi untuk melekatkan diri pada inangnya.
Hewan Trematoda merupakan hewan parasit yang bersifat merugikan inangnya. Kait pada tubuhnya juga berfungsi untuk menjaga seluruh anggota tubuh agar tidak dicerna oleh inangnya.
Contoh Platyhelminthes dalam kelas Trematoda biasa berhabitat pada tubuh makhluk hidup. Adapun contoh hewan Trematoda adalah sebagai berikut:
Schipistoma haematobium, yakni jenis cacing penghisap yang biasa ditemukan dalam pembuluh darah atau vena pada saluran kencing atau saluran pencernaan.
Fasciola hepatica, yakni jenis organisme yang merugikan yang biasanya berhabitat di organ hati dalam tubuh hewan dan manusia.
Fasciolopsis buski, yaitu jenis cacing isap yang berhabitat dalam organ pencernaan makhluk hidup, khususnya organ usus dari tubuh manusia, anjing, babi, dan lain-lain.
Clonorchis sinensis, yakni jenis organisme bersifat parasit yang banyak ditemukan dalam organ hati manusia.
Schistosoma japonicum, yaitu suatu jenis cacing darah yang biasanya hidup di pembuluh darah di balik perut.
Paragonimus westermani, yakni jenis cacing yang berhabitat dalam paru-paru hewan vertebrata.
Contoh Platyhelminthes dalam Kelas Cestoda
Cestoda adalah kelompok hewan triploblastik yang tubuhnya bersegmen. Secara garis besar, tubuh jenis hewan ini terdiri dari kepala dan bagian tubuh.
Cestoda merupakan hewan yang bersifat merugikan atau parasit. Pada kepala Cestoda, terdapat scolex yang berfungsi untuk menempelkan tubuhnya kepada inangnya.
Cestoda memiliki bentuk yang panjang seperti pita. Oleh karena itu, jenis hewan tersebut sering disebut sebagai cacing pita.
Berikut ini adalah contoh Platyhelminthes yang termasuk pada kelas Cestoda:
Taenia saginata, yakni jenis parasit yang menempel pada sapi.
Taenia solium, yaitu jenis parasit berhabitat pada tubuh babi
Dibothriocephalus, yakni jenis cacing yang banyak ditemukan pada ikan.
Echinococcus granulosus, yakni jenis cacing yang berhabitat pada tubuh anjing.
Taenia taeniaeformis, yaitu jenis parasit yang menempel pada tubuh kucing.
Diphylobothrium latum, yaitu jenis hewan cestoda yang banyak ditemukan pada tubuh manusia.
Itulah beberapa contoh Platyhelminthes yang ada di lingkungan sekitar. Kesimpulannya, setiap contoh Platyhelminthes bisa bersifat bebas, tetapi sebagian besar bisa memberikan kerugian pada makhluk hidup di sekitarnya.
Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup Lautan: Plankton, Nekton, dan Bentos
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa klasifikasi platyhelminthes?

Apa klasifikasi platyhelminthes?
Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda.
Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum platyhelminthes?

Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum platyhelminthes?
Hewan yang tergolong pada filum ini biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri hewan dalam filum Platyhelminthes adalah memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal.
Apa ciri kelas Turbellaria?

Apa ciri kelas Turbellaria?
Turbellaria merupakan kelompok Platyhelminthes yang hidup secara bebas dan tidak memiliki alat isap. Nama kelompok hewan ini berasal dari kata turbulensi yang diakibatkannya di dalam habitat airnya berkat silianya yang berdenyut dengan keras.
