Konten dari Pengguna

7 Faktor Pendorong Manusia Melakukan Perubahan dalam Cara Berkomunikasi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Faktor Pendorong Manusia Melakukan Perubahan dalam Cara Berkomunikasi. Unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Faktor Pendorong Manusia Melakukan Perubahan dalam Cara Berkomunikasi. Unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Apa yang mendorong manusia melakukan perubahan dalam cara berkomunikasi? Perubahan cara berkomunikasi manusia dipengaruhi banyak faktor. Termasuk dari teknologi hingga motivasi pribadi dari diri sendiri.

Perubahan dalam berkomunikasi adalah hasil interaksi teknologi, teori difusi, konteks sosial, pendidikan, dan motivasi individu. Biasanya juga bagian dari praktik persuasif yang terencana.

Faktor Pendorong Manusia Melakukan Perubahan dalam Cara Berkomunikasi

Ilustrasi Faktor Pendorong Manusia Melakukan Perubahan dalam Cara Berkomunikasi. Unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Apa yang mendorong manusia melakukan perubahan dalam cara berkomunikasi? Berikut adalah beberapa faktornya, dikutip dari jurnal Peran Media Digital dalam Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi Publik: Transformasi Komunikasi di Era Informasi dan Sosial, Rika Aulia Maharani Srg dkk, 2024.

1. Perkembangan Teknologi dan Media Sosial

Kemajuan alat komunikasi seperti internet, ponsel pintar, dan platform media sosial mengubah cara manusia menyampaikan pesan. Contohnya menjadi lebih cepat, singkat, dan sering bersifat multimodal dengan teks, gambar, dan video.

Pergeseran inilah yang memengaruhi gaya bahasa, etika digital, dan frekuensi interaksi interpersonal.

2. Adanya Difusi Inovasi dan Adopsi Perubahan

Teori Difusi Inovasi Everett Rogers menunjukkan bagaimana suatu ide atau teknologi baru menyebar melalui jaringan sosial.

Hal ini karena adanya peran inovator, early adopters, dan faktor komunikasi yang menentukan kecepatan adopsi, termasuk dalam praktik komunikasi sehari-hari.

3. Kebutuhan dalam Organisasi dan Perubahan Struktural

Di lingkungan organisasi, tekanan untuk berubah seperti efisiensi, budaya kerja hybrid, dan manajemen krisis mendorong perubahan pada pola komunikasi.

Misalnya untuk meningkatnya komunikasi formal via platform kolaborasi dan strategi komunikasi. Hal ini menjadi faktor perubahan untuk mendapatkan dukungan para karyawan.

4. Adanya Pengaruh Pendidikan dan Proses Pembelajaran

Perubahan metode pembelajaran seperti e-learning, blended learning, dan literasi digital membuat gaya komunikasi akademik dan antar-pelajar ikut berubah.

Perubahan ini menjadi lebih tertulis dan sinkron, serta mengandalkan alat digital. Lingkungan pendidikan juga membentuk kompetensi berbicara dan etika komunikasi para generasi muda.

5. Perubahan Sosial-Budaya

Adanya nilai, norma, dan kebiasaan sosial memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan ditafsirkan. Globalisasi dan pergeseran budaya akibat internet menghasilkan gaya komunikasi yang lebih santai, simbolik, dan terkadang agak mengaburkan norma formal.

6. Motivasi dan Emosional Individu

Kebutuhan pribadi seperti ingin diakui, menyesuaikan diri, atau mengekspresikan diri mendorong individu mengubah cara berkomunikasi untuk mencapai tujuan sosial atau emosionalnya.

7. Strategi Komunikasi Perubahan dan Persuasif

Komunikasi yang memang dirancang untuk mengubah sikap atau perilaku menggunakan prinsip behaviour-change communications.

Misalnya kampanye kesehatan, perubahan organisasi, menargetkan motivasi, mengatasi hambatan, dan membentuk kebiasaan baru melalui pesan yang tepat.

Memahami faktor pendorong manusia melakukan perubahan dalam cara berkomunikasi membantu para pendidik, pemimpin organisasi, dan komunikator merancang strategi yang relevan untuk mendukung perubahan komunikasi. (Aya)

Baca juga: Hubungan antara Sila Keempat Pancasila dan Budaya Musyawarah