7 Contoh Cerita Fantasi Pendek Terpopuler bagi Anak-Anak

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 14 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semasa kanak-kanak, membaca maupun mendengarkan cerita fantasi merupakan salah satu hiburan yang paling menyenangkan. Hingga saat ini, contoh cerita fantasi yang tak kalah populer adalah kisah putri duyung, Bandung Bondowoso, hingga Aladin.
Untuk memahami lebih jelas, artikel ini akan membahas tentang teks cerita fantasi secara lengkap, mulai dari pengertian, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, hingga contohnya yang bisa dipahami.
Pengertian Teks Cerita Fantasi
Secara umum, teks cerita fantasi hampir sama dengan teks narasi secara keseluruhan. Namun, keduanya memiliki perbedaan pada alur unsur, serta struktur cerita yang digunakan. Struktur teks cerita fantasi biasanya cenderung dilebih-lebihkan.
Mengutip buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI oleh Imam Taufik, dkk., cerita fantasi adalah karangan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.
Dengan kata lain, hal-hal yang digambarkan dalam teks fantasi adalah tidak nyata atau fiksi. Teks fantasi dibangun menggunakan alur atau jalan cerita yang normal, hanya saja memiliki unsur-unsur imajinasi dan khayalan semata.
Baca Juga: Ciri-Ciri Fabel beserta Struktur dan Jenisnya Lengkap
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fantasi
Dikutip dari Teks Cerita Fantasi oleh Marie Muhammad, dkk., (2020: 79-80), terdapat beberapa kaidah kebahasaan dalam teks cerita fantasi, yaitu:
1. Menggunakan Kata Ganti dan Nama Orang sebagai Sudut Pandang Penceritaan
Kaidah kebahasaan cerita fantasi yang pertama adalah penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan. Kata ganti merupakan kata yang berfungsi menggantikan orang, benda, atau sesuatu yang dibendakan.
Kata ganti dipakai untuk menghindari pengulangan dalam suatu kalimat atau paragraf. Contoh kata ganti adalah aku, mereka, dia, dikau, engkau, dan sebagainya. Sementara contoh nama orang misalnya Ratu Elisa, Putri Kenanga, dan lainnya.
2. Menggunakan Kata yang Menyerap Pancaindra untuk Deskripsi Latar (Tempat, Waktu, Suasana)
Cerita fantasi juga menggunakan kata yang mencerap pancaindra dalam deskripsi latar (tempat, waktu, dan suasana). Cerapan pancaindra merupakan kata yang seolah-olah dapat dilihat, didengar, dan dirasakan. Contohnya dalam beberapa teks berikut.
Latar tempat: Tiga pohon berjajar rapih berdiri dengan kokoh. Sayap-sayap burung yang mulai mengepak, menggoyangkan daun-daun dalam dahan. Embusan angin yang tak biasa. Mengambarkan Kota Zaitun di sore ini.
Latar suasana: Air mata pun jatuh di pipi Pangeran Xin. Sepucuk surat dari Sang Nenek menjadi saksi kepiluannya. Tawa canda pangeran sirna.
Latar waktu: Pagi hari seperti biasa para agen mempersiapkan diri. Matahari bersinar terang membawa hawa semangat. Kokok jago bersahutan menyambut hari telah datang.
3. Menggunakan Pilihan Kata dengan Makna Kias dan Makna Khusus
Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus. Makna kias adalah makna yang memiliki arti tidak sebenarnya atau mengandung pengandaian, di mana seseorang harus menerka maksud dari kata tersebut. Contohnya:
Monster itu berkaki empat. Langkah seribunya penuh dengan keberanian. Semakin mendekat semakin melawan.
4. Menggunakan Kata Sambung Penanda Urutan Waktu
Kata sambung urutan waktu merupakan kata sambung yang menunjukkan urutan terjadinya sebuah peristiwa. Contoh kata sambung penanda urutan waktu adalah sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, lalu, kemudian, dan lain-lain.
Penggunaan kata sambung urutan waktu biasanya digunakan untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat. Contohnya:
Sebelum Alien itu datang, langit mendung.
Tiga tahun yang lalu, gunung itu memuntahkan lahar dingin.
Akhirnya, Raja Zahab berkuasa kembali di Kerajaan Saturnus.
5. Menggunakan Kata atau Ungkapan Keterkejutan
Penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakan cerita atau memulai masalah dalam cerita. Contohnya:
Tiba-tiba pesawat tempur melepaskan tembakan petamanya.
Di tengah pesta datanglah preman-preman itu.
Tanpa kuduga, Cermin Ajaib berpindah tempat.
6. Menggunakan Dialog atau Kalimat Langsung dalam Cerita
Sama seperti teks prosa lainnya, dalam cerita fantasi juga menggunakan kalimat langsung untuk dialog, sedangkan kalimat tidak langsung dipakai sebagai narasi. Contohnya:
"Berlarilah Natakoo! Monster itu mengejarmu," teriak ninja Kusuke dengan kecemasan. Natakoo pun berlari sekuat tenaganya.
Struktur Cerita Fantasi
Burhan Nugiantoro dalam bukunya Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak menyebutkan struktur yang harus termuat dalam teks cerita fantasi, di antaranya:
1. Orientasi
Orientasi merupakan bagian yang mengenalkan latar, tokoh, dan kisah, baik dari segi waktu, tempat, maupun peristiwa. Orientasi juga biasa digunakan untuk menata berbagai adegan dan menjelaskan hubungan antartokoh.
2. Komplikasi
Struktur bagian ini mulai memunculkan konflik. Konflik sendiri merupakan pertentangan atau kesukaran-kesukaran bagi tokoh utama. Pada bagian komplikasi inilah, dijelaskan bagaimana sebab-akibat konflik yang terjadi antartokoh.
3. Resolusi
Bagian ini adalah penyelesaian dari berbagai konflik yang terjadi. Resolusi juga dapat menjadi pernyataan akhir terhadap kondisi yang dialami oleh tokoh utamanya.
Sebagai catatan, di antara ketiga struktur utama di atas, pengarang dapat menyisipkan beberapa struktur lain, seperti abstraksi atau gambaran umum, klimaks atau puncak ketegangan, dan koda atau penutup cerita yang berisi amanat.
Ciri-Ciri Cerita Fantasi
Teks cerita fantasi memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari teks narasi lainnya, yaitu:
Cerita fantasi mengandung keajaiban, keanehan, atau kemisteriusan. Cerita jenis ini juga berisi hal-hal gaib dan misterius yang tidak ditemui dalam dunia nyata.
Pada cerita fantasi, hal yang tidak mungkin dijadikan seolah-olah biasa (dunia imajinatif yang diciptakan para penulisnya).
Tokoh dan latar adalah ciptaan penulis dan tidak ada di dunia nyata. (Jika pun ada, termasuk hasil modifikasi dari dunia nyata).
Cerita fantasi memiliki tema magic (keajaiban) seperti sihir, supernatural, atau futuristik.
Ide cerita terbuka mengikuti daya khayalan penulis.
Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan latar yang tidak terbatas dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh utama bisa berada di beberapa waktu dan tempat dalam satu cerita.
Tokoh di dalam cerita fantasi biasanya diberi watak dan ciri yang unik, serta jarang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, tokoh memiliki kesaktian dan kekuatan tertentu, atau mengalami peristiwa misterius dan tidak ada di kehidupan biasa.
Cerita fantasi bersifat fiktif. Memang bisa saja terinspirasi dari latar atau objek nyata, tetapi tetap dibumbui imajinasi dan fantasi.
Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan yang bukan bahasa formal.
Baca Juga: Rangkaian Cerita sebagai Sebab Akibat dalam Teks Fantasi
Contoh Cerita Fantasi Pendek
Setelah memahami struktur dan ciri-ciri teks fantasi, simak berbagai contoh cerita fantasi pendek yang digemari kalangan anak-anak di bawah ini.
1. Pensil Ajaib
Bersumber dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII terbitan Tim Ganesha Operation, inilah contoh teks fantasi berjudul Pensil Ajaib.
Laila adalah seorang gadis miskin yang pandai. Sebagian waktunya ia gunakan untuk belajar dan membantu orang tuanya. Selain itu, Laila juga suka menghabiskan waktunya untuk menggambar.
Sayangnya, kini ia tidak dapat menggambar lagi karena pensil yang dimilikinya sudah hampir habis dan sangat pendek sehingga tidak dapat digunakan lagi. Laila juga tidak bisa membeli pensil baru karena tidak memiliki cukup uang.
Dalam kesehariannya, Laila membantu orang tuanya memunguti plastik yang ada di jalan. Saat mengambil plastik, Laila menemukan ada sebuah pensil yang tergeletak di jalan. Laila mengambilnya dengan senang karena akan dapat menggambar lagi sepulang mencari plastik.
Saat di rumah, Laila mulai mengeluarkan pensil yang ia temukan tadi di jalan. Laila mencoba menggambar bunga di kertasnya. Alangkah kagetnya ketika selesai menggambar, tiba-tiba menjadi bunga sesungguhnya dan tergeletak di atas kertas tempat ia menggambar.
Laila merasa kaget dan tidak percaya. Ia mulai menggambar ayam untuk memastikan apakah yang ia lihat memang nyata. Sesaat setelah ia menggambar ayam, alangkah kagetnya tiba-tiba di hadapannya ada seekor ayam hidup yang berkokok sangat kencang.
Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib. Dengan sigap ia segera menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras, makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Saat orang tua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia kebutuhan mereka dapat tercukupi.
Meski begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya.
2. Batu Menangis
Masih merujuk pada sumber yang sama dengan contoh teks fantasi di atas, simak cerita Batu Menangis di bawah ini.
Ada seorang anak perempuan yang sangat manja. Ia suka membeli barang-barang mewah padahal ibunya hanyalah seorang penjual kayu bakar. Meski begitu, jika ia tidak dituruti kemauannya, ia akan marah. Ia akan mulai merajuk dan menangis hingga ibunya menuruti segala permintaannya.
Ia selalu meminta dibelikan ini itu tanpa memikirkan apakah ibunya memiliki uang atau tidak. Ibunya selalu berusaha sabar, meskipun untuk mengumpulkan uang saja, ia harus berjalan sangat jauh dari hutan ke kota untuk menjual kayu bakarnya.
Suatu ketika, anak perempuan tersebut meminta ibunya menemani membeli baju baru di kota. Ia membeli baju sangat banyak dan meminta ibunya untuk membawakan semua barang belanjaannya. Ia memperlakukan ibunya seperti layaknya seorang pembantu.
Saat sedang perjalanan pulang, ada seseorang yang memanggil gadis itu. "Hai, gadis cantik, sungguh cantik parasmu. Sedang bersama ibumu kah dirimu?" tanya pemuda tersebut.
Gadis tersebut merasa malu untuk mengakui ibunya yang berpakaian lusuh. Gadis itu berkata, "Bukan, dia adalah pembantuku".
Mendengar pernyataan tersebut, ibunya sangat kecewa dan sedih. Tanpa terasa sang ibu berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku sangat kecewa. Aku marah mempunyai anak yang hatinya keras bagaikan batu. Lebih baik jadikan dia batu saja".
Ibunya berkata demikian sembari meninggalkan anaknya sendirian. Ibu itu berlari pulang dengan hati yang sangat kecewa.
Tiba-tiba langit menggelegar dan gadis itu berubah menjadi batu. Batu tersebut menangis dan mengeluarkan air mata, "Huhuhuh, Ibu maafkan aku", begitu tangisnya.
Tangisnya membesar dan membuatnya menjadi danau dengan patung anak perempuan di sampingnya. Ia dikutuk menjadi batu menangis selamanya.
3. Avatar
Menghimpun dari buku Super Complete SMP/MTs 7,8,9 karya Elis Khoerunnisa, S.Pd, inilah cerita teks fantasi dengan judul Avatar.
Ada empat pengendali elemen yang ada di bumi ini. Elemen tersebut adalah air, api, tanah, dan udara. Empat pengendali tersebut disebut dengan Avatar. Sayangnya, mereka sering bertengkar dan adu kekuatan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.
Ketika Avatar Air beradu dengan Avatar Udara, yang terjadi adalah hujan deras disertai angin ribut. Ketika Avatar Udara beradu dengan Avatar Api, yang terjadi adalah kebakaran hutan yang sangat mencekam.
Di antara mereka saling merasa paling kuat, dan kelakukan keempatnya membuat penduduk bumi resah.
Di antara empat Avatar tersebut, Avatar Tanah adalah yang paling bijak. Suatu hari ia mengumpulkan ketiga teman lainnya untuk mendiskusikan keresahan yang dirasakan oleh penduduk bumi. Ia meminta kepada setiap Avatar untuk melakukan tugasnya tanpa membuat kerusakan.
Avatar Tanah memberikan bagian setiap Avatar tempat untuk menyalurkan energinya. Avatar Air diminta mengisi setiap sumber mata air, Avatar Tanah untuk setiap lahan tandus, Avatar Api menyinari bumi dengan matahari, dan Avatar Udara untuk menggerakkan setiap kincir.
Penduduk Bumi menjadi senang dan tidak perlu lagi takut bencana sering datang sesering sebelumnya.
4. Dunia Cokelat
Menghimpun dalam buku Cerita Pendek dan Cerita Fantasi: Untuk Guru dan Siswa tulisan Siti Nurhayati, berikut teks cerita fantasi yang berjudul Dunia Cokelat.
Segerombolan anak sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Anak-anak tersebut adalah Willy, Jo, Hans, dan Kimberly. Mereka berempat menemukan sebuah rumah besar yang terbuat dari coklat.
Saat masuk, ia menemui pemilik rumah coklat tersebut. Pemilik rumah tersebut adalah seorang nenek renta yang terlihat baik hati.
Saat masuk ke dalam rumah, mereka berempat dibuat takjub oleh berbagai hidangan coklat yang ada. Bahkan dari dinding rumah, engsel pintu, dan berbagai benda lainnya semuanya terbuat dari coklat.
Hans dan Jo yang sangat menyukai coklat amat senang menemukan rumah yang terbuat dari serba coklat ini.
Nenek tersebut mempersilahkan keempatnya untuk memakan coklat apapun yang ia mau sepuasnya. Jo dan Hans dengan lahap memakan semua coklat yang dihidangkan dengan rakus. Sedangkan Kimberly tidak suka coklat dan Willy hanya memakan sedikit saja.
Nenek tersebut memaksa Kimberly dan Willy agar menyantap coklat lebih banyak lagi. Willy jadi menyadari ada yang tidak beres dengan ini, ia mulai meminta Jo dan Hans untuk berhenti menyantap coklat dan pulang.
Nenek itu menjadi marah. Kimberly yang menyadari bahwa ini sudah tidak benar, memaksa Hans dan Jo untuk segera keluar rumah.
Jo dan Hans kekenyangan, ia hampir saja tidak sanggup untuk berlari. Untungnya, Kimberly dan Willy membantunya dengan senang hati.
Nenek itu menjerit dan memekik seram melihat keempat anak tersebut meninggalkan rumah coklatnya. Tetapi, nenek tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena tenaga Kimberly dan Willy sudah cukup membantu kedua teman lainnya untuk pergi.
Sesampainya dirumah, mereka menceritakan kejadian yang ia alami kepada Kakek Hans. Kakek Hans mengatakan bahwa sebenarnya itu adalah jebakan dari penyihir agar anak-anak tadi bisa menjadi santapan makan malamnya. Mereka berempat bergidik ngeri.
5. Dunia Manisan
Berikut cerita berjudul Dunia Manisan yang dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII karangan Erwan Rachmat.
Dahulu kala ada seorang anak yang sangat baik dan pintar, namanya Ely. Ely anak yang sangat baik dan pintar. Suatu ketika peristiwa terjadi pada malam yang sunyi, ada sebuah cahaya yang masuk ke kamar Ely.
Lalu Ely mengikutinya, dan sampailah di titik cahaya itu. Dia melihat sesosok wanita cantik bagaikan peri, dan ternyata itu memanglah peri yang dikirim oleh Tuhan untuk Ely.
"Siapa kamu," tanya Ely.
"Aku adalah peri kiriman Tuhan, Dia yang telah mengirimku untukmu, Dia mengirimku hanya untuk anak baik sepertimu, kau adalah anak yang mulia dan terpuji maka ikutlah denganku," jawab Peri
"Tapi, apakah ini nyata, apakah kakak peri?"
"Iya, Ely, aku memang peri, mendekatlah wahai anak baik."
Tanpa berpikir lama Ely mendekat ke peri itu. Ely sungguh tidak percaya akan hal itu, tetapi dia juga senang. Peri memegang tangan Ely dengan lembut dan erat. Ely pun merasa nyaman. Tetapi, dalam sekejap Ely dan peri itu hilang dan pergi ke dunia yang berbeda.
"Di mana aku, Peri, aku tidak percaya ini, tetapi bagaimana jika orang tuaku mencariku."
"Tidak apa, Nak, kamu akan aman bersamaku."
Ternyata Ely dan peri berpindah ke dunia manisan. Ely terkaget-kaget saat di sana dipenuhi dengan berbagai macam manisan, yaitu cokelat, permen, buah buahan, danau susu, dan masih banyak lagi.
"Bolehkah aku memakan semua ini, Peri?"
"Boleh Ely, semuanya memang untukmu." Ely mencicipi semua makanan dengan gembira.
Ely sudah lelah karena banyak makan permen dan cokelat dan dia pun akhirnya terlelap tidur. Saat dia bangun dia sudah di rumah, serta ada banyak manisan di dalam kamarnya, Ely sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengirim peri yang sangat baik kepadanya.
Ely memang pantas untuk menerima semua ini, dia adalah anak yang sangat baik dan terpuji.
6. Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas
Di sebuah gubuk tua, tinggallah seorang gadis bernama Elisa bersama ibu dan adiknya. Ayahnya telah meninggal sehingga tulang punggung keluarga hanyalah ibunya.
Elisa harus putus sekolah karena ibunya sudah tidak sanggup membiayai sekolah Elisa. Untuk membantu ibunya, Elisa bekerja pada tetangganya yang memiliki rumah besar. Pada suatu pagi ketika hendak bekerja Elisa melihat kakek tua.
Kakek tua itu tampaknya sangat lelah dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu meminta tolong dan Elisa segera membantu kakek tersebut. Elisa kemudian mengobati luka kakek sembari berbincang.
Kakek menanyakan tentang hidup Elisa dan Elisa menceritakan semuanya. Setelah cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar si kakek akan tetapi kakek tua menolak dan memberikan sepotong kain.
Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat 3 butir jagung berwarna emas. Kakek tua berpesan bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam dengan ikhlas dan sabar maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Elisa berterimakasih dan melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Setelah pulang, Elisa menceritakan kejadian dan jagung emas kepada sang ibu.
Sang ibu lalu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah. Setiap pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya ibunya membantu merawat jagung tersebut.
Setelah jagung tersebut tumbuh, betapa terkejutnya Elisa ketika hendak memasak jagung tapi seluruh biji jagung terbuat dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang ibu. Keduanya berencana menjual jagung emas itu.
Jagung emas tersebut selalu berbuah satu buah dalam seminggu sehingga keluarga Elisa kini hidup sejahtera. Setelah merasa serba cukup, hasil panen jagung lainnya kemudian dia bagikan biji jagung emas tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa menikmati hasil jagung tersebut.
Meski sudah merasa cukup, Elisa masih selalu berbaik hati dan senang membantu sesama.
7. Kisah Seorang Nelayan
Ada seorang nelayan miskin yang kesepian. Ia sedang termenung di pinggir danau sembari memancing ikan. Telah lama ia menunggu, tiba-tiba kailnya ada yang menarik tanda ada ikan yang terperangkap.
Nelayan tersebut sangat senang karena hasil pancingannya kali ini mendapatkan ikan mas besar yang cantik. “Wah, aku bakal makan ikan goreng yang sedap hari ini!” gumamnya.
Sesaat setelah nelayan tersebut memindahkan ikan kepada kantong air untuk dibawa ke rumah, ia mendengarkan sebuah tangisan. “Huhuhu tolong lepaskan aku”. Nelayan tersebut kebingungan dari mana asalnya suara tersebut?
“Aku dari dalam sini, aku ikan ajaib” Kata ikan tersebut. Nelayan tadi kaget bukan kepalang mendapati ikannya bisa bicara. “Lepaskan aku, aku akan menuruti semua permintaanmu” kata ikan tersebut. Karena nelayan itu tidak tega, ia melepaskan ikan tersebut tanpa meminta imbalan apapun.
Saat ikan tersebut telah dilepaskan, ia tiba-tiba menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Kemudian, nelayan dan gadis ikan tersebut menikah dan bahagia selamanya.
Baca Juga: Pengertian Cerita Inspiratif, Struktur, dan Contohnya
(VIO & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan cerita fantasi?

Apa yang dimaksud dengan cerita fantasi?
Cerita fantasi adalah karangan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.
Apa saja struktur cerita fantasi?

Apa saja struktur cerita fantasi?
Struktur yang harus termuat dalam teks cerita fantasi adalah orientasi, komplikasi, dan resolusi.
Apa yang dimaksud dengan resolusi dalam struktur cerita fantasi?

Apa yang dimaksud dengan resolusi dalam struktur cerita fantasi?
Bagian ini adalah penyelesaian dari berbagai konflik yang terjadi. Resolusi juga dapat menjadi pernyataan akhir terhadap kondisi yang dialami oleh tokoh utamanya.
